MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Palembang Berdaya

Ratu Dewa Tagih Integritas ASN Palembang di Pelataran Benteng Kuto Besak

Ratu Dewa Tagih Integritas ASN Palembang di Pelataran Benteng Kuto Besak
Wali Kota Ratu Dewa pimpin apel pagi gabungan dan halalbihalal ASN Pemkot Palembang di BKB. Dok. Diskominfo Palembang

Libur panjang Idul Fitri 1447 H resmi usai. Di bawah bayang-bayang sejarah Benteng Kuto Besak, ribuan ASN Pemerintah Kota Palembang dikumpulkan bukan sekadar untuk bersalaman, melainkan untuk menerima mandat penajaman pelayanan publik yang tanpa kompromi.

PALEMBANG, NUSALY – Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) mendadak berubah menjadi lautan seragam cokelat khakis, Senin (30/3/2026) pagi. Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Palembang berdiri tegap mengikuti apel pagi gabungan. Momentum ini menjadi titik balik bagi mesin birokrasi Bumi Sriwijaya untuk kembali berputar kencang setelah masa jeda Lebaran.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa memimpin langsung jalannya apel yang berlangsung di tepi Sungai Musi tersebut. Baginya, apel perdana pasca-Idul Fitri 1447 H bukan sekadar rutinitas absensi. Ini adalah momen krusial untuk memastikan bahwa “mesin” pelayanan publik tidak mengalami pelambatan atau starting trouble setelah menikmati libur panjang. Suasana penuh kekeluargaan memang terasa, namun aroma ketegasan mandat kerja tetap menjadi menu utama dalam amanat sang Wali Kota.

Mandat Pelayanan

Ratu Dewa berdiri di podium dengan tatapan yang menyapu barisan. Ia sadar betul bahwa ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan cepat tidak pernah libur. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa kedisiplinan bukan sekadar soal jam masuk kerja, melainkan soal integritas dalam merespons kebutuhan warga. Tidak boleh ada penurunan semangat; setiap berkas yang tertunda selama libur harus segera diselesaikan dengan standar pelayanan prima.

“Tidak boleh ada penurunan semangat dalam bekerja. Semua pegawai ASN Pemkot harus memberikan pelayanan cepat dan optimal kepada masyarakat,” tegas Ratu Dewa. Ia mewanti-wanti agar euforia hari raya tidak dibawa ke meja kantor. Pelayanan profesional adalah harga mati bagi setiap abdi negara yang bernaung di bawah panji Pemerintah Kota Palembang. Kinerja mereka adalah wajah pemerintah di mata rakyat, dan wajah itu harus tetap cerah meski baru saja melalui masa libur yang melelahkan.

Pelayanan prima bagi Ratu Dewa bukan sekadar slogan di spanduk-spanduk OPD. Ia menagih bukti nyata di lapangan. ASN diminta mempunyai integritas tinggi dan melakukan pelayanan terbaik sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada publik. “Saya katakan dengan tegas, kinerja ASN menjadi prioritas yang utama. Pelayanan harus profesional,” sambungnya dengan nada bicara yang rendah namun penuh penekanan.

Soliditas Birokrasi

Usai arahan yang tajam, suasana mencair saat memasuki sesi Halalbihalal. Tradisi saling memaafkan ini menjadi jembatan untuk meruntuhkan sekat-sekat birokrasi yang kaku antar-instansi. Para kepala OPD hingga staf paling bawah saling bersalaman, menciptakan lingkaran silaturahmi yang erat di bawah terik matahari pagi yang mulai meninggi. Tradisi ini dipandang penting untuk memperkuat soliditas internal sebelum mereka kembali ke pos masing-masing.

Soliditas ini menjadi modal sosial yang besar bagi Pemerintah Kota Palembang. Tanpa hubungan yang harmonis antar-pegawai, kolaborasi lintas sektor yang menjadi visi Ratu Dewa sulit terwujud. Halalbihalal rutin ini bukan sekadar seremoni maaf-maafan, melainkan upaya mempererat tali persaudaraan agar koordinasi pekerjaan di sisa tahun anggaran 2026 berjalan tanpa hambatan komunikasi.

Para pegawai yang berkumpul sejak pagi hari tampak larut dalam momen kebersamaan tersebut. Meskipun mengenakan seragam dinas lengkap yang mencerminkan formalitas, interaksi yang terjadi terasa sangat manusiawi. Inilah sisi lain dari birokrasi Palembang: sebuah keluarga besar yang dituntut bekerja keras namun tetap menjaga akar budaya dan nilai-nilai religiusitas pasca-bulan suci Ramadhan.

Akselerasi Kinerja

Momen di BKB ini menjadi sinyal kuat bagi seluruh warga Palembang bahwa roda pemerintahan kembali bergerak. Akselerasi kinerja menjadi kata kunci yang diinginkan Ratu Dewa. Ia berharap semangat baru yang didapat setelah berkumpul dengan keluarga di kampung halaman bisa dikonversi menjadi energi positif untuk membangun kota. Penataan kawasan publik, perbaikan infrastruktur, hingga layanan administrasi kependudukan harus langsung tancap gas tanpa alasan transisi.

Apel gabungan ini berakhir dengan tekad kolektif untuk menjaga marwah Palembang sebagai kota yang melayani. Ratu Dewa menitipkan pesan agar setiap unit kerja saling mendukung dan menghindari ego sektoral. Baginya, keberhasilan pembangunan kota hanya bisa dicapai jika ribuan ASN yang hadir pagi itu bergerak dalam satu irama yang sama: integritas dan pelayanan.

Dengan bubarnya barisan apel, ribuan abdi negara tersebut kembali ke kantor masing-masing membawa bekal mandat baru. Pelataran Benteng Kuto Besak kembali tenang, namun pesan Wali Kota Ratu Dewa masih menggema di kepala setiap pegawai. Palembang siap melayani kembali, dengan semangat yang lebih segar dan integritas yang lebih kokoh di bawah panji Palembang Darussalam. (*/desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version