Gubernur Herman Deru menitipkan tanggung jawab besar bagi 150 wirausaha muda untuk tidak sekadar berbisnis, tetapi menjadi jembatan akses permodalan dan pemasaran di era ekonomi digital yang kian modern.
PALEMBANG, NUSALY – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Selatan kini sedang dipaksa untuk tidak lagi hanya bermain di pasar konvensional. Jumat (24/4/2026), bertempat di Hotel Excelton Palembang, Gubernur Herman Deru secara resmi membuka program InkuBI Sultan Muda 2026. Pesannya jelas: naik kelas atau tertinggal dalam arus digitalisasi.
Bagi Herman Deru, “naik kelas” bukan sekadar jargon. Ia menekankan bahwa transformasi menuju go digital harus dibarengi dengan karya nyata yang inovatif. Menurutnya, kemauan untuk maju adalah modal awal, namun pengasahan keterampilan dan mentalitas mandiri adalah bahan bakar utamanya.
“Nama Sultan Muda itu punya beban moral. Mereka harus kreatif dan mampu berpikir besar. Jangan cuma jadi pelaku usaha, tapi jadilah jembatan bagi kawan-kawan sejawat dalam mengakses modal dan pasar,” tegas Herman Deru. Ia juga memberikan catatan kritis kepada Bank Indonesia dan OJK untuk lebih serius membedah strategi pemasaran agar produk lokal punya daya pikat di mata konsumen modern.
Inkubasi Dua Bulan dan Business Matching
Program InkuBI tahun ini diikuti oleh 150 pemuda yang telah melewati saringan ketat dari ribuan pendaftar. Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Bambang Pramono, menyebutkan bahwa para peserta ini akan masuk dalam “kawah candradimuka” selama dua bulan. Mereka tidak hanya dilatih soal teknis produksi, tapi juga didampingi dalam memperkuat kapasitas digital.
Bank Indonesia secara khusus menyiapkan fasilitasi business matching. Tujuannya agar produk buatan anak muda Sumatera Selatan bisa langsung terhubung dengan pembeli potensial, baik di level domestik maupun menembus pasar internasional. Pemasaran melalui media sosial tidak lagi dipandang sebagai sampingan, melainkan sebagai mesin pertumbuhan utama bisnis mereka.
Ekosistem Kewirausahaan Baru
Kehadiran jajaran pimpinan OJK dan Bappeda dalam pembukaan ini mengisyaratkan adanya desain besar dalam pembangunan ekonomi daerah. Penguatan sarana fisik dan akses pembiayaan yang lebih cair menjadi target yang ingin dicapai melalui sinergi lintas instansi ini.
Visi besar dari InkuBI 2026 adalah menciptakan ekosistem kewirausahaan yang sehat dan kompetitif. Dengan bekal pendampingan yang intens, 150 Sultan Muda ini diharapkan menjadi prototipe pengusaha baru di Sumatera Selatan yang tidak hanya lincah di dunia maya, tetapi juga memiliki fundamental bisnis yang kokoh di dunia nyata. Targetnya satu: memosisikan UMKM Sumsel sebagai pemain utama dalam rantai ekonomi nasional yang inklusif. (***)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





