Scroll untuk baca artikel
Banner Idul Adha Pemprov Sumsel

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Humaniora

Meluber hingga Jembatan Ampera, Wajah Baru Air Mancur Pikat Bentangan Saf Iduladha

×

Meluber hingga Jembatan Ampera, Wajah Baru Air Mancur Pikat Bentangan Saf Iduladha

Sebarkan artikel ini
Meluber hingga Jembatan Ampera, Wajah Baru Air Mancur Pikat Bentangan Saf Iduladha
Wajah baru bundaran air mancur dan hamparan saf Jembatan Ampera pikat ribuan warga Palembang dalam pelaksanaan Salat Iduladha. Dok. Istimewa

Ruang terbuka publik di jantung Kota Palembang kembali bertransformasi menjadi area ibadah kolosal yang sarat nilai kultural. Pembenahan infrastruktur ikonik urban terbukti meningkatkan daya tarik warga untuk merayakan hari besar keagamaan secara bersama.

PALEMBANG, NUSALY – Lanskap ikonik kota metropolitan Sumatera Selatan kembali menyajikan pemandangan spiritual yang memukau. Ribuan umat Muslim dari berbagai sudut ibu kota provinsi bergerak serentak memadati kawasan sekitar Jembatan Ampera dan pelataran Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo guna melaksanakan ibadah Salat Iduladha 1447 Hijriah.

Sejak fajar menyingsing, gelombang pergerakan warga dari berbagai kelompok usia mulai mengalir deras menuju pusat kota. Menggunakan berbagai moda transportasi publik maupun berjalan kaki, masyarakat tampak antusias membawa perlengkapan ibadah mandiri seperti koran bekas dan tikar gulung yang difungsikan sebagai alas saf di atas aspal jalanan kota.

Titik konsentrasi jamaah tidak lagi sekadar mengunci ruang utama di dalam bangunan masjid peninggalan sejarah tersebut. Saf salat terus memanjang secara dinamis, mengular melewati halaman luar, memenuhi area bundaran air mancur, hingga meluber naik ke atas bentang jembatan yang membelah Sungai Musi.

Fenomena meluapnya saf ibadah hingga ke jalur infrastruktur transportasi ini telah lama menjelma menjadi tradisi kultural unik sosiologi urban Palembang yang selalu dinantikan setiap tahunnya.

Banyak warga yang sengaja memotong waktu istirahat pagi mereka demi mendapatkan posisi saf terdepan di area terbuka. Strategi manajemen waktu ini diterapkan guna menghindari jebakan kemacetan lalu lintas serta memastikan kenyamanan beribadah tanpa perlu berdesakan dengan gelombang jamaah susulan yang datang mendekati waktu dimulainya prosesi salat.

“Kami sengaja berangkat dari rumah lebih awal demi kelancaran perjalanan. Syukur alhamdulillah, ini berhasil membuat keluarga kami mendapatkan ruang saf yang cukup luas dan berada di barisan yang strategis,” ujar Mael, salah seorang warga yang sudah bersiap di lokasi sejak pagi buta.

Daya pikat ikon baru estetika kota

Ada pemandangan yang berbeda pada pelaksanaan ibadah kali ini jika disandingkan dengan catatan dokumentasi visual pada tahun-tahun sebelumnya. Fokus perhatian sebagian besar jamaah luar ruang tersedot oleh tampilan anyar kawasan bundaran air mancur Palembang yang belum lama ini selesai menjalani program restorasi total oleh pemerintah daerah.

Area publik yang dulunya terkesan kaku kini bersolek menjadi lebih megah dengan kehadiran tugu ornamen bunga yang estetis serta penataan ruang hijau yang lebih rapi. Perubahan signifikan pada wajah arsitektur kota ini seketika menaikkan magnet lokasi tersebut sebagai spot favorit warga untuk menggelar sajadah bersama seluruh anggota keluarga besar mereka.

Kehadiran elemen estetika baru di ruang terbuka hijau ini tidak hanya menghadirkan kenyamanan visual selama pelaksanaan ibadah, tetapi juga memicu rasa bangga kolektif masyarakat terhadap perkembangan pembangunan infrastruktur di daerahnya.

“Sengaja kami memilih bergeser ke area bundaran air mancur untuk salat tahun ini bersama seluruh keluarga. Kondisinya sekarang sudah jauh lebih cantik, bersih, dan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena sudah dilengkapi tugu hiasan bunga yang menawan,” ungkap Tuti, jamaah asal kawasan sekitar Masjid Agung.

Lautan manusia yang menyelimuti poros Jembatan Ampera hingga struktur air mancur ini menegaskan kembali kuatnya modal sosial dan kohesi keagamaan masyarakat Palembang.

Ruang-ruang kota yang pada hari biasa berfungsi sebagai urat nadi penggerak ekonomi otomotif secara berkala mampu melentur menjadi ruang sakral yang mempersatukan ribuan kepala dalam satu ikatan spiritual yang teduh dan damai. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang