Scroll untuk baca artikel
Banner Sumsel Maju untuk Semua

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Muba Maju Lebih Cepat

Wakil Bupati Abdur Rohman Husen Desak Percepatan Revitalisasi Jembatan P.6 Lalan

×

Wakil Bupati Abdur Rohman Husen Desak Percepatan Revitalisasi Jembatan P.6 Lalan

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Abdur Rohman Husen Desak Percepatan Revitalisasi Jembatan P.6 Lalan
Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husen tinjau progres revitalisasi Jembatan P.6 Lalan yang capai 57,45%. Dok. Diskominfo Muba

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengoordinasikan langkah percepatan pembangunan kembali Jembatan P.6 di Kecamatan Lalan guna memulihkan mobilitas ekonomi masyarakat. Di tengah progres fisik yang telah melampaui 57 persen, mitigasi terhadap risiko gangguan lalu lintas sungai menjadi fokus utama untuk memastikan kelanjutan proyek berjalan aman dan sesuai jadwal.

PALEMBANG, NUSALY – Penuntasan revitalisasi Jembatan P.6 Lalan kini menjadi prioritas mendesak bagi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) untuk mengakhiri keterisolasian akses warga pasca-insiden ambruknya struktur utama pada 2024 lalu. Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husen memimpin langsung evaluasi lintas sektor untuk menyelaraskan skema teknis pembangunan yang lebih aman dari potensi gangguan kapal tongkang di perairan Lalan.

Dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Perwakilan Muba di Palembang, Kamis (16/4/2026), Wakil Bupati Abdur Rohman menekankan bahwa jembatan ini merupakan urat nadi vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga Kecamatan Lalan. Oleh karena itu, koordinasi intensif bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, otoritas pelabuhan, hingga pelaksana proyek dilakukan untuk memecahkan hambatan di lapangan.

“Jembatan ini sangat vital. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Karena itu, kami berharap proses pembangunannya bisa benar-benar dipercepat,” ujar Abdur Rohman Husen. Ia juga menegaskan perlunya keputusan final mengenai opsi pekerjaan yang mampu meminimalisasi risiko kecelakaan kerja akibat aktivitas Tugboat di area proyek.

Tantangan Mitigasi dan Risiko Perairan

Komitmen pengawalan proyek ini juga disuarakan oleh Asisten I Pemprov Sumatera Selatan Apriyadi, yang menyoroti tingginya kerawanan di bentang sungai sepanjang 80 meter pada area pembangunan. Catatan evaluasi menunjukkan telah terjadi tiga kali insiden tabrakan di lokasi tersebut, termasuk peristiwa terbaru pada 5 April 2026 ketika pipa shoring proyek mengalami kerusakan signifikan akibat tertabrak kapal.

Kondisi geografis dan pasang surut air sungai juga menjadi variabel kendala utama dalam pelaksanaan konstruksi di lapangan. Pemerintah daerah bersama pihak kontraktor kini tengah merumuskan skenario kelanjutan pembangunan yang lebih kokoh guna menghadapi dinamika arus dan lalu lintas sungai yang padat di wilayah tersebut.

Capaian Progres dan Tahapan Konstruksi

Berdasarkan laporan dari KSO PT Ciawenindo Mitra Perkasa, realisasi pengerjaan jembatan hingga minggu kedua April 2026 telah mencapai 57,45 persen. Capaian ini meliputi tahapan engineering, pengadaan material (procurement), serta fase konstruksi fisik di lokasi.

Saat ini, pekerjaan difokuskan pada fabrikasi struktur baja di workshop, pembesian pilecap, serta perkuatan platform kerja. Meski terdapat deviasi tipis akibat gangguan teknis di lapangan, seluruh pihak optimis pembangunan dapat diselesaikan sesuai target jika skema pengamanan jalur sungai diperketat.

Melalui sinergi antara Pemkab Muba, Pemprov Sumsel, dan seluruh pemangku kepentingan, revitalisasi Jembatan P.6 Lalan diharapkan tidak hanya menjadi pemulihan infrastruktur fisik, tetapi juga simbol kembalinya stabilitas distribusi logistik dan kesejahteraan sosial di wilayah perairan Musi Banyuasin. ***

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.