Kolaborasi strategis PLN dan Kemendes PDT bertujuan mengubah wajah desa dari objek menjadi subjek pembangunan. Melalui integrasi data dan energi bersih, listrik kini diproyeksikan sebagai pemantik produktivitas ekonomi di wilayah tertinggal.
JAKARTA, NUSALY – Paradigma pembangunan desa di Indonesia tengah digeser secara fundamental. Desa kini tidak lagi diposisikan sebagai halaman belakang pembangunan, melainkan ujung tombak titik pertumbuhan ekonomi baru. Transformasi ini diperkuat melalui kolaborasi strategis antara PT PLN (Persero) dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dalam pemanfaatan tenaga listrik untuk mendongkrak kemandirian desa.
Sinergi tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Kerja sama ini tidak sekadar soal menyambung kabel listrik ke pemukiman, tetapi mencakup integrasi data kebutuhan energi, percepatan akses di wilayah terbatas, hingga pengembangan energi baru terbarukan (EBT) berbasis potensi lokal.
Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto menegaskan bahwa kemandirian desa yang berkelanjutan mustahil tercapai tanpa energi yang andal. “Desa hari ini adalah subjek pembangunan. Kita harus memastikan semua energi diarahkan ke desa agar mereka berdaya dan mandiri. Kalau desa maju, Indonesia akan maju,” ujar Yandri.
Langkah ini merupakan implementasi nyata dari mandat Asta Cita ke-6 yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat desa guna pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi.
Keadilan Sosial Lewat Akses Energi
Bagi masyarakat di daerah tertinggal, kehadiran listrik sering kali menjadi penentu antara keterisolasian dan kemajuan ekonomi. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa akses terhadap energi tidak boleh tertinggal jika ingin membangun ekosistem ekonomi lokal yang tangguh.
“Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia harus diwujudkan dalam bentuk nyata. Desa tidak boleh lagi tertinggal akses energinya. Listrik akan membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh,” tutur Darmawan.
Senada dengan itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, yang turut hadir, menilai sinergi lintas sektor ini akan memperkuat fondasi pembangunan Indonesia dari akar rumput. Kolaborasi ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal secara berkelanjutan melalui hilirisasi produk desa yang didukung oleh tenaga listrik.
Melalui kerja sama ini, PLN berkomitmen untuk tidak lagi berjalan sendiri dalam suasana kesendirian. Integrasi data dengan Kemendes PDT memungkinkan pemetaan kebutuhan energi desa menjadi lebih presisi, sehingga investasi infrastruktur kelistrikan dapat langsung menyentuh kegiatan ekonomi produktif yang ada di desa-desa seluruh pelosok Nusantara. (Jum Radit)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





