Scroll untuk baca artikel
OKI Maju Bersama

Siklus 20 Tahunan, Banjir Besar Lempuing Jadi Fokus Pemulihan Pemkab OKI

×

Siklus 20 Tahunan, Banjir Besar Lempuing Jadi Fokus Pemulihan Pemkab OKI

Sebarkan artikel ini

Bupati Muchendi meninjau langsung desa-desa yang terisolasi luapan air setinggi pinggang di Lempuing. Fokus utama kini beralih pada pemulihan kesehatan kelompok rentan dan kepastian logistik pengungsi.

Siklus 20 Tahunan, Banjir Besar Lempuing Jadi Fokus Pemulihan Pemkab OKI
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki bersama Ketua TP PKK OKI, Ike Muchendi melakukan peninjauan maraton ke desa-desa terdampak, termasuk Desa Mukti Sari yang aksesnya kini hanya bisa ditembus dengan menerjang genangan setinggi pinggang orang dewasa. (Dok. Diskominfo OKI)

LEMPUING, NUSALY — Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tengah menghadapi salah satu tantangan iklim paling signifikan dalam dua dekade terakhir. Bupati OKI, H. Muchendi, menyebut banjir yang menggenangi wilayah Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya saat ini merupakan anomali siklus 20 tahunan.

Ditemani Ketua TP PKK OKI, Ike Muchendi, Bupati melakukan peninjauan maraton ke desa-desa terdampak, termasuk Desa Mukti Sari yang aksesnya kini hanya bisa ditembus dengan menerjang genangan setinggi pinggang orang dewasa. Kunjungan ini bertujuan memastikan hak-hak dasar warga, terutama logistik dan kesehatan, tetap terpenuhi di tengah masa tanggap darurat.

“Masyarakat memang terbiasa menghadapi banjir tahunan, tetapi ketinggian air seperti ini terakhir kali kita alami sekitar 20 tahun yang lalu. Ini adalah kondisi luar biasa yang memerlukan penanganan cepat,” ujar Muchendi saat berdialog dengan pengungsi di SDN 1 Lubuk Makmur, Selasa (13/1/2026).

Prioritas Kelompok Rentan dan Jaminan Kesehatan

Di lokasi pengungsian yang kini masih menampung puluhan kepala keluarga, Bupati menekankan agar tenaga kesehatan memberikan atensi khusus kepada kelompok rentan, yakni bayi, balita, lansia, serta ibu hamil dan menyusui.

Muchendi menegaskan bahwa biaya bukan lagi menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan pertolongan medis. “Seluruh biaya pengobatan warga terdampak sudah terjamin melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Jika ada yang sakit, segera lapor dan berobat, pemerintah yang tanggung,” tegasnya.

Kesaksian Warga dan Harapan Pemulihan

Larso (60), salah satu pengungsi, menceritakan betapa cepatnya air naik sejak Kamis pagi lalu. Meski sempat menyelamatkan barang berharga, ia dan warga lainnya harus merelakan rumah mereka terendam demi keamanan di lokasi evakuasi. Sementara itu, Siti Aminah (45) mengungkapkan bahwa meskipun kebutuhan pangan di pengungsian tercukupi, kekhawatiran terbesar warga adalah kondisi rumah dan perabotan yang terendam air dalam waktu lama.

Baca juga  Bupati OKI Serukan Solidaritas ASN Demi Wujudkan Visi "OKI Maju Bersama"

Harapan warga kini bertumpu pada langkah pascabanjir. Yanto (58) meminta pemerintah segera memprioritaskan perbaikan fasilitas umum dan infrastruktur jalan yang rusak akibat rendaman air.

“Harapan kami, setelah air surut, perbaikan jalan dan bantuan untuk sawah yang rusak segera turun agar kami bisa bekerja lagi,” harap Yanto.

Komitmen Pemulihan Pertanian

Menanggapi keluhan sektor pertanian, Bupati Muchendi memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan cadangan benih padi untuk memulihkan sawah yang terancam gagal panen (puso). Langkah ini diambil agar petani bisa segera melakukan tanam ulang begitu lahan mengering, guna menjaga stabilitas pangan di salah satu lumbung padi Sumatera Selatan ini.

Kehadiran fisik bupati di titik-titik terdampak menunjukkan komitmen Pemkab OKI untuk tidak membiarkan masyarakat berjuang sendiri menghadapi bencana. Fokus kini diarahkan pada pemantauan debit air dan kesiapsiagaan tim logistik hingga status tanggap darurat dicabut.

(puputzch)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.