Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Kabupaten OKU ke 116

Banner HUT RI Kabupaten OKU Selatan ke 116

Banner HUT OKU 116 Rudi Hartono

Banner HUT OKU 116 Sekda Alva Elan

Banner HUT OKU 116 Awal Pajri

Banner HUT OKU 116 Ibu Siti PKB

Banner HUT OKU 116 Maryono PDIP

Banner HUT OKU 116 Dadang Wijaya

Banner HUT OKU 116 Disdukcapil
Hukum & Kriminal

Waspada Modus Penipuan Baru Berbasis AI, Guru di Palembang Jadi Korban Rp 27 Juta

×

Waspada Modus Penipuan Baru Berbasis AI, Guru di Palembang Jadi Korban Rp 27 Juta

Sebarkan artikel ini
Waspada Modus Penipuan Baru Berbasis AI, Guru di Palembang Jadi Korban Rp 27 Juta
Waspada Modus Penipuan Baru Berbasis AI, Guru di Palembang Jadi Korban Rp 27 Juta. Foto: Dok. Istimewa
Samsat OKU

Dinas Pertanian OKU

Dinas Perkim OKU
Intinya ...

PALEMBANG, NUSALY — Modus penipuan online semakin canggih dan mengancam. Seorang guru di Kota Palembang bernama Rosida menjadi korban terbaru dari aksi penipuan yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Akibatnya, ia mengalami kerugian mencapai Rp 27 juta setelah terjebak dalam jebakan video call palsu yang mengatasnamakan seorang rekannya.

Kejadian bermula ketika Rosida menerima panggilan video dari nomor yang ia kenal sebagai milik rekannya, seorang pejabat di Kabupaten Banyuasin berinisial Al. Pelaku, dengan video yang menampilkan wajah persis seperti Al, mengaku sedang mengikuti lelang mobil di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.

PT BPR Baturaja (Perseroda)

Terjebak Modus Lelang Fiktif dan Kecurigaan Sang Anak

Pelaku kemudian memancing Rosida agar membantu mengklaim mobil lelang tersebut dengan modus operandi seolah-olah Rosida adalah pembeli fiktif. Pelaku meminta korban untuk mentransfer uang muka (DP) sebesar Rp 27 juta sebagai syarat untuk melunasi mobil lelang tersebut, dengan janji mobil itu akan dijual kembali ke rekan lain dengan harga lebih tinggi.

“Saya kena tipu dengan dua kali transferan totalnya Rp 27 juta,” kata Rosida.

Untungnya, aksi penipuan ini terhenti berkat kecurigaan anak Rosida, Andri. Ia merasa aneh dengan percakapan tersebut. “Anak saya tahu kalau aku manggil Al bukan dengan nama, tapi ada panggilan akrab. Anak saya langsung mengajak saya ke rumah Al untuk memastikan, ternyata Al lagi berduka, keluarganya ada yang meninggal dan tidak tahu menahu soal lelang itu,” tukas Rosida.

Mirip dengan Aslinya, Berkat AI dan Medsos

Rosida mengaku yakin dengan penipu karena video yang ditampilkan saat video call sangat mirip dengan wajah rekannya di foto media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku diduga kuat menggunakan aplikasi berbasis AI untuk menciptakan “deepfake” yang meniru identitas orang lain dengan akurasi tinggi.

Laporan korban telah diterima oleh Ka SPKT Polda Sumsel, AKP Sutioso, yang menegaskan akan memproses laporan tersebut sesuai prosedur. Rosida berharap pihak kepolisian dapat menindaklanjuti kasus ini agar tidak ada lagi masyarakat lain yang menjadi korban modus penipuan serupa. (emen)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

HUT OKU SMAN 1

HUT OKU SMAN 5

HUT OKU SMKN 1