Ratusan warga perantau asal Ngulak berkumpul di Palembang untuk merajut kembali ikatan primordial. Pemerintah Kabupaten Muba menegaskan bahwa pembangunan daerah tak hanya soal fisik, tapi juga menjaga identitas sosial warganya di mana pun berada.
PALEMBANG, NUSALY – Di tengah dinamisnya kehidupan metropolis Palembang, ikatan kekeluargaan warga asal Ngulak, Musi Banyuasin, tetap berdiri kokoh. Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Keluarga Ngulak Palembang (FKKNP) memadati Gedung Graha Ismawardhani, Kecamatan Sako, Minggu (29/3/2026), untuk merayakan tradisi halalbihalal pasca-Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan bertajuk “Membangun Akhlak Mulia dengan Silaturahmi dan Saling Memaafkan” ini bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi para perantau, momentum ini adalah cara mereka menjaga akar budaya dan identitas di tengah keberagaman kota. Kehadiran tokoh penting seperti Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Ketua FKKNP Asmarni mempertegas posisi strategis komunitas ini dalam struktur sosial di Sumatera Selatan.
Bupati Musi Banyuasin H.M. Toha Tohet, yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Dr. Iskandar Syahrianto, menekankan bahwa kekuatan sebuah daerah sangat bergantung pada soliditas warganya. Pembangunan di Muba kini tidak lagi hanya mengejar target infrastruktur fisik, tetapi mulai bergeser pada pembangunan karakter dan penguatan moral masyarakat.
“Silaturahmi seperti ini adalah fondasi. Di sini kita tidak hanya bertemu, tetapi menyatukan visi untuk menjaga persatuan dan menumbuhkan akhlak luhur di tengah masyarakat yang dinamis,” ujar Iskandar dalam sambutannya.
Wadah Penjaga Identitas
Pemerintah Kabupaten Muba memberikan apresiasi khusus terhadap peran FKKNP yang selama ini menjadi jembatan bagi warga perantau asal Ngulak. Organisasi ini dinilai berhasil menjadi ruang yang menjaga nilai-nilai budaya lokal agar tidak luntur tergerus arus urbanisasi. Bagi pemerintah daerah, komunitas perantau adalah aset sosial yang krusial dalam mendukung stabilitas dan pembangunan daerah asal melalui jejaring kekeluargaan.
Iskandar menyebut, semangat Idul Fitri harus menjadi titik nol untuk memperbaiki diri dan memperkuat ukhuwah. Dengan hati yang bersih, masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang harmonis, baik di tanah kelahiran maupun di tanah rantau. Solidaritas sosial inilah yang nantinya akan dikonversi menjadi energi positif untuk membangun Musi Banyuasin yang lebih beradab dan penuh keberkahan.
“FKKNP telah membuktikan bahwa jarak geografis bukan penghalang untuk menjaga nilai kebersamaan. Ini penting untuk menjaga jati diri kita di tengah perubahan zaman,” tegasnya.
Menutup rangkaian acara, Iskandar menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh jemaah yang hadir. Ia mengajak warga Ngulak di Palembang untuk terus menjaga kepedulian antarsesama sebagai bentuk nyata dari akhlak mulia yang menjadi tema sentral pertemuan tersebut. (dhi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
