Scroll untuk baca artikel
Banner Sumsel Maju untuk Semua

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Sumsel Maju Terus untuk Semua

Strategi Mitigasi El Nino, Herman Deru dan Wamentan Pacu Percepatan Tanam di OKU Timur

×

Strategi Mitigasi El Nino, Herman Deru dan Wamentan Pacu Percepatan Tanam di OKU Timur

Sebarkan artikel ini
Strategi Mitigasi El Nino, Herman Deru dan Wamentan Pacu Percepatan Tanam di OKU Timur
Gubernur Herman Deru dampingi Wamentan Sudaryono tinjau irigasi BK 9 dan lakukan percepatan tanam di OKU Timur guna antisipasi dampak El Nino. Dok. BHP Pemprov Sumsel

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono melakukan inspeksi infrastruktur irigasi di Bendungan Komering 9 hingga mengoperasikan alat mesin pertanian sebagai simbol dimulainya gerakan tanam serempak di lahan seluas 4 hektare.

OKU TIMUR, NUSALY – Ancaman fenomena iklim El Nino terhadap sektor pangan direspon cepat oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kementerian Pertanian. Dalam kunjungan kerja di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kamis (23/4/2026), Gubernur Herman Deru dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono turun langsung ke sawah untuk memastikan mesin produksi pangan di Bumi Sriwijaya tetap melaju kencang.

Kunjungan diawali dengan inspeksi mendalam di Bendungan Komering (BK) 9, Desa Sukosari. Infrastruktur irigasi ini merupakan urat nadi bagi ribuan hektare sawah di OKU Timur. Herman Deru dan Sudaryono memastikan distribusi air ke lahan-lahan petani tidak terganggu, mengingat kestabilan pasokan air adalah syarat mutlak dalam menjaga status Sumatera Selatan sebagai lumbung pangan nasional.

Usai memantau pintu air, rombongan bergeser ke Desa Sido Makmur, Kecamatan Belitang. Di sana, keduanya melakukan Gerakan Percepatan Tanam. Bukan sekadar seremoni, Herman Deru dan Wamentan langsung mengoperasikan transplanter riding di lahan seluas 4 hektare. Penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) ini menjadi pesan kuat bahwa efisiensi waktu tanam adalah kunci utama dalam menghadapi anomali cuaca.

Menjaga Nafas Produksi Padi

Langkah percepatan ini diambil untuk memangkas jeda tanam pascapanen. Dengan memanfaatkan teknologi mekanisasi, pemerintah ingin memastikan stabilitas produksi padi tetap terjaga meski dibayangi potensi gangguan iklim yang ekstrem. Bagi Herman Deru, setiap hari yang terbuang tanpa tanam adalah risiko bagi ketahanan pangan daerah.

Sinergi di lapangan ini juga diperkuat dengan konsolidasi organisasi tani. Di lokasi yang sama, tepatnya di Lapangan Sidomakmur, Sudaryono yang juga menjabat Ketua Umum DPN HKTI melantik kepengurusan DPD HKTI Sumatera Selatan periode 2026–2031. Kehadiran wadah baru bagi petani ini diharapkan mampu memperpendek jarak komunikasi antara kebijakan pusat dan kendala teknis yang dihadapi petani di pelosok.

Stabilitas Cadangan di Gudang Bulog

Rangkaian kunjungan kerja ditutup dengan peninjauan ke gudang Perum Bulog. Inspeksi ini bertujuan untuk memvalidasi stok cadangan pangan pemerintah (CPP). Sudaryono dan Herman Deru ingin memastikan bahwa gabah hasil keringat petani terserap secara maksimal dan cadangan beras untuk kebutuhan darurat di Sumatera Selatan berada dalam posisi aman.

Komitmen lintas lembaga ini menunjukkan bahwa urusan perut rakyat tidak bisa dikerjakan setengah hati. Melalui penguatan infrastruktur irigasi, mekanisasi pertanian, hingga pengawasan stok di Bulog, Sumatera Selatan berupaya keras membentengi diri dari ancaman krisis pangan global. Pemerintah memastikan akan terus hadir mendampingi petani agar roda produksi tetap berputar di tengah tantangan alam yang semakin dinamis. (***)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.