Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Sumsel United Gagal Pecah Kebuntuan di Jakabaring

×

Sumsel United Gagal Pecah Kebuntuan di Jakabaring

Sebarkan artikel ini

Sumsel United harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang tanpa gol oleh pemuncak klasemen Grup A, Garudayaksa FC. Meski mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang emas, efektivitas penyelesaian akhir dan performa gemilang kiper lawan menjadi penghalang utama Laskar Juaro memetik kemenangan di kandang.

Sumsel United Gagal Pecah Kebuntuan di Jakabaring
Sumsel United harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang tanpa gol oleh pemuncak klasemen Grup A, Garudayaksa FC. (Dok. Istimewa)

PALEMBANG, NUSALY — Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring menjadi saksi duel alot pada pekan ke-18 Championship 2025/2026, Jumat (30/1/2026) malam. Sumsel United yang tampil agresif sejak menit awal gagal mengonversi dominasi permainan menjadi gol saat menjamu Garudayaksa FC. Hasil imbang 0-0 ini mempertegas ketatnya persaingan di papan atas klasemen Grup A.

Pertandingan dipimpin oleh wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, yang langsung diuji oleh tingginya tensi laga. Baru menit ketiga, bek Garudayaksa, Berlian, menerima kartu kuning setelah melakukan tekel keras terhadap penyerang Sumsel United, Juninho Cabral. Tuan rumah tercatat menguasai 56 persen aliran bola, namun kerap terbentur oleh skema pressing ketat yang diterapkan tim tamu.

Peluang bersih pertama Sumsel United lahir pada menit ke-25 melalui Agim Fahriansyah, meski bola masih melenceng di sisi gawang. Garudayaksa sempat membalas melalui eksekusi tendangan bebas Andik Vermansyah, namun solidnya barisan pertahanan yang dikomandoi Fernando Barbosa mampu mementahkan ancaman tersebut.

Dominasi serangan

Memasuki babak kedua, pelatih Sumsel United Nilmaizar melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Tomi Darmawan dan Syahril Afrizal untuk menambah daya gedor. Perubahan ini hampir membuahkan hasil di menit ke-47 melalui sundulan Juninho Cabral. Namun, kiper Garudayaksa Rudi Nurdin Rajak tampil impresif dengan melakukan penyelamatan refleks yang menggagalkan peluang tersebut.

Tekanan tuan rumah mencapai puncaknya pada menit ke-70 saat Syahril Afrizal berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Lagi-lagi, Rudi Nurdin Rajak menjadi pahlawan Garudayaksa dengan memblok tembakan jarak dekat tersebut. Hingga peluit panjang dibunyikan, upaya Laskar Juaro untuk memecah kebuntuan selalu menemui jalan buntu di tangan penjaga gawang lawan.

Baca juga  Sumsel United Kalah Perdana di Kandang, Nilmaizar Soroti Mental 'Tidak Tenang' Pemain

Nilmaizar mengapresiasi kerja keras pemainnya meski kecewa dengan hasil akhir. “Kami mengontrol permainan dan menciptakan banyak peluang, tetapi pertahanan lawan sangat rapat. Ini pertandingan yang ketat dan berkualitas,” ujarnya usai laga.

Disiplin pertahanan

Dari sisi lawan, Garudayaksa FC tampak bermain lebih pragmatis dengan mengandalkan serangan balik cepat. Pelatih Khamid Mulyono mengaku puas bisa mencuri satu poin di Palembang. Ia menilai kedisiplinan barisan belakang menjadi kunci keberhasilan timnya menahan agresivitas tuan rumah.

Bek Garudayaksa, Komang Tri, mengakui intensitas laga di Jakabaring sangat tinggi hingga menit akhir. Duel-duel fisik di lini tengah sering terjadi, mencerminkan gengsi kedua tim yang tengah bersaing di papan atas klasemen. Bagi Garudayaksa, hasil ini cukup untuk menjaga posisi mereka di puncak, sementara bagi Sumsel United, laga ini menjadi evaluasi besar terkait efisiensi di lini depan.

Evaluasi taktik

Hasil imbang ini menunjukkan bahwa penguasaan bola yang dominan tidak menjamin kemenangan tanpa dukungan akurasi penyelesaian akhir. Gelandang Sumsel United, Tomi Darmawan, mengakui bahwa timnya perlu tampil lebih tajam di laga berikutnya agar peluang yang tercipta tidak terbuang percuma.

Bagi publik sepak bola di Sumatera Selatan, kegagalan mengamankan tiga poin di kandang menjadi catatan penting bagi Nilmaizar untuk membenahi skema serangan. Di sisi lain, Garudayaksa membuktikan bahwa ketangguhan kiper dan disiplin organisasi pertahanan tetap menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan lawan yang bermain menyerang secara frontal.

(dhi)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.