Pemerintah Kota Palembang mulai serius membidik pasar ekspor untuk produk kemplang dan kerupuk. Melalui audiensi dengan asosiasi pengusaha, Sekda Aprizal Hasyim menjanjikan dukungan perizinan hingga promosi massal demi memecah dominasi pempek sebagai ikon kuliner.
PALEMBANG, NUSALY – Selama ini, ingatan orang tentang kuliner Palembang seolah hanya terpaku pada satu nama: pempek. Padahal, di balik bayang-bayang ketenaran pempek, ada ribuan pengusaha kecil yang menggantungkan hidup dari gurihnya kemplang dan kerupuk. Kini, Pemerintah Kota Palembang ingin mengubah peta itu. Kemplang tidak lagi boleh hanya jadi “pendamping”, tapi harus jadi pemain utama yang punya daya tawar di pasar global.
Ambisi itu menyeruak saat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, duduk bersama para pengusaha yang tergabung dalam Perkumpulan Pengusaha Kemplang Kerupuk Palembang (PPKKP), Jumat (6/2/2026). Di ruang audiensi itu, suasananya bukan lagi sekadar basa-basi birokrasi. Ada desakan nyata dari para perajin yang ingin naik kelas, dan ada janji pemerintah yang tak ingin sekadar berakhir di atas kertas.
Aprizal secara blak-blakan mengakui bahwa UMKM sektor pengolahan makanan, terutama kerupuk, adalah tulang punggung yang menjaga denyut ekonomi kota tetap stabil. Ia tidak menampik bahwa sektor inilah yang menyumbang angka pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. Bahkan, keberhasilan beberapa pengusaha yang sudah menembus pasar ekspor secara mandiri menjadi tamparan sekaligus kebanggaan bagi pemerintah daerah.
“Ini murni untuk Palembang yang lebih sejahtera. Produk olahan kita, termasuk kerupuk, itu penyumbang ekonomi yang besar. Apalagi yang sudah ekspor, itu membanggakan sekali,” kata Aprizal dengan nada tegas namun apresiatif.
Menghapus Penyakit Seremonial
Namun, Aprizal juga memberikan peringatan keras. Ia tidak ingin pertemuan tersebut hanya menjadi rutinitas foto bersama atau kegiatan seremonial yang setelahnya menguap begitu saja. Baginya, setiap audiensi harus berujung pada tindak lanjut yang konkret. Ia membuka pintu lebar-lebar bagi para pengusaha kemplang yang selama ini mungkin masih terganjal urusan perizinan atau hambatan administratif lainnya.
Ia mengarahkan para pengusaha untuk segera melakukan koordinasi teknis dengan Dinas Koperasi dan UMKM. Sepanjang itu masuk dalam kewenangan pemerintah kota, ia menjamin tidak akan ada proses yang dipersulit. Komitmen ini selaras dengan arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang memang sedang “tancap gas” mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
“Jika ada keluhan perizinan atau hal lain, sampaikan saja. Kami bantu. Tapi semua harus tetap sesuai koridor hukum yang berlaku,” tambahnya lagi.
Bukan Sekadar Pempek
Di sisi lain, Kurniawan, Ketua PPKKP, membawa keresahan sekaligus optimisme para pengusaha kemplang. Baginya, sudah saatnya dunia tahu bahwa kekuatan kuliner Palembang bukan hanya pempek. Potensi ekspor kemplang sebenarnya sangat masif jika dikelola dengan sentuhan yang lebih modern.
Sejauh ini, mereka mengaku tidak mengalami kendala berarti dari sisi regulasi pemerintah. Namun, ada satu batu sandungan besar yang membuat mereka sulit berlari kencang: keterbatasan teknologi. Untuk bisa bersaing dengan produk camilan dari luar negeri, pengusaha kemplang Palembang butuh alat produksi yang lebih canggih agar kualitas dan kuantitasnya stabil.
“Tujuan kami satu, kemplang harus mendunia. Selama ini pemerintah sudah memudahkan, kami bahkan sudah ekspor. Tapi kalau boleh jujur, kami butuh bantuan alat dan teknologi yang lebih modern. Kalau dibantu itu, kami yakin bisa lebih hebat lagi,” ungkap Kurniawan penuh harap.
Harapan ini kini menjadi bola panas di meja pemerintah daerah. Dukungan berupa peralatan produksi dan teknologi diharapkan bukan hanya jadi janji manis, tapi menjadi mesin penggerak agar kemplang Palembang benar-benar bisa bersaing di rak-rak supermarket mancanegara.
Saat audiensi itu berakhir, ada satu pemahaman yang disepakati: memajukan UMKM bukan cuma soal memberi modal, tapi soal keberanian pemerintah hadir di tengah kesulitan teknis para perajin. Kini, bola tinggal menunggu eksekusi dari dinas terkait untuk membuktikan apakah kemplang Palembang benar-benar siap mengguncang pasar dunia.
(desta)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





