Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin membuka jalur pendidikan vokasi melalui Beasiswa Sawit 2026 sebagai strategi intervensi SDM untuk memastikan warga lokal mampu menjadi pemain kunci di tengah dominasi industri perkebunan.
MUBA, NUSALY – Upaya membedah akar kemiskinan di Kabupaten Musi Banyuasin kini memasuki fase krusial melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor hulu. Di bawah komando Bupati H.M. Toha Tohet dan Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen, Pemerintah Kabupaten Muba tidak lagi sekadar mengandalkan skema bantuan sosial jangka pendek, melainkan mulai mengintervensi struktur ekonomi warga melalui jalur pendidikan vokasi spesifik di sektor kelapa sawit.
Langkah strategis ini dieksekusi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muba melalui sinergi dengan AKPY-STIPER Yogyakarta dalam program Beasiswa Sawit 2026. Menariknya, program pendidikan jenjang D-1 dan D-2 ini sepenuhnya bersifat non-APBD karena didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Melalui beasiswa penuh ini, putra-putri asli Muba memiliki kesempatan menempuh studi hingga tuntas tanpa dibebani biaya pendidikan sepeser pun.
Kepala Disnakertrans Muba Herryandi Sinulingga AP menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah jawaban atas kegelisahan lokal agar warga tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Investasi pada jalur vokasi dipandang sebagai instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan struktural yang sering kali menjerat keluarga pekebun. Dengan keahlian yang terstandardisasi, generasi muda Muba dipersiapkan menjadi tenaga ahli yang mampu bersaing di pasar industri sawit global.
“Kita ingin mereka menjadi pemain kunci, bukan sekadar pelengkap di industri daerahnya sendiri,” ujar Herryandi, Minggu (29/3/2026).
Sosialisasi Lapangan
Untuk memastikan program ini tidak eksklusif di pusat kota, Disnakertrans telah menjadwalkan sosialisasi intensif pada 1 April 2026 di Aula SMK Negeri Lawang Wetan dan 3 April 2026 di Kantor KPKS Suka Makmur, Sungai Lilin. Agenda ini menyasar siswa kelas 12 dari berbagai SMA, SMK, dan MA yang tersebar di wilayah perkebunan Muba.
Dosen AKPY-STIPER Yogyakarta Arief Panca Putra menjelaskan bahwa rekrutmen ini mengincar talenta dari ekosistem kelapa sawit secara luas, mulai dari keluarga pekebun hingga pekerja lapangan. Pendaftaran akan dibuka secara daring pada periode Mei hingga Agustus 2026 melalui portal resmi penyelenggara. Seleksi dilakukan secara transparan, mencakup tes tertulis, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan. Calon pendaftar yang memerlukan panduan teknis dapat mengakses layanan informasi di nomor +62 857-4756-0111.
Fasilitas Komprehensif
Keseriusan pemerintah dalam program ini tecermin dari fasilitas yang ditawarkan. Selain pembebasan biaya kuliah 100 persen, penerima beasiswa akan mendapatkan fasilitas asrama gratis, uang saku bulanan, hingga sertifikasi kompetensi. Sertifikat inilah yang menjadi modal krusial bagi lulusan agar memiliki daya tawar tinggi saat terjun ke dunia kerja profesional.
Bagi pelajar yang berminat, persiapan dokumen seperti ijazah dan kartu identitas sudah dapat mulai dilakukan. Informasi mendalam mengenai persyaratan dapat dipantau melalui laman www.beasiswasdmsawit.id serta www.akpy-stiper.ac.id. Pemerintah daerah juga membuka layanan hotline di nomor +62 822-4411-1225 sebagai pusat konsultasi. Melalui fondasi SDM yang tangguh ini, Muba optimistis dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih mandiri dan berdaya saing global di masa depan. (dhi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





