Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba turun langsung ke SD Negeri Simpang Kurun guna memastikan kondusivitas belajar dan keselamatan peserta didik.
BAYUNG LENCIR, NUSALY – Komitmen Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bukan sekadar slogan. Menindaklanjuti arahan tegas Bupati Musi Banyuasin H.M. Toha Tohet, S.H., jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) bersama Camat Bayung Lencir bergerak cepat menyelesaikan permasalahan antar-siswa yang mencuat di SD Negeri Simpang Kurun, Rabu (1/4/2026).
Kepala Dinas Dikbud Muba, Yayan, S.E., M.M., memimpin langsung peninjauan lapangan tersebut. Kehadirannya merupakan bentuk respon instan atas instruksi Bupati yang diterima sehari sebelumnya. Tidak sendirian, Yayan didampingi tim lengkap mulai dari Kabid Pembinaan SD, Korwil Dikbud, hingga pengawas wilayah. Turut hadir pula tim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Muba untuk memastikan hak-hak anak tetap terlindungi.
Klarifikasi dan Mediasi
Dalam kunjungan tersebut, tim menggali keterangan dari berbagai saksi mata di lokasi kejadian. Berdasarkan fakta yang dihimpun, muncul informasi bahwa dugaan perundungan yang beredar perlu diluruskan. Diduga, terjadi insiden pemukulan yang dipicu oleh dinamika antar-siswa di sekolah.
Kepala Dinas menyayangkan ketidakhadiran pihak korban dan orang tua dalam pertemuan klarifikasi tersebut. Padahal, pada mediasi pertama Februari 2024 lalu, kedua belah pihak sebenarnya telah bersepakat untuk saling memaafkan. Persoalan kembali mencuat setelah orang tua korban menyatakan anaknya enggan melanjutkan sekolah di tempat semula.
“Kami ingin memastikan semua pihak mendapatkan keadilan. Fokus utama Bapak Bupati adalah anak-anak harus tetap bersekolah. Jika memang ingin pindah sekolah demi kenyamanan psikologis, kami siap memfasilitasi sepenuhnya,” tegas Yayan di hadapan jajaran sekolah dan perangkat desa.
Sinergi Lintas Sektor
Langkah persuasif berlanjut ke Kantor Camat Bayung Lencir. Camat Zukar, S.Km., M.Si., bersama unsur pimpinan kecamatan (Tripika) termasuk Babinsa dan pihak Polsek, menyatakan kesiapannya menjaga kondusivitas dunia pendidikan di wilayahnya. Sinergi ini bertujuan agar masalah personal antar-siswa tidak berkembang menjadi gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.
Pemerintah daerah tidak berhenti pada diskusi. Hari ini, Kamis (2/4/2026), DPPPA Muba menjadwalkan pertemuan lanjutan di kantor mereka di Sekayu. Agenda ini khusus dirancang untuk mendengarkan keterangan dari pihak yang merasa menjadi korban yang sebelumnya berhalangan hadir.
Komitmen Lingkungan Aman
Instruksi Bupati Toha Tohet sangat jelas: tidak boleh ada anak Muba yang putus sekolah karena permasalahan di lingkungan pendidikan. Pemerintah hadir bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memberikan solusi administratif maupun pendampingan psikologis melalui UPTD PPA.
Upaya kolaboratif ini menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Toha Tohet, setiap permasalahan di tingkat tapak mendapatkan atensi langsung dari pimpinan tertinggi. Keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan pendidikan peserta didik adalah harga mati bagi Pemkab Muba. Langkah cepat di Bayung Lencir ini diharapkan menjadi preseden positif dalam penanganan konflik sekolah melalui pendekatan persuasif dan kekeluargaan. (*/dhi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





