Melalui sinergi bersama BPKP, Pemerintah Kota Palembang memperketat standardisasi higienitas pada program Makan Bergizi Gratis. Pemenuhan sertifikasi layak sanitasi menjadi komitmen mutlak untuk memastikan setiap asupan gizi bagi generasi masa depan tersaji dengan aman dan akuntabel.
PALEMBANG, NUSALY – Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar urusan logistik dan distribusi pangan berskala besar. Di baliknya, ada pertaruhan besar mengenai standar kesehatan dan kepercayaan publik. Menyadari kompleksitas tersebut, Pemerintah Kota Palembang mengambil langkah preventif dengan memperketat pengawalan administratif dan teknis melalui koordinasi intensif bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Langkah ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi bersama 186 pengampu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Auditorium UPTD Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sumatera Selatan, Senin (2/3/2026). Pertemuan ini menjadi krusial karena menyangkut standarisasi layanan di lapangan yang harus memenuhi aspek transparansi, efisiensi, dan yang paling utama: keamanan konsumsi.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menekankan bahwa program strategis ini menuntut akuntabilitas tinggi. Bukan hanya soal ketepatan sasaran penerima, tetapi juga standarisasi fasilitas pengolahan makanan. Berdasarkan pemetaan terkini, ditemukan 56 SPPG di Palembang yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Sertifikasi ini adalah mandat mutlak, sebuah jaminan bahwa dapur dan proses pengolahan makanan memenuhi standar kesehatan nasional.
Mitigasi risiko
Kehadiran BPKP dalam proses pendampingan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkot Palembang tidak ingin bermain-main dengan celah sekecil apa pun. Sertifikasi layak sanitasi bukan sekadar pelengkap administratif, melainkan benteng pertama dalam mencegah insiden yang tidak diinginkan, seperti keracunan makanan. “Tujuannya agar semua pelaksanaan di lapangan lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” ujar Ratu Dewa.
Langkah antisipatif ini diambil guna memastikan tidak ada lagi temuan yang berpotensi menghambat jalannya program nasional ini di tingkat daerah. Mitigasi risiko kesehatan menjadi prioritas utama. Dengan pendampingan dari auditor negara, setiap SPPG didorong untuk segera menuntaskan standardisasi fasilitasnya. Komitmen ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah hadir sebagai penjamin kualitas bagi ribuan siswa yang menggantungkan asupan gizinya pada program ini.
Pengawalan program
Sebagai bagian dari kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto, program MBG di Palembang mendapatkan pengawalan khusus. Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, menegaskan bahwa integritas pelaksanaan program di daerah akan dilaporkan secara berkala dan langsung ke tingkat pusat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa visi besar pemenuhan gizi nasional berjalan selaras dengan standar operasional di tingkat lokal.
Sinergi antara pemimpin daerah, pengampu SPPG, dan lembaga pengawas seperti BPKP menciptakan ekosistem kerja yang saling mengunci. Di satu sisi, ada percepatan pemenuhan gizi; di sisi lain, ada pengawasan ketat terhadap higienitas. “Ini menjadi pengawalan khusus terhadap program Bapak Presiden dan akan dilaporkan langsung progresnya,” tutur Prima Salam.
Investasi masa depan
Keberhasilan program Makan Bergizi Gratis pada akhirnya akan diukur dari kualitas sumber daya manusia yang dilahirkan. Pemkot Palembang memahami bahwa investasi pada anak-anak harus dimulai dari jaminan keamanan pangan yang paling mendasar. Dengan mengejar ketertinggalan sertifikasi pada 56 unit pelayanan gizi, Palembang sedang membangun standar baru dalam pelayanan publik yang berorientasi pada keselamatan warga.
Melalui koordinasi yang solid, diharapkan seluruh SPPG di Palembang segera bertransformasi menjadi unit layanan yang tidak hanya produktif, tetapi juga higienis dan akuntabel. Langkah serius ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota Palembang menaruh perhatian penuh pada detail terkecil demi mewujudkan generasi yang cerdas, sehat, dan berdaya saing. (*)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





