Scroll untuk baca artikel
MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --

Banner Pemprov Sumsel Ramadhan 1447 H

Banner Ramdan Pemkab MUBA

Banner Ramdan DPRD OKI

Banner Ramdan Pemkab OKU Selatan
Humaniora

Menyemai Hafalan Al-Qur’an di Rahim Pesantren Al Kautsar

×

Menyemai Hafalan Al-Qur’an di Rahim Pesantren Al Kautsar

Sebarkan artikel ini
Menyemai Hafalan Al-Qur’an di Rahim Pesantren Al Kautsar
Pesantren Al Kautsar gelar MHQ Ramadan 1447 H untuk tanamkan cinta Al-Qur’an pada anak. Dok. M. Amdal/Nusaly.com

Gema lantunan ayat suci Al-Qur’an dan kumandang azan dari lisan para pelajar sekolah dasar mewarnai suasana Ramadan di Pondok Pesantren Al Kautsar Palembang. Di balik kompetisi ini, terselip ikhtiar besar untuk menjaga benteng moral generasi muda dari gempuran dunia digital yang kian bising.

PALEMBANG, NUSALY – Ada yang berbeda dari keriuhan Ramadan di sudut Kota Palembang kali ini. Di saat sebagian besar anak-anak seusianya mungkin tengah terpaku pada layar gawai, puluhan siswa sekolah dasar justru berkumpul dalam hening yang bertenaga. Mereka sedang bergelut dengan ingatan, melantunkan baris demi baris ayat suci dalam ajang Gebyar Al-Kautsar Bersyiar, Sabtu (7/3/2026).

Pondok Pesantren Al Kautsar sengaja memilih Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) sebagai poros kegiatan. Ini bukan sekadar urusan meraih piala atau piagam. Bagi lembaga pendidikan Islam ini, menghafal Al-Qur’an adalah sebuah latihan spritual untuk membangun ketekunan dan adab—dua hal yang kian langka di era yang serba instan ini.

Tradisi Hafalan

Fokus lomba yang menyasar Juz 30 dan Juz 1 ini menjadi ujian bagi ketajaman memori sekaligus ketenangan mental. Para peserta tidak hanya dituntut lancar secara lisan, tetapi juga harus presisi dalam tajwid dan makharijul huruf. Di atas panggung, keberanian mereka tampil di depan publik menjadi pelajaran karakter yang tidak ditemukan di dalam buku teks sekolah.

Gema suara azan dari peserta putra pun tak kalah menggetarkan. Khidmat yang tercipta saat nada-nada tinggi dikumandangkan membuat suasana pesantren terasa lebih sakral. Tidak ada sorak-sorai berlebihan; yang ada hanyalah apresiasi sunyi dari para guru dan orang tua yang menyimak dengan mata berkaca-kaca.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Kautsar, H. Ahmad Iskandar Zulkarnanen, Lc., M.Ag, memandang kegiatan ini sebagai investasi manusia. Baginya, Al-Qur’an adalah kompas hidup. Hafalan yang tertanam sejak kecil diharapkan menjadi jangkar yang kuat saat anak-anak ini kelak beranjak dewasa dan menghadapi tantangan zaman yang lebih kompleks.

Benteng Moral

Pesantren menyadari bahwa di era digital ini, anak-anak membutuhkan pelarian yang positif. Mempelajari dan menghafal Al-Qur’an menjadi alternatif untuk mengembalikan mereka pada tradisi lisan yang penuh makna. Di sini, nilai-nilai sportivitas dan adab Islami dijunjung tinggi, melampaui ambisi untuk sekadar menjadi juara.

Para orang tua yang hadir memberikan dukungan penuh, menyadari bahwa pendidikan agama adalah tanggung jawab kolektif. MHQ ini menjadi ruang bagi mereka untuk melihat sejauh mana pondasi spiritual anak-anak mereka telah terbangun. Kemenangan sesungguhnya bukan saat nama dipanggil sebagai pemenang, melainkan saat ayat-ayat tersebut tetap terjaga dalam ingatan harian.

Syiar Berkelanjutan
Pimpinan Pondok Pesantren Al Kautsar, H. Ahmad Iskandar Zulkarnanen, Lc., M.Ag, memandang kegiatan ini sebagai investasi manusia. Dok. M. Amdal/Nusaly.com

Syiar Berkelanjutan

Kegiatan ini berhasil terselenggara berkat kolaborasi erat antara pihak pondok, wali santri, dan panitia. Ahmad Iskandar menyampaikan syukurnya atas kelancaran acara yang penuh keberkahan ini. Ia berharap syiar ini tidak berhenti saat Ramadan usai, melainkan menjadi pematik bagi kegiatan serupa yang lebih besar di tahun-tahun mendatang.

Palembang, dengan sejarah panjangnya sebagai pusat peradaban Islam di Nusantara, kembali menunjukkan taringnya melalui lembaga-lembaga seperti Al Kautsar. Di tangan generasi Qur’ani inilah, harapan akan masa depan yang lebih beradab dan beretika digantungkan. Sore itu, di bawah langit Palembang, janji untuk terus menjaga nilai-nilai suci kembali diteguhkan melalui suara-suara mungil yang fasih melafalkan kalam ilahi. (M. Amdal)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

error: Content is protected !!