Langkah taktis diambil Pemkab Muba guna menekan ketergantungan pada dana transfer pusat di tengah tren penurunan dana bagi hasil daerah
JAKARTA, NUSALY – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mulai menyiapkan langkah besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah serta transfer pusat dalam membiayai pengadaan proyek pembangunan.
Di tengah tekanan fiskal akibat penurunan Dana Bagi Hasil (DBH), pemda setempat menggandeng Kementerian PPN/Bappenas RI guna menyusun strategi pembiayaan pembangunan yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Langkah penataan arsitektur keuangan daerah ini dibahas intensif dalam Rapat Koordinasi Terkait Kondisi Fiskal Kabupaten Musi Banyuasin dan Upaya Penanganan Permasalahan Fiskal Daerah. Pertemuan berlangsung di Direktorat Pemerintahan, Keuangan Daerah dan Transfer ke Daerah Kementerian PPN/Bappenas RI, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Syafaruddin menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak kementerian yang telah membuka ruang konsultasi serta memberikan arahan strategis terkait tata kelola dan penguatan pembiayaan pembangunan di daerah.
”Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PPN/Bappenas, khususnya Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan, atas kesempatan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk berdiskusi dan berkonsultasi mengenai masa depan pembangunan daerah,” ujar Syafaruddin melalui keterangan resmi tertulis, Rabu (3/6/2026).
Menurut Syafaruddin, koordinasi ini merupakan bagian dari upaya pemda dalam mencari solusi konkret menghadapi tantangan fiskal yang semakin kompleks. Ke depan, roda pembangunan di Bumi Serasan Sekate ditegaskan tidak boleh lagi hanya bertumpu pada pos anggaran konvensional formal.
”Saat ini kami perlu menyiapkan strategi pembiayaan pembangunan yang lebih beragam. Ketergantungan terhadap APBD dan transfer pusat harus mulai dikurangi dengan membuka peluang pembiayaan alternatif yang mampu mendukung percepatan pembangunan daerah,” ucap Syafaruddin.
Potensi investasi
Dalam skema pembiayaan alternatif tersebut, Musi Banyuasin diyakini memiliki modalitas ekonomi yang sangat prospektif untuk menarik minat pasar. Potensi unggulan daerah tersebut tersebar mulai dari sektor hulu minyak dan gas bumi, perkebunan kelapa sawit, energi terbarukan, hilirisasi industri, konektivitas jalan tol, hingga penguatan sumber daya manusia melalui kawasan vokasi.
”Kabupaten Musi Banyuasin memiliki modal besar untuk tumbuh sebagai daerah tujuan investasi. Potensi-potensi tersebut perlu dikemas menjadi proyek yang menarik dan layak dibiayai oleh berbagai mitra pembangunan,” kata Syafaruddin menambahkan.
Guna mengeksplorasi peluang tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Musi Banyuasin Mursalin menjelaskan bahwa pihaknya tengah mendorong kesiapan portofolio sejumlah proyek strategis agar memenuhi kualifikasi pendanaan non-APBD.
Beberapa instrumen pembiayaan kreatif yang siap dioptimalkan antara lain Kerja Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), program Corporate Social Responsibility atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR/TSP), penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga investasi murni sektor swasta.
”Kami berharap Bappenas dapat memberikan pendampingan awal dalam penyusunan project pipeline daerah, membantu mengidentifikasi skema pembiayaan yang paling tepat, serta membuka ruang komunikasi dengan kementerian atau lembaga, BUMN, dan calon investor potensial,” ujar Mursalin.
Transformasi keuangan
Inisiatif proaktif yang ditunjukkan oleh jajaran Pemkab Musi Banyuasin mendapat respons positif dari otoritas perencanaan nasional. Otoritas pusat menilai langkah daerah merumuskan strategi pembiayaan baru di tengah ketatnya ruang fiskal adalah kebijakan yang sangat tepat.
Koordinator Tim Keuangan Daerah Kementerian PPN/Bappenas RI Yuanita Habibah mengapresiasi keseriusan pemda dalam melakukan transformasi keuangan daerah. Keterbatasan dana transfer sudah selayaknya disiasati dengan optimalisasi sektor komersial daerah yang terukur.
”Kami melihat Kabupaten Musi Banyuasin memiliki potensi ekonomi yang cukup kuat serta sejumlah sektor unggulan yang dapat dikembangkan menjadi proyek-proyek strategis yang menarik bagi investor. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana potensi tersebut diterjemahkan menjadi project pipeline yang matang, terukur, dan memiliki skema pembiayaan yang jelas,” tandas Yuanita. (ril/dhi)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang





