Scroll untuk baca artikel
Kampus

Manifesto Pengabdian di Tanjung Lubuk dan Upaya Memutus Rantai Apatisme Kesehatan

×

Manifesto Pengabdian di Tanjung Lubuk dan Upaya Memutus Rantai Apatisme Kesehatan

Sebarkan artikel ini

Kehadiran mahasiswa KKN UNISKI di Kelurahan Tanjung Lubuk melampaui sekadar pemenuhan kewajiban akademis. Melalui inisiatif cek kesehatan gratis dan donor darah, kelompok intelektual muda ini sedang menguji efektivitas kolaborasi teknokratis antara kampus, birokrasi kecamatan, dan otoritas medis dalam menjawab kerentanan kesehatan di wilayah penyangga Ogan Komering Ilir.

Manifesto Pengabdian di Tanjung Lubuk dan Upaya Memutus Rantai Apatisme Kesehatan
Cek Kesehatan Gratis yang diinisiasi mahasiswa Kelompok 1 KKN UNISKI. (Dok. Istimewa)

TANJUNG LUBUK, NUSALY — Di koridor Puskesmas Tanjung Lubuk yang biasanya riuh oleh antrean pasien rutin, Rabu (28/1/2026), suasana berubah menjadi ruang kolaborasi multidimensi. Sejumlah mahasiswa dengan almamater Universitas Islam Ogan Komering Ilir (UNISKI) tampak sibuk mengarahkan warga, bukan untuk urusan administratif, melainkan sebagai bagian dari inisiatif “Cek Kesehatan Gratis” (CKG) dan donor darah.

Langkah yang diambil Kelompok 1 KKN UNISKI ini merupakan sebuah antitesis terhadap kritik yang sering menyebut Kuliah Kerja Nyata (KKN) hanya sebagai “wisata akademik” tanpa dampak terukur. Di Tanjung Lubuk, para mahasiswa ini memilih untuk menyentuh isu paling fundamental dalam pembangunan manusia: ketahanan fisik dan kepedulian sosial. Dalam waktu pengabdian yang relatif singkat, yakni hanya satu bulan, mereka mencoba meninggalkan jejak melalui intervensi kesehatan preventif yang melibatkan lintas sektoral.

Kebutuhan Preventif

Cek Kesehatan Gratis yang diinisiasi mahasiswa ini sebenarnya memotret kebutuhan mendasar masyarakat perdesaan dan kelurahan akan akses skrining dini. Pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah bukan sekadar rutinitas medis, melainkan upaya memetakan risiko penyakit tidak menular (PTM) yang trennya kian meningkat di daerah. Dengan menghadirkan tenaga medis langsung untuk konsultasi, mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang meruntuhkan sekat psikologis antara warga dan institusi kesehatan.

Ketua Kelompok 1 KKN UNISKI Posko Kelurahan Tanjung Lubuk, Rio Hakan Sukur, menegaskan bahwa keberhasilan program perdana ini merupakan buah dari sinkronisasi yang apik antara berbagai otoritas. “Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan dari Puskesmas, PMI, RSUD Kayuagung, hingga unsur TNI dan Polri,” ujar Rio. Keterlibatan institusi keamanan dan pemerintah kecamatan menunjukkan bahwa isu kesehatan adalah “bahasa universal” yang mampu menyatukan berbagai instansi dalam satu meja pelayanan.

Baca juga  Jelang Lebaran, Rumah Sekaligus Toko di OKI Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 200 Juta

Secara sosiologis, antusiasme warga yang hadir mendonorkan darahnya mencerminkan adanya deposit modal sosial yang tinggi di Tanjung Lubuk. Donor darah bukan hanya urusan stok kantong darah di PMI Kabupaten OKI, melainkan tentang menumbuhkan kembali rasa solidaritas kemanusiaan di tengah masyarakat yang kian individualistis. Mahasiswa, dalam hal ini, bertindak sebagai katalisator yang mengubah kepedulian pasif menjadi aksi nyata yang menyelamatkan nyawa.

Sinergi Teknokrasi

Camat Tanjung Lubuk, Konarianto, SSTP, melihat inisiatif ini sebagai bantuan bagi kerja-kerja pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dalam kacamata kebijakan publik, kolaborasi antara akademisi dan pemerintah lokal seperti ini merupakan model triple helix yang efisien untuk diterapkan di tingkat kecamatan. Mahasiswa membawa energi dan inovasi, sementara pemerintah menyediakan infrastruktur dan legitimasi sosial.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Program ini sangat membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menjadi contoh kolaborasi yang baik,” ungkap Konarianto. Pernyataan ini menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN seharusnya tidak menjadi beban bagi desa atau kelurahan, melainkan menjadi solusi atas hambatan-hambatan komunikasi publik yang sering dialami birokrasi lokal.

Kehadiran TNI dan Polri dalam menyukseskan kegiatan ini juga memberikan sinyal penting mengenai konsep ketahanan wilayah yang berbasis kesehatan. Masyarakat yang sehat adalah pilar utama dari stabilitas sebuah daerah. Integrasi antara pengabdian kampus dan dukungan aparat keamanan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga untuk berpartisipasi dalam program-program pembangunan.

Dampak Resiprokal
Ketua Kelompok 1 KKN UNISKI Posko Kelurahan Tanjung Lubuk, Rio Hakan Sukur, menegaskan bahwa keberhasilan program perdana ini merupakan buah dari sinkronisasi yang apik antara berbagai otoritas. (Dok. Istimewa)

Dampak Resiprokal

Meskipun masa pengabdian mahasiswa UNISKI ini tergolong singkat, dampak yang dihasilkan bersifat resiprokal atau timbal balik. Bagi masyarakat, mereka mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa biaya dan edukasi kesehatan langsung. Namun bagi mahasiswa, pengalaman di Tanjung Lubuk ini adalah laboratorium nyata untuk menguji kematangan kepemimpinan, kemampuan manajerial, dan kepekaan sosial mereka sebelum benar-benar terjun ke dunia profesional.

Baca juga  Pj Bupati OKI Asmar Wijaya Serahkan DPA 2025, Tekankan Efisiensi Anggaran dan Belanja Produktif untuk Rakyat

Rio Hakan Sukur menyadari batasan waktu tersebut, namun ia tetap optimistis. “Kami berharap kehadiran mahasiswa UNISKI dapat memberikan manfaat nyata serta meninggalkan kesan dan dampak positif, khususnya di bidang kesehatan dan sosial,” tandasnya. Inilah esensi dari pengabdian masyarakat dalam pendidikan tinggi: meninggalkan sebuah sistem atau memori kolektif yang mendorong warga untuk lebih peduli pada kualitas hidup mereka sendiri.

Keberhasilan di Tanjung Lubuk ini seharusnya menjadi standar baru bagi pelaksanaan KKN di wilayah Ogan Komering Ilir lainnya. Ketika mahasiswa mampu memobilisasi sumber daya dari berbagai pihak—mulai dari PMI hingga kepolisian—untuk satu tujuan sosial, maka fungsi perguruan tinggi sebagai agen perubahan benar-benar terwujud. Di balik lembar laporan KKN yang akan disusun nanti, tertanam harapan bahwa masyarakat Tanjung Lubuk akan terus menjaga semangat preventif kesehatan yang telah diinisiasi oleh kelompok intelektual muda ini.

(dhi)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.