MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Muba Maju Lebih Cepat

Pemkab Muba Jaga Produktivitas Birokrasi Lewat Gerakan ASN Sehat

Pemkab Muba Jaga Produktivitas Birokrasi Lewat Gerakan ASN Sehat
Sekretaris Daerah Muba, Drs. H. Syafaruddin, M.Si.,meresmikan program Gerakan ASN Sehat atau "GASKAN". Dok. Diskominfo Muba

Ketangguhan sebuah daerah dalam memberikan pelayanan publik sangat bergantung pada kondisi fisik para aparatur di garda terdepan. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menginisiasi gerakan GASKAN sebagai langkah preventif untuk memastikan setiap ASN tetap prima, produktif, dan terhindar dari risiko penyakit kronis di tengah beban kerja yang dinamis.

SEKAYU, NUSALY – Di balik derap pembangunan Musi Banyuasin yang kian kencang, terdapat ribuan aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi mesin penggeraknya. Namun, mesin ini membutuhkan perawatan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga biologis.

Pada Senin (11/5/2026), bertempat di Gedung Labkesmas, Pemerintah Kabupaten Muba meresmikan program Gerakan ASN Sehat atau “GASKAN”.

Peluncuran inovasi ini bukan sekadar agenda pemeriksaan medis rutin. Di mata Sekretaris Daerah Muba, Drs. H. Syafaruddin, M.Si., kesehatan ASN adalah fondasi dari kualitas pelayanan masyarakat.

Tanpa fisik yang kuat dan jiwa yang sehat, transformasi birokrasi menuju “Muba Maju Lebih Cepat” hanya akan menjadi slogan di atas kertas.

“Kami ingin membangun budaya baru. Sehat bukan lagi pilihan, tapi kewajiban bagi ASN yang ingin memberikan pelayanan terbaik,” tegas Syafaruddin saat mewakili Bupati Muba, H. M. Toha Tohet.

Deteksi Dini dan Sinergi Data

Program GASKAN dirancang dengan pendekatan yang komprehensif. Plt Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr. Hj. Zwesty Wisma Devi, menjelaskan bahwa fokus utama gerakan ini adalah deteksi dini.

Dengan target pemeriksaan 100 ASN per hari, jangkauan layanan ini mencakup pemeriksaan vital mulai dari fungsi kardiovaskular, kanker, hingga kesehatan jiwa.

Satu poin yang menarik bagi pengamat tata kelola pemerintahan adalah kolaborasi lintas sektor yang diusung. Dinas Kesehatan menggandeng Disdukcapil untuk memastikan validitas data peserta melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Jika ditemukan data yang belum sinkron secara daring, petugas akan langsung melakukan pengaktifan di lokasi. Sebuah langkah integrasi data yang efisien dan praktis.

Fasilitas Terpadu di Era Digital

Distribusi layanan pun dibuat merata. ASN di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) difokuskan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat, sementara aparatur di tingkat kecamatan cukup mendatangi puskesmas di wilayah masing-masing.

Menariknya, sistem akses kesehatan ini sudah mulai mengadopsi teknologi digital melalui pemindaian QR Code untuk memudahkan pelacakan rekam medis peserta.

Layanan geriatri khusus bagi ASN berusia di atas 60 tahun juga disediakan, menunjukkan bahwa pemerintah memberikan perhatian pada setiap siklus usia pegawai.

Hal ini menjadi bukti bahwa Pemkab Muba sedang melakukan mitigasi jangka panjang terhadap risiko penurunan performa kerja akibat faktor kesehatan.

GASKAN adalah pernyataan sikap bahwa birokrasi modern harus peduli pada sisi kemanusiaan pelakunya.

Dengan jargon “Cek kesehatan hari ini, sehat di masa depan”, Musi Banyuasin sedang menanam bibit profesionalisme yang tumbuh dari raga yang bugar. Karena pada akhirnya, birokrasi yang sehat adalah kunci bagi masyarakat yang sejahtera. ***

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version