Scroll untuk baca artikel
OKI Maju Bersama

Mengukuhkan Marwah Guru dari OKI, Komitmen Sumsel Jawab Dinamika Tantangan Pendidikan

×

Mengukuhkan Marwah Guru dari OKI, Komitmen Sumsel Jawab Dinamika Tantangan Pendidikan

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi tuan rumah puncak perayaan HUT ke-80 PGRI dan HGN se-Sumsel. Dihadiri 3.000 guru, momentum ini menegaskan kembali komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan profesi guru di tengah tantangan zaman yang dinamis.

Mengukuhkan Marwah Guru dari OKI, Komitmen Sumsel Jawab Dinamika Tantangan Pendidikan
Mengukuhkan Marwah Guru dari OKI, Komitmen Sumsel Jawab Dinamika Tantangan Pendidikan. (Dok. Diskominfo OKI)

KAYUAGUNG, NUSALY — Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencatatkan sejarah sebagai titik kumpul puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) se-Sumatera Selatan (Sumsel). Dihelat di GOR Biduk Kajang Kayuagung, Selasa (2/12), acara yang dihadiri sekitar 3.000 guru se-Sumsel ini menjadi wadah penting untuk mengukuhkan komitmen perlindungan profesi dan peningkatan kesejahteraan guru di seluruh provinsi.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada OKI. Hal ini dianggap sebagai pengakuan terhadap upaya daerah dalam mendukung sektor pendidikan.

“Sebuah kehormatan bagi kami, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, karena kegiatan penting dan bersejarah ini dapat diselenggarakan di Kabupaten OKI. Kepercayaan ini tentu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan di Sumatera Selatan,” ungkap Muchendi.

Wadah Pengaduan dan Perlindungan Profesi

Perayaan ini diwarnai dengan inisiasi terobosan yang fokus pada perlindungan dan peningkatan moral guru. Salah satunya adalah Pengukuhan Ibunda Guru Provinsi Sumsel serta Ibunda Guru Kabupaten/Kota.

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menekankan pentingnya wadah ini sebagai jembatan komunikasi bagi tenaga pendidik.

“Guru perlu wadah untuk mengadu, curhat maka ibu-ibu yang dilantik ini bisa menerima curhatan guru-guru yang ada permasalahan. Diharapkan kedepan ibu-ibu menjadi peneduh bagi para guru dan terus berkarya,” ujar Herman Deru.

Komitmen perlindungan profesi guru diperkuat dengan adanya Peresmian Draf Aplikasi Keputusan Pengurus Komite Sekolah tentang Perlindungan Marwah Guru. Langkah ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi lintas sektor untuk memastikan guru dapat menjalankan tugas mendidik tanpa intimidasi. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 29 Piagam Penghargaan Apresiasi Guru dan Tenaga Pendidikan se-Sumsel serta Penghargaan Kepala Daerah Mitra Perjuangan Guru se-Sumsel juga diberikan.

Baca juga  Dibuka Bupati Muchendi, 495 Calon Jemaah Haji OKI Ikuti Manasik

Kolaborasi Lintas Sektor Jawab Dinamika Pendidikan

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyoroti dinamika tantangan pendidikan di tengah laju kemajuan zaman. Ia menekankan bahwa peran guru semakin sentral dalam membentuk karakter bangsa, namun tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks.

“Tantangan dunia pendidikan sangat dinamis disaat kemajuan zaman, tantangan itu semakin cepat, semakin cepat juga perubahan, maka dari itu perlu adanya kolaborasi dan peran sentral orang tua, guru juga pemerintah,” jelas Herman Deru.

Senada dengan Gubernur, Ketua PGRI Sumsel, Prof. Dr. H. Bukman Lian, MM., M.Si, menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah dan menegaskan peran organisasi guru sebagai rumah besar perjuangan.

“Guru menjadi rumah besar memperjuangkan pendidikan masa depan bangsa, guru selalu menjadi garda terdepan untuk kemajuan bangsa, guru tetap menjadi kompas nilai,” tegas Bukman, menempatkan guru sebagai garda terdepan kemajuan bangsa.

Mengukuhkan Marwah Guru dari OKI, Komitmen Sumsel Jawab Dinamika Tantangan Pendidikan
Mengukuhkan Marwah Guru dari OKI, Komitmen Sumsel Jawab Dinamika Tantangan Pendidikan. (Dok. Diskominfo OKI)

Komitmen Lokal dan Peningkatan Mutu Pendidikan

Bupati OKI Muchendi memastikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di wilayahnya. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan nyata.

“Pemerintah Kabupaten OKI berkomitmen untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui pembinaan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, dan penyediaan sarana pembelajaran yang lebih baik,” pungkasnya.

Peran OKI sebagai tuan rumah pertemuan besar ini tidak hanya sebatas seremonial, tetapi menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah siap mengambil peran aktif dalam menjawab tantangan pendidikan. Melalui komitmen konkret terhadap peningkatan kompetensi dan sarana, upaya yang digagas dari daerah ini menjadi fondasi penting dalam menjawab tantangan pendidikan nasional yang lebih luas.

Di tengah tantangan global, konsistensi antara janji dan realisasi penguatan profesi guru—yang dimulai dari dukungan daerah seperti OKI—akan menentukan mutu generasi penerus bangsa. ***