Tingginya curah hujan dalam sepekan terakhir memicu kerentanan kesehatan pada bibit ayam atau Day Old Chick (DOC). Para pedagang di pasar tradisional terpaksa mengubah strategi stok dan memperketat perawatan guna menekan risiko kematian massal akibat suhu dingin yang ekstrem.
TERUSAN, NUSALY – Kondisi cuaca yang lembap dan dingin menjadi ancaman serius bagi kelangsungan usaha pedagang anakan ayam di pasar-pasar tradisional. Di Pasar Kalangan Terusan, Kabupaten Musi Banyuasin, para pedagang harus bekerja ekstra keras memastikan suhu kandang tetap stabil guna mencegah kematian bibit ayam yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan.
Sarmuda (49), salah satu pedagang di Pasar Terusan, mengungkapkan bahwa musim hujan kali ini membawa tantangan fisik dan finansial yang lebih berat. Menurutnya, anakan ayam memerlukan perhatian khusus pada pengaturan suhu agar daya tahan tubuhnya tidak drop.
“Kalau musim hujan seperti ini, anak ayam sangat sensitif. Jika tidak dijaga dengan baik, bisa mati karena suhu terlalu dingin,” ujar Sarmuda saat ditemui di lapaknya, Minggu (5/4/2026).
Manajemen Risiko dan Stok
Selain menjaga stabilitas suhu kandang, faktor nutrisi melalui pemberian pakan yang teratur menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan DOC. Sarmuda menjelaskan bahwa keseimbangan suhu—tidak terlalu dingin namun juga tidak terlalu panas—adalah standar mutlak dalam merawat bibit ayam kualitas unggul.
Guna mengantisipasi kerugian finansial yang lebih besar akibat potensi kematian, Sarmuda memilih langkah moderat dengan memangkas volume stok. Strategi ini diambil untuk memastikan seluruh anakan ayam yang ada mendapatkan perawatan maksimal di tengah cuaca yang tidak menentu.
“Jika biasanya saya mampu menampung hingga 300 ekor, kini hanya sekitar 100 ekor per pengambilan. Ini cara paling aman agar kerugian tidak membengkak,” jelasnya.
Omzet yang Fluktuatif
Dari sisi ekonomi, pendapatan pedagang kecil seperti Sarmuda sangat bergantung pada animo masyarakat yang berkunjung ke pasar tradisional. Saat kondisi pasar ramai, ia mampu meraup omzet sekitar Rp 300.000 per hari. Namun, angka tersebut sering kali merosot tajam saat hujan turun sejak pagi hari yang membuat kunjungan pembeli sepi.
Harga anakan ayam di tingkat pedagang saat ini cukup bervariasi. Untuk kualitas terbaik dibanderol Rp 12.000 per ekor, sementara kualitas sedang dijual seharga Rp 8.000. Tersedia pula jenis ayam hias berwarna yang dipatok seharga Rp 3.000 per ekor.
Kondisi musim hujan yang berkepanjangan ini memperlihatkan betapa rentannya sektor usaha kecil di pasar tradisional terhadap faktor alam. Para pedagang kini hanya bisa berharap cuaca segera membaik agar risiko kematian ternak dapat ditekan dan aktivitas perdagangan kembali stabil untuk menopang pendapatan keluarga. (hra)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





