Scroll untuk baca artikel
MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --

Banner Pemprov Sumsel Ramadhan 1447 H

Banner Ramdan Pemkab MUBA

Banner Ramdan DPRD OKI

Banner Ramdan Pemkab OKU Selatan
Headline

Ratusan Kerbau di OKI Diserang Penyakit Ngorok, Disbunnak Sigap Lakukan Vaksinasi Massal

×

Ratusan Kerbau di OKI Diserang Penyakit Ngorok, Disbunnak Sigap Lakukan Vaksinasi Massal

Sebarkan artikel ini
Ratusan Kerbau di OKI Diserang Penyakit Ngorok, Disbunnak Sigap Lakukan Vaksinasi Massal
Ratusan Kerbau di OKI Diserang Penyakit Ngorok, Disbunnak Sigap Lakukan Vaksinasi Massal

OKI, Nusaly.com – Ratusan kerbau di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, terserang penyakit ngorok yang disebabkan oleh virus Septicaemia Epizootica (SE).

Sebelumnya, sebanyak 15 ekor kerbau milik peternak di Desa Riding, Kecamatan Pangkalan Lampam, mati mendadak. Hasil investigasi tim UPTD Pusat Kesehatan Hewan Pampangan menunjukkan bahwa kematian kerbau tersebut disebabkan oleh virus SE.

“Penyakit ngorok ini menyebabkan demam, kerbau berliur dan terdengar ngorok. Hal ini disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida yang menyerang sistem pernapasan secara akut,” ungkap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak OKI, Sadi Purwanto, Minggu (7/4/2024).

Vaksinasi Massal dan Tantangan Pemeliharaan

Menanggapi kejadian ini, Disbunnak OKI bergerak cepat dengan melakukan pengobatan massal pada hewan yang sakit dan memberikan vaksinasi kepada 450 ekor kerbau di Kecamatan Pampangan, Pangkalan Lampam, dan Air Sugihan.

“Stok vaksin yang tersedia ada 1.200 dosis untuk kerbau yang masih sehat,” kata Purwanto.

Kondisi pemeliharaan hewan kerbau yang diliarkan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Vaksinasi dan pengobatan hanya bisa dilakukan pada malam hari saat kerbau sudah berada di kandang.

Harapan dan Upaya Pencegahan

Disbunnak OKI mengimbau para peternak untuk membantu hewan ternaknya disuntik vaksin. Penyakit ngorok ini bisa disembuhkan dan tidak menular kepada manusia.

Upaya pencegahan lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar, serta memberikan pakan yang berkualitas. ***

error: Content is protected !!