Scroll untuk baca artikel
Banner Idul Adha Pemprov Sumsel

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Sumsel Maju Terus untuk Semua

Menjaga Transparansi Dana Kemanusiaan, Gubernur Herman Deru Minta Pengurus PMI Perketat Sistem Non-Tunai

×

Menjaga Transparansi Dana Kemanusiaan, Gubernur Herman Deru Minta Pengurus PMI Perketat Sistem Non-Tunai

Sebarkan artikel ini
Menjaga Transparansi Dana Kemanusiaan, Gubernur Herman Deru Minta Pengurus PMI Perketat Sistem Non-Tunai
Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan empat pilar akuntabilitas dan kewajiban transaksi non-tunai bagi kepengurusan baru PMI di empat wilayah. Dok. BHP Pemprov Sumsel

Pengelolaan dana hibah dan bantuan sosial di sektor filantropi menuntut adopsi sistem digitalisasi keuangan yang ketat guna mengeliminasi celah manipulasi anggaran sekaligus merawat kepercayaan publik.

PALEMBANG, NUSALY – Eksistensi organisasi kemanusiaan di era modern tidak lagi sekadar diuji dari kecepatan respons penanggulangan bencana atau kuantitas penyaluran bantuan di lapangan. Lebih dari itu, integritas kelembagaan lembaga sosial kini sangat ditentukan oleh derajat kepatuhan terhadap hukum, ketertiban administrasi, serta transparansi pengelolaan modal finansial yang bersumber dari dana hibah negara maupun kontribusi sektor privat.

Urgensi penataan tata kelola keuangan lembaga nirlaba tersebut mengemuka dalam upacara Pelantikan Kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk empat wilayah operasional, meliputi Kota Lubuk Linggau, Kota Prabumulih, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), serta Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Agenda pengukuhan serentak ini dipusatkan di Griya Agung, Palembang, Sabtu (23/5/2026).

Prosesi pengambilan sumpah jabatan kepengurusan baru tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PMI Provinsi Sumatera Selatan Hj. Feby Herman Deru. Momentum pelantikan ini dihadiri oleh jajaran otoritas tertinggi provinsi sebagai bentuk dukungan strategis dalam memperkuat jejaring ketahanan sosial di wilayah tapak.

Empat pilar keuangan

Dalam arahannya, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengingatkan bahwa kepercayaan publik merupakan aset paling mahal yang dimiliki oleh organisasi penolong seperti PMI. Untuk menjaga muruah tersebut, seluruh jajaran pengurus di tingkat kabupaten dan kota diinstruksikan untuk menegakkan tertib administrasi dan memastikan setiap program kerja memiliki payung hukum yang kuat.

Pemerintah daerah menggarisbawahi empat pilar utama yang wajib menjadi pedoman mutlak dalam manajemen anggaran kepengurusan baru. Pilar pertama adalah penerapan sistem transaksi non-tunai secara menyeluruh untuk mengunci akuntabilitas keluar-masuknya dana hibah ataupun bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility). Kedua, penghapusan total praktik penggelembungan harga (markup) komponen logistik.

Adapun pilar ketiga adalah larangan keras terhadap pembuatan laporan kegiatan fiktif yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di lapangan. Pilar terakhir yang tidak kalah krusial adalah keharusan bagi setiap program kerja untuk memberikan dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Guna memastikan keempat pilar ini berjalan konsisten, PMI diwajibkan menggandeng institusi Inspektorat daerah untuk melakukan pendampingan pengawasan secara berkala.

Inovasi jemput bola

Tantangan pemenuhan kebutuhan logistik medis juga memerlukan strategi pembaruan yang adaptif demi menjangkau generasi muda. Ketua PMI Sumatera Selatan Hj. Feby Herman Deru mengingatkan bahwa menjaga akuntabilitas keuangan harus berjalan beriringan dengan inovasi pelayanan pemenuhan kebutuhan darah bagi fasilitas kesehatan di daerah.

Guna mengantisipasi potensi kelangkaan stok darah, kepengurusan di tingkat daerah didorong untuk meninggalkan pola kerja konvensional yang pasif menunggu donor di laboratorium. PMI harus bergerak aktif menginisiasi skema jemput bola melalui program kerja sektoral, salah satunya lewat gerakan PMI Goes to School yang menyasar kelompok pendonor pemula di institusi pendidikan menengah atas.

Pendekatan edukatif ke sekolah-sekolah ini diproyeksikan mampu mencetak basis pendonor sukarela baru yang loyal dan berkelanjutan. Pola ini sekaligus menjadi instrumen efektif untuk menanamkan nilai-nilai solidaritas kemanusiaan dan kepekaan sosial sejak dini kepada generasi zilenial di Sumatera Selatan.

Solidaritas lintas sektor

Komitmen pembenahan tata kelola organisasi sosial ini mendapat kawalan ketat dari jajaran birokrasi penunjang. Kehadiran Sekretaris Daerah Sumatera Selatan Edward Candra bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumatera Selatan Desy Edward Candra di lokasi pelantikan menegaskan sinergi yang solid di level atas.

Dukungan administratif dan operasional dari para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang turut hadir diharapkan mampu mempercepat integrasi program kemanusiaan PMI dengan kebijakan penanggulangan kemiskinan dan pemenuhan layanan kesehatan dasar. Melalui kolaborasi lintas sektor yang akuntabel, jejaring palang merah di empat kabupaten dan kota ini optimistis mampu bertransformasi menjadi pilar pelindung sosial yang profesional dan tepercaya. (ADV)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang