Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Alva Elan menegaskan Lomba Desa Tingkat Provinsi Sumatera Selatan harus dimaknai sebagai instrumen evaluasi pembangunan desa, bukan sekadar kompetisi mencari juara.
BATURAJA, NUSALY – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu memandang Lomba Desa Tingkat Provinsi Sumatera Selatan bukan sekadar ajang menentukan desa terbaik. Bagi Sekretaris Daerah OKU Alva Elan, penilaian tersebut menjadi tolok ukur efektivitas tata kelola pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Penegasan tersebut disampaikan Alva saat menyambut Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Provinsi di Desa Makarti Tama, Kecamatan Peninjauan, Jumat (26/6/2026). Desa Makarti Tama menjadi wakil Ogan Komering Ulu setelah meraih predikat sebagai desa terbaik pada penilaian di tingkat kabupaten.
Bagi Pemkab OKU, hasil penilaian tingkat provinsi tidak hanya menentukan prestasi Desa Makarti Tama. Penilaian itu juga menjadi bahan evaluasi untuk melihat efektivitas kebijakan pembinaan desa yang selama ini dijalankan pemerintah kabupaten.
Alva menilai keberhasilan Desa Makarti Tama melaju ke tingkat provinsi merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur di desa, mulai dari pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), TP PKK, kader, tokoh masyarakat, hingga warga. Menurutnya, keberhasilan sebuah desa tidak dapat diukur secara parsial, melainkan lahir dari konsistensi kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Transformasi Tata Kelola Desa
Menurut Alva, pemerintah kabupaten kini mengarahkan pembangunan desa tidak lagi berfokus pada infrastruktur fisik semata. Prioritas kebijakan telah bergeser pada penguatan kapasitas tata kelola, transparansi pengelolaan keuangan, serta efektivitas pelayanan publik.
Selain memperkuat tata kelola, Pemkab OKU mulai mendorong transformasi digital di tingkat desa. Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat transparansi administrasi tanpa meninggalkan nilai budaya dan semangat gotong royong yang menjadi identitas lokal.
Di bidang ekonomi, pemerintah daerah juga tetap menempatkan pengembangan BUMDes dan pemberdayaan UMKM sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian desa.
Bagi Alva, ukuran keberhasilan Lomba Desa tidak berhenti pada penetapan pemenang. Masukan dari tim penilai, menurutnya, akan menjadi bahan bagi Pemerintah Kabupaten OKU untuk menyempurnakan pembinaan desa sehingga hasil penilaian tidak berhenti sebagai capaian kompetisi, tetapi menjadi dasar penyempurnaan pembinaan desa di Kabupaten Ogan Komering Ulu. (radit)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang




