Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Kabupaten OKU ke 116

Banner HUT RI Kabupaten OKU Selatan ke 116

Banner HUT OKU 116 Rudi Hartono

Banner HUT OKU 116 Sekda Alva Elan

Banner HUT OKU 116 Awal Pajri

Banner HUT OKU 116 Ibu Siti PKB

Banner HUT OKU 116 Maryono PDIP

Banner HUT OKU 116 Dadang Wijaya

Banner HUT OKU 116 Disdukcapil
Pemerintahan

Sumatera Selatan Siaga Satu, Belasan Daerah Rawan Karhutla, Pemprov Kerahkan Helikopter

×

Sumatera Selatan Siaga Satu, Belasan Daerah Rawan Karhutla, Pemprov Kerahkan Helikopter

Sebarkan artikel ini
Sumatera Selatan Siaga Satu, Belasan Daerah Rawan Karhutla, Pemprov Kerahkan Helikopter
Sumatera Selatan Siaga Satu, Belasan Daerah Rawan Karhutla, Pemprov Kerahkan Helikopter
Samsat OKU

Dinas Pertanian OKU

Dinas Perkim OKU

Palembang, Nusaly.com – Sumatera Selatan bersiaga penuh menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengintai di musim kemarau ini. Dari 17 kabupaten/kota di provinsi ini, 12 di antaranya telah ditetapkan sebagai daerah rawan karhutla. Tiga daerah, yaitu Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir, bahkan telah lebih dulu menetapkan status siaga darurat karhutla.

“Melihat kondisi saat puncak kemarau dan berdasarkan tingkat kerawanan di Sumsel, ada 12 daerah yang akan menetapkan siaga darurat karhutla,” ujar Sudirman, Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, pada Selasa, 25 Juni 2024.

PT BPR Baturaja (Perseroda)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan pun tak tinggal diam. Menyusul tiga daerah tersebut, Pemprov Sumsel juga telah menetapkan status siaga darurat karhutla. Penetapan ini diambil setelah memenuhi syarat minimal dua daerah yang telah lebih dulu menetapkan status siaga.

Sembilan Daerah Lain Menyusul

Sembilan daerah lain yang masuk dalam daftar rawan karhutla, yaitu Ogan Ilir, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Musi Rawas (Mura), Musi Rawas Utara (Muratara), dan Lahat, juga tengah memproses penetapan status siaga darurat.

Delapan Helikopter Siap Dikerahkan

Mengantisipasi meluasnya karhutla, BPBD Sumsel telah mengajukan permintaan bantuan delapan helikopter kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dua helikopter akan digunakan untuk patroli udara, memantau titik-titik api dan mencegah kebakaran meluas. Sementara itu, enam helikopter lainnya akan difungsikan sebagai water bombing, memadamkan api dari udara.

“Helikopter masih proses permintaan ke BNPB RI. BNPB masih mendata penempatan helikopter itu, karena karhutla bukan hanya terjadi di Sumsel tapi juga di beberapa wilayah Sumatera lainnya,” jelas Sudirman.

Upaya Pencegahan Ditingkatkan

Selain pengerahan helikopter, berbagai upaya pencegahan karhutla juga terus dilakukan. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla dan pentingnya menjaga lingkungan terus digalakkan. Patroli darat juga ditingkatkan untuk mendeteksi dini titik api.

Ancaman Serius bagi Lingkungan dan Kesehatan

Karhutla bukan hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dapat menyebabkan berbagai gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat dan tepat untuk meminimalkan dampak negatifnya.

Sumatera Selatan tengah menghadapi ancaman serius karhutla. Dengan penetapan status siaga darurat di berbagai daerah dan pengerahan helikopter untuk penanganan, diharapkan dampak karhutla dapat diminimalisir. Namun, upaya pencegahan tetap menjadi kunci utama dalam mengatasi masalah ini. Masyarakat diharapkan turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. ***

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

HUT OKU SMAN 1

HUT OKU SMAN 5

HUT OKU SMKN 1