Scroll untuk baca artikel
Banner Idul Adha Pemprov Sumsel

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Muba Maju Lebih Cepat

Menambal Asa di Jalur Poros, Sinergi Warga dan Swasta Perbaiki Jalan Penghubung Muba

×

Menambal Asa di Jalur Poros, Sinergi Warga dan Swasta Perbaiki Jalan Penghubung Muba

Sebarkan artikel ini
Menambal Asa di Jalur Poros, Sinergi Warga dan Swasta Perbaiki Jalan Penghubung Muba
Pemerintah Kecamatan Babat Supat bersama warga dan sektor swasta bergotong royong memperbaiki jalan poros strategis antar-kecamatan di Muba. Dok. Diskominfo Muba

Gerakan keswadayaan di tingkat tapak menjadi solusi taktis untuk menjaga kelancaran urat nadi mobilitas antar-kecamatan sembari menunggu realisasi proyek pemerintah

MUBA, NUSALY – Semangat keswadayaan masyarakat kembali membuktikan perannya sebagai katup penyelamat bagi keberlanjutan infrastruktur publik di daerah.

Di tengah keterbatasan waktu realisasi proyek pembangunan formal, kolaborasi yang kokoh antara pemerintah tingkat tapak, warga, dan dunia usaha terbukti mampu menjadi jawaban instan untuk mengatasi kerusakan fasilitas transportasi yang mendesak.

Aksi nyata tersebut diperlihatkan oleh Pemerintah Kecamatan Babat Supat bersama elemen masyarakat dan pelaku swasta di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Jumat (5/6/2026).

Mereka bahu-membahu melakukan perbaikan darurat pada jalur poros yang menghubungkan Desa Gajah Muda dan Desa Tanjung Kerang. Jalur ini memiliki fungsi vital karena menjadi koridor utama yang mempertemukan aktivitas mobilitas Kecamatan Babat Supat dengan Kecamatan Lais.

Kegiatan yang dipusatkan di Dusun III Desa Tanjung Kerang tersebut dipimpin langsung oleh Camat Babat Supat Musmulyadi, SE, MM. Aksi gotong royong ini juga dikawal oleh Sekretaris Kecamatan Amir Syarifuddin, SH, Kepala Desa Gajah Muda Pantherius Apriyovie, SH, serta Kepala Desa Tanjung Kerang Eka Saprullah Z.

Inisiatif taktis di tingkat tapak

Camat Babat Supat Musmulyadi menjelaskan, pengerjaan jalan secara swadaya ini merupakan langkah cepat untuk menindaklanjuti instruksi Bupati Muba HM Toha Tohet SH mengenai tanggap darurat fasilitas publik.

Ruas jalan yang menghubungkan kedua desa tersebut telah lama menjadi tumpuan sirkulasi logistik harian warga. Jika kerusakan dibiarkan tanpa penanganan segera, dampaknya akan langsung memicu kenaikan biaya angkut komoditas dan menghambat akses layanan sosial.

Melalui semangat kebersamaan ini, jajaran pemerintah kecamatan ingin memastikan denyut nadi perekonomian masyarakat tidak terganggu.

Langkah tambal sulam ini diposisikan sebagai jembatan penunjang kelancaran lalu lintas kendaraan sembari menunggu masuknya program pembangunan permanen dengan skala anggaran yang lebih besar dari pemerintah kabupaten.

Tingginya partisipasi aktif warga dalam menyediakan tenaga kerja sukarela menjadi mesin penggerak utama di lapangan. Kesadaran untuk merawat ruang hidup bersama ini dinilai sebagai modal sosial yang sangat mahal dalam mendukung program pemerataan pembangunan daerah.

Kemitraan swasta mempercepat pemulihan

Nilai lebih dari gerakan penataan infrastruktur di Babat Supat ini terletak pada respons positif sektor industri yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut. Keterlibatan pihak swasta dinilai strategis untuk mengurai kendala klasik perbaikan swadaya, yakni keterbatasan ketersediaan material penunjang dan alat berat.

Dalam aksi sosial ini, salah satu pelaku industri beton lokal, PT Inti Beton, turut ambil bagian dengan mengerahkan tiga unit truk pengaduk semen (mobil molen).

Kehadiran bantuan armada industri ini mempercepat proses pengerasan dan pengecoran pada titik-titik landasan jalan yang mengalami kerusakan terparah, sehingga koridor tersebut kini kembali aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Merespons inisiatif di tingkat tapak, Bupati Muba HM Toha Tohet SH menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan model kemitraan tripartit antara pemerintah, warga, dan korporasi. Kebersamaan dalam memelihara konektivitas antar-wilayah ini diharapkan terus terjaga untuk memperkuat pondasi pembangunan daerah yang inklusif.

Pemerintah Kabupaten Muba menegaskan komitmennya untuk terus mengupayakan peningkatan kualitas jalan poros di berbagai wilayah pedalaman secara bertahap. Ketika masyarakat tidak lagi memposisikan diri sebagai penonton pasif melainkan mitra aktif, tantangan keterbatasan infrastruktur perlahan dapat teratasi melalui kerja-kerja kemanusiaan yang membumi. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang