Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Kabupaten OKU ke 116

Banner HUT RI Kabupaten OKU Selatan ke 116

Banner HUT OKU 116 Rudi Hartono

Banner HUT OKU 116 Sekda Alva Elan

Banner HUT OKU 116 Awal Pajri

Banner HUT OKU 116 Ibu Siti PKB

Banner HUT OKU 116 Maryono PDIP

Banner HUT OKU 116 Dadang Wijaya

Banner HUT OKU 116 Disdukcapil
Palembang Berdaya

Menagih Tanggung Jawab Estetika di Balik Geliat Properti Palembang

×

Menagih Tanggung Jawab Estetika di Balik Geliat Properti Palembang

Sebarkan artikel ini
Menagih Tanggung Jawab Estetika di Balik Geliat Properti Palembang
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim menghadiri peluncuran hunian di kawasan Lindypark Private Preview, Palembang, Selasa (3/2/2026). Dok. Diskominfo Palembang.
Samsat OKU

Dinas Pertanian OKU

Dinas Perkim OKU

Di tengah lonjakan investasi perumahan, Pemerintah Kota Palembang mengingatkan para pengembang agar tidak abai pada regulasi dan wajah kota. Pembangunan yang masif jangan sampai menyisakan kesemrawutan tata ruang di masa depan.

PALEMBANG, NUSALY – Pertumbuhan sebuah kota metropolitan sering kali membawa dilema yang pelik antara ambisi ekonomi dan disiplin tata ruang. Di Palembang, pemandangan alat berat dan hamparan lahan perumahan baru kini menjadi pemandangan karib yang menandakan denyut investasi sedang kencang-kencangnya. Namun, di balik geliat semen dan beton itu, ada satu hal yang tidak boleh dikorbankan: wajah kota yang bermartabat.

PT BPR Baturaja (Perseroda)

Peringatan itu muncul bukan tanpa alasan. Saat menghadiri peluncuran hunian di kawasan Lindypark Private Preview, Palembang, Selasa (3/2/2026), Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, melontarkan pesan yang cukup menohok bagi para pelaku usaha properti. Meski memberikan apresiasi atas konsep hunian modern yang ditawarkan, Aprizal memberi catatan tebal bahwa pembangunan tidak boleh dilakukan dengan serabutan.

Baginya, estetika Palembang adalah harga mati yang harus dijaga bersama. Jangan sampai karena mengejar target penjualan, para pengembang lantas abai pada aturan main yang sudah digariskan pemerintah. Kota ini membutuhkan hunian yang tidak hanya nyaman secara privat, tetapi juga “ramah” secara publik dengan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.

“Membangun Palembang itu bukan cuma soal mendirikan bangunan, tapi juga soal menjaga aturan dan wajah kota. Saya ingatkan kepada seluruh pengembang, bangunlah sesuai aturan. Perhatikan estetikanya, sesuaikan dengan muka kota,” tutur Aprizal dengan nada yang penuh penekanan.

Investasi yang Tak Boleh Buta Aturan

Jika menilik data, optimisme Pemerintah Kota Palembang memang sedang tinggi. Nilai investasi di Bumi Sriwijaya dilaporkan mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Para investor dan pengembang kini menjadi motor penggerak utama yang menjaga angka-angka ekonomi tetap di jalur positif. Namun, Aprizal mengingatkan bahwa modal yang besar harus dibarengi dengan kepatuhan hukum yang besar pula.

Pemerintah kota tidak ingin pembangunan yang cepat justru meninggalkan jejak yang pahit di kemudian hari. Sering kali, dalam keriuhan pembangunan perumahan, aspek-aspek seperti drainase, garis sempadan jalan, hingga ketersediaan ruang terbuka hijau menjadi hal yang dikesampingkan. Padahal, hal-hal “kecil” itulah yang menentukan apakah sebuah kota akan tetap nyaman dihuni sepuluh atau dua puluh tahun mendatang.

Aprizal mengajak para pengusaha properti untuk duduk dalam satu frekuensi yang sama dengan visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang. Harapannya, investasi yang masuk tidak hanya mempercantik portofolio perusahaan, tetapi juga mempercantik lanskap Palembang secara keseluruhan. Percepatan pembangunan tetap didorong, namun harus tetap dalam koridor yang terukur dan legal.

Kolaborasi Demi Kenyamanan Warga

Keselarasan antara kepentingan swasta dan visi pemerintah menjadi kunci agar Palembang tidak kehilangan identitas visualnya. Aprizal menekankan bahwa setiap pembangunan harus memberikan dampak keamanan dan kenyamanan bagi warga. Pengembang diharapkan memiliki kepekaan untuk melihat apakah hunian yang mereka bangun sudah serasi dengan karakter lingkungan sekitarnya atau justru menjadi anomali yang merusak keindahan tata ruang.

Kenaikan investasi harus dipandang sebagai amanah untuk menata kota dengan lebih baik. Dengan semangat kolaborasi, Pemerintah Kota Palembang yakin bahwa penataan wajah kota akan semakin berkualitas di masa depan. Syaratnya cuma satu: jangan ada kompromi terhadap aspek legalitas dan keindahan.

Kehadiran pemerintah dalam setiap momentum pembangunan properti adalah untuk memastikan bahwa setiap jengkal tanah yang berubah menjadi perumahan tetap mematuhi aturan main. “Kita ingin pengusaha maju, investor untung, tapi kota tetap cantik dan tertib,” pungkas Aprizal. Melalui komitmen ini, Palembang diharapkan tetap menjadi rumah yang nyaman bagi warganya, sekaligus kota yang estetik bagi siapa saja yang mengunjunginya.

(desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

HUT OKU SMAN 1

HUT OKU SMAN 5

HUT OKU SMKN 1