Perubahan rencana mendadak akibat ancaman badai justru membawa Marco Bezzecchi dan Aprilia memuncaki sesi latihan GP Thailand. Rekor lap baru tercipta di tengah ketegangan strategi ban.
BURIRAM, NUSALY – Sesi latihan Jumat (27/2/2026) di Chang International Circuit, Buriram, menjadi panggung bagi intuisi tajam Marco Bezzecchi. Pebalap Aprilia tersebut sukses memuncaki catatan waktu sekaligus memecahkan rekor lap MotoGP di Thailand setelah mengambil keputusan berisiko tinggi tepat saat cuaca ekstrem mengancam jalannya sesi.
Awan hitam yang menggantung di atas sirkuit memaksa tim-tim pabrikan mengubah rencana secara mendadak. Alih-alih fokus pada pencarian ritme balap (race pace), ancaman hujan memaksa para pebalap melakukan time attack lebih awal dari jadwal. Di tengah rintik hujan yang mulai membasahi aspal, Bezzecchi justru tampil semakin beringas.
Ia berhasil menggeser Fabio di Giannantonio dari puncak klasemen hanya dua menit sebelum sesi berakhir. Bezzecchi mengaku bahwa kesuksesannya bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari reaksi cepat tim mekaniknya saat ia memutuskan masuk ke pit secara tidak terencana.
“Saya senang, tapi ini baru Jumat jadi kami harus tetap tenang. Kami mengelola sesi dengan baik karena saat itu hujan mulai turun dan angin sangat kencang, sehingga kami harus mengubah rencana di menit-menit terakhir,” ujar Bezzecchi.
Kunci Kesiapan Tim
Momen krusial terjadi saat Bezzecchi memutuskan untuk berhenti dan mengganti ban lebih awal demi menghindari lintasan yang basah. Keputusan spontan ini sering kali menjadi blunder jika kru mekanik tidak siap. Namun, di garasi Aprilia, kesiapan teknis menjadi pembeda yang signifikan.
Bezzecchi menekankan bahwa komunikasi dua arah antara pebalap dan tim dalam waktu singkat adalah kunci di sirkuit dengan cuaca tak menentu seperti Buriram. Kemampuan Aprilia merespons perubahan rencana secara instan memberinya rasa percaya diri untuk memacu motor hingga batas maksimal di detik-detik akhir sesi.
“Saat saya memutuskan berhenti—yang sebenarnya tidak direncanakan—tim sudah siap. Itu sangat penting dan saya pikir itulah kunci untuk situasi seperti ini,” jelas pebalap asal Italia tersebut.
Tetap Mewaspadai Marquez
Meski unggul hampir setengah detik dari Marc Marquez di posisi kedua, Bezzecchi enggan jemawa. Ia secara terbuka masih menempatkan sang juara dunia bertahan sebagai favorit utama untuk sesi kualifikasi Sabtu dan balapan hari Minggu. Menurutnya, karakter Marquez yang selalu muncul di saat-saat krusial adalah ancaman yang tidak bisa diremehkan.
Bezzecchi juga menyoroti kecepatan pebalap lain seperti Fabio di Giannantonio, Pedro Acosta, hingga rekan setimnya, Jorge Martin. Bagi pebalap bernomor 72 ini, selisih waktu di hari Jumat hanyalah data di atas kertas yang bisa berubah drastis dalam semalam.
“Saya yakin Marc adalah favorit, dia masih sangat kuat. Di momen yang tepat, dia selalu ada di sana. Kami tidak boleh bersantai dan harus tetap fokus melanjutkan cara kerja seperti ini,” tuturnya.
Misteri Aerodinamika Noale
Selain catatan waktu yang fantastis, sorotan di paddock tertuju pada inovasi aerodinamika terbaru Aprilia yang disebut-sebut menyerupai sistem ‘F-duct’. Inovasi ini diduga mampu mengarahkan aliran udara secara berbeda saat siku pebalap menutupi ventilasi tertentu di sisi motor.
Saat dikonfirmasi mengenai perangkat rahasia tersebut, Bezzecchi memilih untuk bersikap diplomatis dan merahasiakan detail teknisnya. Ia hanya menegaskan bahwa pabrik Noale di Italia sedang bekerja sangat keras untuk terus meningkatkan performa motor RS-GP agar lebih kompetitif melawan dominasi Ducati.
Keberhasilan Bezzecchi memecahkan rekor lap di hari pertama ini menjadi sinyal kuat bahwa Aprilia telah menemukan celah untuk mendobrak hegemoni tim Borgo Panigale. Buriram kini menanti, apakah rekor Jumat ini akan menjadi fondasi kemenangan pertama Bezzecchi di musim 2026.
(crashnet)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





