Sepakbola

Drama Kontroversi di Meja Derby d’Italia

Drama Kontroversi di Meja Derby d’Italia
Alessandro Bastoni menembak dan mengenai tiang gawang dalam pertandingan Serie A antara FC Internazionale dan Juventus FC di Stadion Giuseppe Meazza pada 14 Februari 2026 di Milan, Italia. (Dok. Foto oleh Marco Luzzani/Getty Images)

Inter Milan membungkam 10 pemain Juventus 3-2 dalam laga yang diwarnai kartu merah Pierre Kalulu. Piotr Zielinski menjadi pahlawan kemenangan Nerazzurri di pengujung laga, menjaga tradisi skor tinggi dalam rivalitas abadi kedua tim.

MILAN, NUSALY — Derby d’Italia kembali menyuguhkan anarki taktis yang menguras emosi publik Giuseppe Meazza, Minggu (15/2/2026). Dalam drama lima gol yang penuh noda kontroversi, Inter Milan sukses mengamankan kemenangan 3-2 atas Juventus. Laga ini seolah menjadi sekuel dari rentetan pertemuan kacau kedua tim, menyusul hasil imbang 4-4 musim lalu dan kemenangan tipis Juve 4-3 pada September silam.

Piotr Zielinski muncul sebagai protagonis penentu lewat golnya di menit ke-90, namun sorotan tajam tertuju pada pengusiran bek Juventus, Pierre Kalulu, di akhir babak pertama. Kartu kuning kedua bagi Kalulu memicu perdebatan panas setelah tayangan ulang menunjukkan kontak yang minim terhadap Alessandro Bastoni. Tanpa intervensi VAR untuk kartu kuning, Juventus dipaksa meladeni agresi Inter dengan pincang selama lebih dari 45 menit.

Laga dimulai dengan momen absurd pada menit ke-17 ketika Andrea Cambiaso mencetak gol bunuh diri setelah salah mengantisipasi umpan Luis Henrique. Meski begitu, Cambiaso membayar tuntas kesalahannya sembilan menit kemudian dengan gol penyama kedudukan di mulut gawang Yann Sommer. Saling balas gol ini membuktikan bahwa kedua raksasa Italia ini enggan bermain aman demi gengsi di klasemen Serie A.

Tuah Pemain Pengganti

Inter baru benar-benar memanfaatkan keunggulan jumlah pemain pada pertengahan babak kedua. Federico Dimarco sekali lagi membuktikan statusnya sebagai pelayan paling setia bagi lini depan Nerazzurri. Lewat umpan silang akurat yang menjadi asis ke-14 musim ini, Dimarco memanjakan Francesco Pio Esposito. Penyerang pengganti itu melepaskan sundulan melengkung yang bersarang di pojok gawang Michele Di Gregorio pada menit ke-76.

Juventus, meski kalah jumlah pemain, menunjukkan mentalitas pantang menyerah yang luar biasa. Manuel Locatelli sempat membangkitkan harapan “Si Nyonya Tua” melalui penyelesaian klinis di menit ke-83 setelah menerima sodoran Weston McKennie. Namun, kerapuhan lini belakang Juve dalam meredam transisi cepat Inter di menit-menit akhir akhirnya harus dibayar mahal oleh gol jarak jauh Zielinski yang mengecoh Di Gregorio.

Kembalinya Hakan Calhanoglu ke lapangan setelah absen satu bulan memberikan dimensi baru pada permainan Inter. Meski memulai dari bangku cadangan, gelandang asal Turkiye itu langsung menguji ketangguhan Di Gregorio melalui sepakan keras dari luar kotak penalti. Dominasi Inter di lini tengah menjadi faktor kunci yang meredam upaya Juventus untuk kembali memaksakan hasil imbang di masa injury time.

Kerapuhan Pertahanan

Bagi pelatih Juventus, absennya Khephren Thuram, Dusan Vlahovic, hingga Arek Milik memaksa perubahan formasi ke 4-3-3 yang tampak masih mencari bentuk terbaiknya. Meski Gleison Bremer tampil heroik dengan satu penyelamatan di garis gawang, hilangnya konsentrasi pasca kartu merah Kalulu menjadi lubang menganga yang terus dieksploitasi oleh armada asuhan Simone Inzaghi.

Statistik menunjukkan bahwa Derby d’Italia kini telah bergeser dari kompetisi pertahanan gerendel yang membosankan menjadi festival gol yang tak terduga. Inter Milan kini memiliki modal kepercayaan diri yang besar untuk terus bersaing di jalur scudetto, sementara Juventus harus segera mengevaluasi kedalaman skuat mereka yang mulai digerogoti badai cedera dan persoalan disiplin pemain di lapangan.

Kemenangan tipis ini sekaligus menegaskan dominasi Inter di kandang sendiri. Bagi pendukung Nerazzurri, gol Zielinski di menit akhir bukan sekadar tiga poin, melainkan penegasan kedaulatan di tengah kontroversi yang menyelimuti jalannya pertandingan paling bergengsi di semenanjung Italia tersebut.

(dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version