Ibadah sholat Jumat berjamaah menjadi ruang bagi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru untuk mendorong transformasi fungsi masjid sebagai pusat penguatan ekonomi dan sosial keagamaan.
PALEMBANG, NUSALY – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperluas fungsi masjid agar tidak sekadar menjadi tempat ibadah ritual keagamaan yang pasif. Tempat ibadah sudah saatnya ditransformasikan menjadi episentrum atau pusat kegiatan positif yang mampu menggerakkan roda sosial dan kemaslahatan warga di sekitarnya.
Pesan bernuansa spiritual dan sosial tersebut digaungkan Herman Deru di hadapan ratusan jemaah saat melaksanakan ibadah sholat Jumat berjamaah di Masjid Fajrul Falah, Jalan Lubuk Bakung, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Jumat (12/6/2026).
Kunjungan kerja yang dikemas melalui petualangan spiritual mingguan ini merupakan bagian dari gaya kepemimpinan lapangan yang konsisten diterapkan untuk menyerap aspirasi sekaligus mempererat tali silaturahmi secara langsung dengan masyarakat di tingkat tapak.
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru mengajak seluruh jemaah untuk meresapi dan mengimplementasikan pesan moral yang disampaikan oleh khatib di atas mimbar, khususnya mengenai urgensi gemar bersedekah. Menurut dia, sedekah bukan sekadar kewajiban agama, melainkan kunci spiritual utama dalam membuka pintu rezeki agar mengalir lebih luas dan mendatangkan keberkahan bagi daerah.
“Saya kesini untuk melihat dan bertemu semuanya secara langsung. Hendaknya masjid ini menjadi episentrum dalam kegiatan lain juga,” ungkap Herman Deru hangat.
Transformasi Masjid sebagai Pusat Solusi Warga
Herman Deru menekankan bahwa sejarah mencatat fungsi masjid di era keemasan Islam adalah sebagai pusat peradaban, tempat bermusyawarah, hingga pusat pengelolaan baitulmal untuk mengentaskan kemiskinan umat. Semangat itu yang ingin dihidupkan kembali di Sumatera Selatan.
Melalui manajemen masjid yang modern dan terbuka, berbagai aktivitas keagamaan, pendidikan remaja, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis umat diharapkan bisa lahir dari Masjid Fajrul Falah.
Langkah ini dinilai sangat strategis untuk membangun ketahanan sosial masyarakat kota di tengah dinamika ekonomi modern.
Dengan interaksi yang cair pasca-sholat Jumat, kehadiran kepala daerah di tengah jemaah ini sekaligus memangkas jarak birokrasi yang kaku. Sinergi yang terbangun antara umara, ulama, dan masyarakat awam di Kelurahan Siring Agung ini diharapkan menjadi motor penggerak terciptanya lingkungan masyarakat yang harmonis, religius, dan sejahtera di Sumatera Selatan. ***
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang




