Pemerintah Kabupaten OKU Selatan mulai mematangkan peta jalan pembangunan untuk tahun anggaran 2027. Melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan, daerah di ujung selatan Sumatera Selatan ini fokus menyelaraskan ratusan usulan warga dengan keterbatasan ruang fiskal demi mengejar target indeks pembangunan manusia yang lebih tinggi.
MUARADUA, NUSALY – Ruang Serasan Seandanan menjadi saksi penyusunan cetak biru masa depan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan pada Selasa (31/3/2026). Sekretaris Daerah OKU Selatan M. Rahmatullah hadir mewakili Bupati Abu Sama. Ia membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027. Forum ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ini ruang dialektika. Ada 561 usulan program yang masuk melalui sistem digital SIPD-RI sejak akhir tahun lalu yang harus disaring ketat.
Pemerintah daerah dihadapkan pada tantangan ruang fiskal yang sempit. Proyeksi pendapatan daerah pada 2027 dipatok pada angka Rp 1,25 triliun. Angka ini harus dibagi dengan sangat cermat. Fokus utama diarahkan pada pengembangan infrastruktur dan konektivitas wilayah. Rahmatullah menegaskan bahwa 2027 merupakan tahun ketiga masa jabatan kepemimpinan daerah saat ini. Realisasi program prioritas sesuai visi misi “OKU Selatan Berjaya” menjadi harga mati.
Kepala Bapperida OKU Selatan Natalion memaparkan rangkaian tahapan panjang yang telah dilalui sebelum mencapai titik ini. Mulai dari rembuk tingkat kecamatan hingga penelaahan pokok pikiran legislatif. Hasilnya jelas. Isu strategis yang bersifat mendasar dan mendesak menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah tidak ingin terjebak pada program yang bersifat rutinitas belaka. Setiap sen anggaran harus memiliki dampak signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan yang ditargetkan menyentuh angka 9 persen pada 2027.
Tantangan besar muncul dari struktur belanja. Merujuk pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, porsi belanja pegawai di OKU Selatan masih tergolong sangat tinggi. Angkanya mencapai 49 persen. Ini jauh di atas batas ideal 30 persen yang diamanatkan regulasi pusat. Kondisi tersebut memaksa pemerintah daerah melakukan efisiensi ketat. Optimalisasi program harus dilakukan agar belanja infrastruktur yang saat ini masih di bawah 35 persen bisa perlahan terkerek naik.
Rahmatullah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berpikir kreatif. Keterbatasan APBD jangan sampai mematikan inovasi pembangunan. Koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi maupun pusat terus dilakukan untuk mencari alternatif sumber pendanaan lain. Fokus pembangunan tahun 2027 harus dilaksanakan secara profesional dan akuntabel. Pemerataan pendapatan masyarakat dan perluasan kesempatan kerja menjadi napas utama dalam setiap kebijakan yang diputuskan.
Target Kinerja
Target makro ekonomi OKU Selatan pada 2027 telah dipatok dengan angka yang optimistis namun tetap terukur. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan mencapai 71,5 poin. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada di angka 5,3 persen. Angka-angka ini bukan sekadar hiasan dokumen. Ini adalah indikator keberhasilan pelayanan publik di sektor kesehatan, pendidikan, dan penguatan daya saing daerah yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah daerah juga mulai memberikan perhatian serius pada isu lingkungan. Target penurunan emisi gas rumah kaca tahunan sebesar 181.423 ton COâ‚‚e menjadi bukti komitmen hijau OKU Selatan. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup dipatok pada angka 70,11. Pembangunan infrastruktur yang masif ke depan tetap harus menjaga keseimbangan ekosistem. Terutama di wilayah yang menjadi paru-paru Sumatera Selatan ini.
Partisipasi aktif dari sekitar 200 peserta yang hadir menunjukkan adanya semangat kolaborasi. Rahmatullah menekankan bahwa sinergi ini adalah modal utama. Tanpa dukungan dari masyarakat dan sektor swasta, target pendapatan per kapita sebesar Rp 32 juta setahun akan sulit tercapai. Pembangunan harus menjadi gerakan bersama. Bukan sekadar beban kerja perangkat daerah semata.
Finalisasi Program
Setelah Musrenbang ini usai, tahapan akan berlanjut pada verifikasi Rencana Kerja Perangkat Daerah di Bapperida. Proses ini krusial untuk memfinalisasi program mana yang benar-benar masuk skala prioritas. Rahmatullah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk membangun birokrasi yang bersih dan berintegritas. Tidak ada tempat bagi program titipan yang tidak sejalan dengan visi misi daerah. Semua harus mengacu pada dokumen perencanaan yang telah disepakati bersama.
Paparan dari narasumber Bapperida Provinsi Sumatera Selatan, Hermansyah, memberikan perspektif tambahan mengenai integrasi infrastruktur wilayah. OKU Selatan harus terkoneksi dengan daerah tetangga untuk memperlancar arus barang dan jasa. Konektivitas bukan hanya soal jalan mulus. Ini soal aksesibilitas warga menuju pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini sejalan dengan tema besar pembangunan 2027 yang ingin menjadikan OKU Selatan sebagai wilayah yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
Acara yang berlangsung di Ruang Serasan Seandanan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para kepala dinas, hingga kepala desa se-Kabupaten OKU Selatan. Semua pulang membawa tugas besar: memastikan setiap usulan warga yang terjaring bisa direalisasikan dengan tepat sasaran. Harapannya, RKPD 2027 benar-benar menjadi kompas yang membawa OKU Selatan menuju kejayaan yang dirasakan langsung oleh setiap individu di Bumi Serasan Seandanan. (*/andi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





