Scroll untuk baca artikel
Banner HUT RI Pemprov Sumsel

Banner Polusi Udara Pemkab Musi Banyuasin

Banner HUT Adhyaksa Sekda Kabupaten OKU

Banner HUT Adhyaksa Damkar Kabupaten OKU
Kilas Daerah

Tiga Bulan Tanpa Hujan, Warga dan Santri di Lubuk Raja Gelar Shalat Istisqaa

×

Tiga Bulan Tanpa Hujan, Warga dan Santri di Lubuk Raja Gelar Shalat Istisqaa

Sebarkan artikel ini

Ancaman kebakaran lahan dan krisis air akibat kemarau panjang mendorong ikhtiar spiritual warga Desa Marta Jaya, Ogan Komering Ulu.

BATURAJA, NUSALY — Ratusan santri dan warga Desa Marta Jaya, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), berkumpul di halaman Yayasan Pondok Pesantren Luqmanul Hakim Batumarta, Sabtu (5/9/2026) pagi. Di bawah terik matahari, sekitar 250 jemaah menggelar shalat sunnah Istisqaa untuk memohon turunnya hujan setelah kawasan tersebut dilanda kemarau panjang selama hampir tiga bulan.

PT BPR Baturaja (Perseroda)

Kemarau yang melanda wilayah OKU dan sebagian besar Sumatera Selatan dalam beberapa bulan terakhir tidak hanya memicu penyusutan debit air sumur warga, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Shalat Istisqaa yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin oleh imam Ustadz H.M. Liswan. Gelar doa bersama ini dihadiri lintas elemen masyarakat dan jajaran pejabat daerah, antara lain Camat Lubuk Raja Ogan Amril, perwakilan Polres OKU AKP Jumadi, Kapolsek Lubuk Raja Iptu Hartomi, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten OKU KH Rokhmat Subeki.

Pimpinan Pondok Pesantren Luqmanul Hakim, M. Ibnu Muhajirin, bersama Kepala Desa Marta Jaya Taufik dan jajaran tokoh agama setempat turut berbaur bersama santriwan, santriwati, dan warga sekitar.

Kecamatan Lubuk Raja menjadi salah satu area yang rentan terhadap dampak musim kemarau. Selain menyusutnya pasokan air bersih, area vegetasi dan lahan perkebunan warga yang mengering berpotensi menjadi pemicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jika tersulut api

Ketua MUI Kabupaten OKU KH Rokhmat Subeki menyampaikan bahwa pelaksanaan shalat Istisqaa merupakan ikhtiar batiniah sekaligus momentum introspeksi diri dalam menjaga kelestarian alam. Menurutnya, permohonan doa memohon hujan perlu diimbangi dengan kesadaran warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Di sisi lain, jajaran Polsek Lubuk Raja menyiagakan personel untuk melakukan pengamanan terbuka dan tertutup di sekitar lokasi, sekaligus mengintensifkan pemantauan wilayah. Kapolsek Lubuk Raja Iptu Hartomi menyatakan, selain mengawal kegiatan keagamaan warga, kepolisian bersama aparat desa terus melakukan monitoring deteksi dini di area rawan karhutla selama musim kemarau berlangsung. (radit)