Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, memastikan diri lolos langsung ke kualifikasi kedua (Q2) Moto3 Amerika 2026 setelah menempati posisi ke-14 pada sesi latihan, Jumat (27/3/2026). Hasil ini menjadi bukti ketajaman adaptasi Veda di lintasan Circuit of the Americas (COTA) yang baru pertama kali ia lintasi.
AUSTIN, NUSALY – Menaklukkan COTA dengan 20 tikungan teknis dan variasi elevasi ekstrem bukanlah perkara mudah bagi pembalap debutan. Veda Ega Pratama, yang membela Honda Team Asia, harus menjalani proses perkenalan kilat yang dimulai dari track walk hingga sesi latihan bebas. Namun, kematangan mental juara Asia Talent Cup 2023 ini terlihat dari kemampuannya memangkas catatan waktu secara signifikan dalam waktu singkat.
Setelah mencatatkan 2 menit 15,953 detik pada sesi pagi, Veda melakukan lompatan besar di sesi practice sore hari dengan menembus angka 2 menit 14,484 detik. Progres lebih dari satu detik ini sempat membawa Veda menyodok ke peringkat kedua pada paruh pertama sesi, sebuah sinyal kuat bahwa ia telah menemukan ritme di sektor dua dan tiga yang didominasi rangkaian tikungan cepat.
Zona krisis
Ketegangan memuncak pada paruh kedua sesi saat para pembalap mulai melakukan simulasi kualifikasi dengan ban baru. Veda sempat tertahan di posisi ke-13, sebuah titik kritis mengingat hanya 14 pembalap tercepat yang berhak lolos langsung ke Q2 tanpa harus melewati drama kualifikasi tahap pertama (Q1). Di lintasan Austin yang panjang, satu kesalahan kecil di sektor terakhir bisa berarti kehilangan momentum ratusan detik yang sangat berharga.
Posisi Veda sempat terancam saat Marco Morelli melesat ke posisi kesembilan pada detik-detik akhir, yang secara otomatis menggeser Veda ke urutan ke-14. Beruntung, catatan waktu 2 menit 14,484 detik milik Veda tetap kokoh dan tidak terlampaui oleh pembalap lain hingga bendera finis dikibarkan. Keberhasilan bertahan di batas akhir zona Q2 ini menunjukkan efisiensi gaya balap Veda yang mampu menjaga konsistensi putaran di tengah tekanan tinggi.
Modal kualifikasi
Lolosnya Veda langsung ke Q2 merupakan keuntungan strategis yang sangat besar. Selain menghemat alokasi ban, Veda memiliki waktu lebih banyak untuk mengevaluasi data telemetri bersama mekanik guna mencari tambahan kecepatan di sektor pertama yang memiliki tanjakan ekstrem. Pengalaman di Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM JuniorGP terbukti memberikan pondasi mental yang kuat bagi Veda dalam menghadapi sirkuit bertaraf internasional.
Kini, fokus tim beralih pada pembenahan stabilitas motor saat pengereman keras di tikungan 12 dan 20. Jika Veda mampu mempertahankan konsistensi catatan waktunya atau bahkan mempertajamnya di sesi Q2 besok, peluang untuk mengamankan posisi start di barisan tengah atau depan sangat terbuka lebar. Publik balap Tanah Air kini menanti kejutan selanjutnya dari pembalap asal Gunungkidul ini di lintasan Texas. (dhi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





