Scroll untuk baca artikel
Banner Idul Adha Pemprov Sumsel

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Humaniora

Pecah Kebuntuan Delapan Tahun, Masjid Al-Muttaqin Baturaja Barat Sukses Salurkan Enam Hewan Kurban

×

Pecah Kebuntuan Delapan Tahun, Masjid Al-Muttaqin Baturaja Barat Sukses Salurkan Enam Hewan Kurban

Sebarkan artikel ini
Pecah Kebuntuan Delapan Tahun, Masjid Al-Muttaqin Baturaja Barat Sukses Salurkan Enam Hewan Kurban
Setelah 8 tahun vakum, Masjid Al-Muttaqin Baturaja Barat sukses sembelih 6 hewan kurban pada Iduladha 2026 berkat pulihnya kepercayaan jemaah. Dok. Radit/Nusaly.com

Langkah keterbukaan manajemen dan pendekatan dari pintu ke pintu oleh formasi pengurus baru membuahkan hasil konkret pada hari pelaporan Iduladha. Kuota pasokan hewan ternak melonjak di menit-menit terakhir sebelum pelaksanaan ibadah.

BATURAJA, NUSALY – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi tonggak sejarah yang mengharukan sekaligus pembuktian bagi jemaah Masjid Al-Muttaqin. Rumah ibadah yang berada di koridor Jalan Gatot Subroto, perbatasan Kelurahan Saung Naga dan Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu ini akhirnya resmi mengakhiri masa absen panjang aktivitas penyembelihan kurban yang sempat mandek selama hampir satu dekade.

Sejak Rabu (27/5/2026) pagi, atmosfer halaman masjid telah dipadati oleh puluhan warga yang bergotong-royong dengan penuh keakraban. Antusiasme kolektif ini merupakan kelanjutan dari komitmen rembuk warga yang sebelumnya berhasil mengikis keraguan jemaah akibat beban sejarah vakumnya pengelolaan kurban selama dua periode kepengurusan terdahulu.

Keberhasilan memulihkan tradisi komunal ini ditandai dengan peningkatan realisasi jumlah hewan kurban di meja panitia yang melampaui draf pencatatan awal.

Hingga batas akhir menjelang pelaksanaan Salat Idul Adha, volume hewan yang masuk ke takmir masjid bertambah secara dinamis menjadi total tiga ekor sapi dan tiga ekor kambing yang seluruhnya dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

Ketua Panitia Kurban Masjid Al-Muttaqin Rangga Tanaka menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pemotongan hingga pengemasan paket daging berjalan dengan aman dan kondusif berkat solidnya kerja sama antarwarga.

Kepercayaan yang kembali tumbuh dari masyarakat dan unit usaha lokal menjadi bahan bakar utama bagi jajaran kepanitiaan baru dalam mengeksekusi distribusi logistik keagamaan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas amanah dan kepercayaan yang telah diberikan kembali oleh para jemaah kepada kami. Kegiatan hari ini berjalan penuh keakraban dan gotong royong. Semoga paket kurban ini bisa tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang memang paling pantas menerima,” ujar Rangga Tanaka di sela kesibukan pengawasan area pembagian daging di Masjid Al-Muttaqin.

Rangga juga menuturkan bahwa pencapaian pada tahun kebangkitan ini akan dijadikan cetak biru untuk tata kelola pada musim-musim mendatang. Pengurus menargetkan perluasan jaringan kemitraan agar ke depannya kuota penerima manfaat di dua wilayah kelurahan, yakni Saung Naga dan Tanjung Agung, dapat terus bertambah secara signifikan.

Sinergi filantropi dan korporasi

Berdasarkan laporan rekapitulasi data final dari panitia, tiga ekor sapi yang berhasil disembelih berasal dari kontribusi unit usaha lokal Keluarga Counter Yan Cell, kemudian satu ekor dari Kepala RSUD Ibnu Sutowo Baturaja dr Rina binti H Rahman, serta satu ekor sapi tambahan bersumber dari bantuan program kemitraan Kelurahan Saung Naga bersama PT Semen Baturaja.

Sementara itu, untuk kelompok hewan kambing tercatat sebanyak tiga ekor yang diserahkan melalui paket kurban titipan atas nama almarhum Edi Nurbudi, almarhum Sobirin bin M Toha, serta almarhumah jemaah wanita Hj Ayuning binti Enggang.

Ketua Dewan Penasehat Masjid Al-Muttaqin M Jamil menyatakan rasa syukur mendalam atas kembalinya ruh kehidupan beragama yang sempat meredup di lingkungan tersebut.

Pihaknya menilai bahwa pemulihan kepercayaan jemaah melalui transparansi finansial dan keadilan pembagian adalah modal sosial terbesar untuk merawat keberlanjutan rumah ibadah di tingkat bawah.

“Kami dari jajaran pengurus masjid mengucapkan banyak terima kasih karena lingkungan ini sudah kembali dipercaya untuk menyelenggarakan ibadah kurban di masjid yang kita cintai ini. Semoga momentum awal ini menjadi pemantik agar ke depan semakin banyak lagi masyarakat yang tergerak untuk menitipkan hewan kurban mereka di Masjid Al-Muttaqin,” ungkap M Jamil.

Formulasi pembagian proporsional

Sebelum rangkaian pelaksanaan Salat Idul Adha dimulai, pihak takmir juga telah membacakan pengumuman resmi di hadapan ribuan jemaah mengenai mekanisme pengelolaan logistik pangan hewani tersebut. Guna menjamin keadilan bagi seluruh elemen, panitia menerapkan draf aturan pembagian proporsional yang mengacu pada nilai-nilai syariat dan kearifan lokal.

Seluruh hasil pemotongan tiga ekor sapi dan tiga ekor kambing tersebut didistribusikan secara berlapis dengan formula sepertiga bagian untuk para shohibul kurban atau kaum pekurban yang berhak, sepertiga bagian dialokasikan khusus untuk pemenuhan pangan warga kelompok fakir miskin, dan sepertiga sisanya disebarkan secara merata untuk warga yang bermukin di dekat area masjid serta para kru panitia lokal.

Langkah akurasi data yang dikawal sejak awal bersama perangkat rukun tetangga setempat terbukti efektif mencegah terjadinya penumpukan massa maupun antrean yang tidak tertib di lokasi.

Keberhasilan pelaksanaan kurban mandiri ini menjadi draf percontohan nyata bagi publik di Kecamatan Baturaja Barat bahwa pembekuan manajemen rumah ibadah di tingkat tapak dapat dicairkan secara instan apabila jajaran pengurus memiliki keberanian untuk duduk bersama dan membuka ruang komunikasi yang transparan dengan warga sekitar. (radit)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang