KAYUAGUNG, NUSALY – Nama H. Ahmad Bermawi, M.Pd mungkin sudah tidak asing di dunia pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Namun, pengakuan nasional yang diterimanya pada penghujung tahun 2025 memberikan penegasan baru: inovasi pendidikan paling efektif sering kali lahir dari tangan dingin praktisi di lapangan yang memahami betul denyut nadi tantangan daerah.
Dalam balutan jas formal dan selempang hijau bertuliskan “Juara Favorit Tendik Inovatif Tingkat Nasional Tahun 2025”, Ahmad Bermawi tampak berdiri tegak di tengah barisan pejabat Forkopimda pada upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia. Upacara yang dipusatkan di MAN Insan Cendekia (IC) OKI, Sabtu (3/1/2026) tersebut, menjadi panggung apresiasi bagi kegigihannya melakukan transformasi pendidikan yang kini diakui secara nasional.
Piagam penghargaan yang digenggamnya bukan sekadar kertas, melainkan apresiasi tertinggi dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang ditandatangani oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Di hadapan ratusan pendidik, Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menyerahkan langsung piagam tersebut kepada Ahmad Bermawi sebagai simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap penguatan kualitas sumber daya manusia di wilayahnya.
Inovasi yang Berpihak pada Siswa
Dunia pendidikan masa kini sering kali terjebak dalam jargon teknologi tanpa substansi. Ahmad Bermawi memilih jalan yang berbeda. Inovasi yang ia tawarkan menyentuh aspek fundamental: bagaimana menciptakan ekosistem belajar yang adaptif namun tetap membumi. Di SMK Bina Bangsa Kayuagung, ia dikenal sebagai arsitek yang menghubungkan kurikulum sekolah dengan kebutuhan industri—sebuah isu krusial yang menentukan masa depan lulusan sekolah kejuruan di tengah persaingan bursa kerja yang kian ketat.
“Pendidikan adalah tentang memanusiakan manusia. Inovasi tidak harus selalu mahal, tetapi harus menjawab masalah,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan diskusi terbatas dengan Nusaly.com.
Strategi yang ia terapkan di madrasah dan SMK Bina Bangsa sering kali menjadi rujukan bagi pendidik lain di Sumatera Selatan. Keberhasilannya mengawinkan nilai-nilai karakter di madrasah dengan keterampilan teknis di sekolah kejuruan merupakan sebuah terobosan edukasi yang solutif bagi tantangan zaman. Inilah yang membuatnya layak menyandang gelar Juara Favorit; ia mampu menggerakkan dukungan publik karena karyanya yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melampaui Sekat Birokrasi dan Geografis
Salah satu poin menarik dari profil Ahmad Bermawi adalah kemampuannya menyeimbangkan peran di dua institusi berbeda. Sebagai pengawas di bawah Kemenag, ia bertugas menjaga mutu madrasah agar tetap kompetitif. Di sisi lain, dedikasinya sebagai Kepala SMK Bina Bangsa Kayuagung menunjukkan semangat pengabdian lintas batas yang nyata. Di era di mana birokrasi sering dianggap sebagai penghambat inovasi, langkah Ahmad Bermawi justru menunjukkan bahwa integritas personal mampu menembus kekakuan sistem.
Langkah ini mencerminkan dedikasi pendidik yang mampu menghidupkan semangat belajar melampaui sekat-sekat institusi. Ahmad Bermawi tidak bekerja dalam silo-silo kaku; ia adalah jembatan yang menghubungkan berbagai kepentingan pendidikan demi satu tujuan: kualitas hidup generasi masa depan. Prestasi ini sekaligus mematahkan stigma bahwa inovasi pendidikan hanya milik sekolah-sekolah di kota besar dengan fasilitas mewah. Keberhasilan di level nasional dari sebuah daerah seperti OKI memberikan harapan baru bagi pemerataan kualitas pendidikan nasional.
Penyerahan penghargaan usai upacara HAB ke-80 yang turut disaksikan jajaran Forkopimda OKI—termasuk perwakilan Polri dan TNI—menunjukkan bahwa prestasi di dunia pendidikan merupakan kebanggaan kolektif. Ahmad Bermawi tidak hanya menerima apresiasi simbolis, tetapi juga dana pembinaan sebesar Rp 5.000.000 sebagai pemacu untuk terus berkarya. Kehadiran para petinggi keamanan daerah ini juga menegaskan bahwa stabilitas sosial masa depan sangat bergantung pada kualitas pendidikan yang ditanamkan hari ini.

Tantangan Relevansi di Era Disrupsi
Kiprah Ahmad Bermawi menjadi studi kasus penting tentang bagaimana visi seorang pendidik dapat mengubah nasib sebuah institusi. Di tengah gempuran otomatisasi, pendidik dituntut untuk menanamkan kemampuan berpikir kritis. Ahmad Bermawi memahami bahwa inovasi bukan sekadar pengadaan perangkat keras, melainkan transformasi pola pikir dalam menghadapi ketidakpastian global. Di bawah kepemimpinannya, institusi pendidikan tidak lagi sekadar meluluskan siswa, tetapi memastikan setiap individu memiliki daya tawar dan kemandirian.
Pengaruhnya meluas seiring dengan kemampuannya mengelola sumber daya yang terbatas menjadi output yang maksimal. Relevansi lulusan dengan kebutuhan zaman menjadi prioritas, memastikan bahwa apa yang dipelajari di kelas tidak terputus dengan realitas di lapangan. Ini adalah jawaban konkret atas kegelisahan publik mengenai kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Investasi Kualitas Hidup di Masa Depan
Capaian nasional ini memberikan catatan akal sehat bagi ekosistem pendidikan di Sumatera Selatan: bahwa untuk meraih standar nasional, pendidik di daerah tidak perlu bermigrasi ke kota besar. Ahmad Bermawi membuktikan bahwa ruang inovasi selalu terbuka bagi siapa saja yang memiliki keteguhan untuk memperbaiki mutu dari tempatnya mengabdi. Ini adalah pesan kuat bagi generasi pendidik baru bahwa pengabdian di daerah memiliki nilai strategis yang setara dengan mereka yang berada di pusat-pusat kemajuan.
Di akhir hari, Ahmad Bermawi kembali ke ruang kelas dan madrasah dengan tanggung jawab baru. Selempang juara favorit yang ia kenakan kini menjadi pemacu semangat untuk terus merawat marwah pendidikan. Dari Kayuagung untuk Indonesia, ia telah menuliskan capaian terbaiknya melalui kerja nyata yang melampaui segala bentuk narasi formal. Prestasi ini adalah pengingat bahwa di balik megahnya upacara Hari Amal Bakti, ada denyut nadi perubahan yang terus berdetak di tangan para pendidik yang tak pernah berhenti melakukan inovasi.
(dhi)
NUSALY Channel
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

