Pemanfaatan data makro yang presisi kini menggantikan metode perkiraan dalam merumuskan kebijakan publik demi menjamin ketepatan sasaran program kesejahteraan masyarakat.
PALEMBANG, NUSALY – Pergeseran paradigma pemerintahan di era modern menuntut perombakan total dalam tata cara pengambilan keputusan strategis. Otoritas publik tidak lagi dibenarkan merancang program pembangunan kesejahteraan masyarakat atas dasar perkiraan atau intuisi semata, melainkan wajib bertumpu pada validitas basis data riil yang terekam di lapangan.
Komitmen penguatan akurasi perencanaan pembangunan tersebut melandasi peluncuran Sensus Ekonomi 2026 yang diintegrasikan dengan Rapat Koordinasi Camat se-Sumatera Selatan. Agenda strategis ini diselenggarakan di Griya Agung, Palembang, Selasa (12/5/2026), dengan dihadiri oleh Wakil Gubernur H. Cik Ujang, unsur Forkopimda, serta para bupati dan wali kota dari seluruh wilayah Sumatera Selatan.
Langkah kolaboratif ini dirancang untuk menyamakan persepsi dan derap langkah aparatur birokrasi, mulai dari level pimpinan tertinggi hingga komando taktis di tingkat kecamatan. Kesamaan pandangan ini dinilai krusial agar pengumpulan potret aktivitas ekonomi masyarakat mampu menghasilkan angka yang objektif.
Ujung tombak data
Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menegaskan bahwa jajaran camat memegang tanggung jawab yang sangat besar sebagai representasi negara di wilayahnya masing-masing. Posisi camat bukan sekadar perpanjangan tangan administratif kepala daerah, melainkan penentu keberhasilan verifikasi data spasial karena kedekatan geografisnya dengan pusat kegiatan usaha warga.
Hasil akhir dari sensus terintegrasi ini diproyeksikan menjadi instrumen navigasi utama bagi para pengambil keputusan dalam merumuskan regulasi ekonomi jangka panjang. Tanpa pasokan data yang valid, keputusan yang dilahirkan oleh pemerintah berisiko mengalami bias sasaran yang justru merugikan masyarakat.
Oleh karena itu, keterbukaan publik dalam menyampaikan informasi usaha secara jujur menjadi kunci krusial. Sensus kali ini akan merekam dinamika kependudukan serta memetakan seluruh aktivitas produktif masyarakat secara komprehensif guna mencerminkan realitas ekonomi yang sesungguhnya.
Navigasi mirip peta
Guna menjamin validitas di tingkat tapak, para camat diinstruksikan untuk segera memberikan edukasi mendalam kepada seluruh kepala desa dan lurah di wilayah kerja mereka. Aparatur desa wajib memahami esensi penting dari sensus ini agar tidak ada pelaku usaha yang terlewat dari pendataan.
Herman Deru mengibaratkan fungsi basis data makro yang akurat ini layaknya aplikasi peta digital Google Maps. Ketersediaan data yang mutakhir akan menuntun arah kebijakan intervensi pemerintah dengan rute yang paling efisien, cepat, dan tepat sasaran di tahun-tahun mendatang.
“Kita ingin data ini menjadi seperti Google Maps yang menuntun arah kebijakan pemerintah di tahun-tahun mendatang. Data tidak bisa diambil dengan feeling, semuanya harus berbasis data yang akurat,” tutur Herman Deru di hadapan ratusan kepala wilayah yang hadir.
Role model nasional
Skala operasional pendataan di wilayah Sumatera Selatan mencakup wilayah geografis yang luas dan padat. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra menguraikan bahwa pelaksanaan sensus ini akan menjangkau 3.259 desa dan kelurahan yang tersebar di bawah koordinasi taktis 241 camat se-Sumatera Selatan.
Sebagai langkah percepatan operasional, Gubernur Sumatera Selatan telah mengesahkan pembentukan Tim Terpadu Sensus Ekonomi yang mulai bekerja secara serentak. Struktur tim terintegrasi ini dibentuk sebagai tindak lanjut atas arahan Menteri Dalam Negeri agar pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap kesuksesan agenda statistik nasional ini, dengan menempatkan kepala desa serta lurah sebagai garda terdepan pemungutan data.
Inovasi pembentukan Tim Terpadu lintas sektor di Sumatera Selatan mendapat apresiasi tinggi dari tingkat pusat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) RI Moh. Edy Mahmud menyatakan bahwa langkah taktis yang dirintis Pemprov Sumsel ini merupakan lompatan luar biasa yang layak dijadikan percontohan nasional (role model) bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia. (ADV)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang





