Layanan air bersih bagi ratusan pelanggan di Palembang kembali normal setelah perbaikan pipa transmisi peninggalan era 1950-an rampung dikerjakan. Perumda Tirta Musi kini mengkaji rencana relokasi jalur pipa di kawasan Sudirman dengan estimasi investasi mencapai Rp2 miliar.
PALEMBANG, NUSALY – Kerentanan infrastruktur air bersih di jantung Kota Palembang kembali memicu persoalan. Jaringan pipa milik Perumda Tirta Musi yang telah tertanam sejak tahun 1952 mengalami pecah di depan Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH). Insiden ini tidak hanya melumpuhkan distribusi air, tetapi juga mengancam struktur aspal di jalur protokol Jalan Jenderal Sudirman.
Faktor usia menjadi tersangka utama di balik rapuhnya pipa tersebut. Direktur Operasional Perumda Tirta Musi, Rahmat, menyebut jaringan pipa ini sudah melayani warga selama 74 tahun—sebuah durasi yang jauh melampaui batas teknis operasional pipa pada umumnya.
“Kebocoran ini murni karena usia. Pipa dipasang tahun 1952 dan masih dipaksa beroperasi sampai detik ini. Karatan dan korosi sudah memakan hampir seluruh bagian pipa,” tegas Rahmat saat memantau lokasi perbaikan, Jumat (8/5/2026).
Di tengah debu pengerjaan fisik, manajemen Tirta Musi menyempatkan diri membagikan bingkisan kecil bagi pengendara yang melintas. Aksi simpatik ini menjadi upaya meredam kekecewaan publik akibat kemacetan panjang yang sempat mengepung area depan RSMH selama proses penyambungan pipa berlangsung.
Normalisasi 880 Sambungan Pelanggan
Hingga Jumat petang, distribusi air menuju 880 pelanggan yang terdampak dilaporkan telah pulih total. Tekanan air di rumah-rumah warga kembali stabil setelah tim teknis berjibaku menyelesaikan pengelasan jalur yang pecah.
Namun, perbaikan ini hanyalah napas buatan bagi infrastruktur yang sudah menua. Sejarah mencatat, jaringan di kawasan Sudirman memang bermasalah. Sebagian pipa dari Simpang Sekip hingga Bank Indonesia sempat diganti pada 2012 silam.
Ironisnya, pengerjaan saat itu terpaksa mangkrak karena adanya agenda internasional besar di Palembang, meninggalkan titik-titik lemah yang sewaktu-waktu bisa meledak kembali.
Titik serupa juga menghantui kawasan Jalan Kapten A Rivai hingga Jalan Veteran menuju 3 Ilir. Meski masih menggunakan pipa uzur, posisinya dinilai lebih aman lantaran hanya digunakan untuk mengalirkan air baku dengan tekanan rendah. Namun, risiko tetap mengintai jika tidak ada langkah radikal.
Investasi Rp2 Miliar dan Sistem Boring
Tirta Musi kini tidak ingin lagi sekadar menambal sulam. Manajemen menyiapkan rencana relokasi pipa sepanjang 750 meter menggunakan pipa jenis ADB. Material ini dipilih karena sistem sambungannya kedap dan tahan terhadap zat asam tanah yang memicu korosi.
Investasi besar pun disiapkan. Rahmat memproyeksikan dana sekitar Rp2 miliar untuk pengadaan material dan jasa pemasangan. Jika pengkajian pada Juli mendatang berjalan mulus, proyek ini ditargetkan rampung pada Desember 2026 melalui skema anggaran perubahan.
Strategi pemasangannya pun berbeda. Jalur baru tidak akan menumpang di badan jalan, melainkan digeser ke sisi parit. “Kami akan gunakan sistem boring agar tidak perlu menggali aspal secara terbuka. Ini lebih aman bagi mobilitas warga karena pengerjaan berada di luar jalur utama,” kata Rahmat.
Beban Ganti Rugi Jalan Rp900 Juta
Dampak kerusakan aspal akibat semburan air dari pipa yang pecah ternyata cukup masif. Tirta Musi mengestimasi biaya perbaikan jalan di depan RSMH mencapai angka Rp900 juta. Nilai ini menjadi kerugian yang harus ditanggung sepenuhnya oleh kantong perusahaan.
Koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) telah dilakukan untuk memastikan pemulihan jalan dilakukan secara standar. Perusahaan berkomitmen mengembalikan fungsi jalan secepat mungkin agar nadi ekonomi di jalur Sudirman kembali berdenyut normal tanpa hambatan lubang bekas galian.
Perbaikan permanen melalui relokasi pipa adalah harga mati bagi layanan publik di Bumi Sriwijaya. Bagi pelanggan, aliran air tanpa henti adalah hak yang harus dijamin, meskipun itu berarti perusahaan harus menggali kembali sisa-sisa infrastruktur peninggalan tujuh dekade silam. (dhi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





