Scroll untuk baca artikel
MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --

Banner Pemprov Sumsel Ramadhan 1447 H
Palembang Berdaya

Ratu Dewa Puji Fakultas Teknik Unsri yang Bangun Gedung Hijau Pertama di Sumatera

×

Ratu Dewa Puji Fakultas Teknik Unsri yang Bangun Gedung Hijau Pertama di Sumatera

Sebarkan artikel ini
Ratu Dewa Puji Fakultas Teknik Unsri yang Bangun Gedung Hijau Pertama di Sumatera
Gedung Fakultas Teknik Unsri resmi meraih sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) standar nasional. Wali Kota Palembang Ratu Dewa berharap capaian ini menjadi kiblat baru pembangunan ramah lingkungan bagi instansi pemerintah dan swasta di Palembang. Dok. Diskominfo Palembang

Gedung Fakultas Teknik Unsri resmi meraih sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) standar nasional. Wali Kota Palembang Ratu Dewa berharap capaian ini menjadi kiblat baru pembangunan ramah lingkungan bagi instansi pemerintah dan swasta di Palembang.

PALEMBANG, NUSALY – Standar arsitektur di Sumatera baru saja naik kelas. Di tengah riuhnya pembicaraan soal krisis iklim yang sering kali hanya berhenti di meja seminar, Universitas Sriwijaya (Unsri) justru memberikan jawaban konkret melalui struktur beton yang “bernapas”. Gedung Fakultas Teknik mereka resmi ditabalkan sebagai bangunan pertama di seluruh Sumatera yang berhasil menembus kriteria ketat Sertifikat Asesmen Bangunan Gedung Hijau (BGH) nasional.

Wali Kota Palembang, H Ratu Dewa, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya saat menginjakkan kaki di Kampus Unsri Palembang, Sabtu (7/2/2026). Baginya, sertifikat dari Kementerian Pekerjaan Umum RI ini bukan sekadar piagam untuk dipajang. Ini adalah tamparan sekaligus pengingat bagi para pengembang properti di Bumi Sriwijaya bahwa membangun gedung tidak boleh lagi sekadar mengejar kemegahan visual, tapi harus menghitung jejak karbon yang ditinggalkan.

Sinergi yang apik terlihat saat Sekretaris Daerah Palembang, Aprizal Hasyim, menyerahkan sertifikat itu kepada Rektor Unsri, Prof Taufiq Marwa. Moment ini terasa makin sakral dengan kehadiran Ketua BPK RI, Dr. Ir. Isma Yatun. Sebagai alumni teknik setempat, Isma seolah menjadi saksi hidup bagaimana almamaternya kini berevolusi menjadi pionir pembangunan berkelanjutan yang diakui negara.

Pangkas Emisi

Ratu Dewa punya keresahan yang mendalam soal wajah perkotaan masa kini. Ia melihat gedung-gedung konvensional sering kali menjadi “monster” penghisap energi dan air secara ugal-ugalan. Maka, saat FT Unsri muncul dengan konsep gedung hijau, Dewa merasa mendapat amunisi baru untuk mengampanyekan gerakan ramah lingkungan di Palembang.

Baca juga  Palembang Raih Opini WTP dari BPK, Ratu Dewa Bawa Perubahan Positif Tata Kelola Keuangan

“Kita harus jujur, sektor bangunan itu punya peran strategis sekaligus berbahaya bagi lingkungan kalau tidak dikelola dengan benar. Konsumsi energinya luar biasa besar. Jadi, penerapan konsep BGH ini adalah langkah paling masuk akal untuk memangkas emisi karbon yang selama ini kita keluhkan,” tegas Ratu Dewa dengan nada bicara yang lugas.

Menurut Dewa, apa yang dilakukan Unsri mencerminkan kedewasaan berpikir dunia pendidikan. Mereka tidak hanya mencetak sarjana, tapi juga memberikan contoh fisik tentang bagaimana efisiensi sumber daya harus dimulai dari hulu, yakni sejak tahap perencanaan bangunan. Aspek kesehatan dan kenyamanan penghuni gedung juga menjadi poin yang ia soroti, karena gedung hijau secara alami memberikan kualitas udara yang jauh lebih baik.

Panen Surya

Membangun gedung yang “ramah” pada alam ternyata butuh ketabahan. Setidaknya perlu waktu 14 bulan untuk memastikan setiap sudut gedung FT Unsri ini benar-benar memenuhi standar operasional hijau. Gedung yang ditargetkan mulai beroperasi penuh pada awal 2027 ini memang punya karakter teknik yang tidak biasa untuk ukuran Sumatera.

Rektor Unsri, Prof Taufiq Marwa, menjelaskan bahwa inti dari bangunan ini adalah upaya “memanen” matahari. Desain arsitekturnya dibuat sedemikian rupa agar cahaya alami bisa merasuk ke ruang-ruang kelas tanpa harus membawa panas yang menyengat. Hasilnya, penggunaan lampu listrik di siang hari bisa dipotong habis-habisan, begitu pula dengan sirkulasi udara yang membuat ketergantungan pada AC menjadi sangat minimal.

“Ini tanggung jawab moral bagi kami. Gedung ini tidak akan kami biarkan jadi sekadar kantor, tapi laboratorium hidup. Mahasiswa teknik bisa belajar langsung bagaimana teknologi energi surya dan efisiensi air bekerja secara nyata. Kami ingin ini jadi kontribusi nyata Unsri untuk menjawab tantangan lingkungan global,” ungkap Prof Taufiq.

Baca juga  Perkuat Inklusivitas, Pemkot Palembang Dukung Penuh NPCI Kota Demi Peluang Atlet Disabilitas Berprestasi

Kiblat Baru

Keberhasilan luar biasa ini tentu tidak datang dari langit begitu saja. Ada proses panjang pendampingan dari Sekretariat BGH tingkat kota hingga kementerian. Ratu Dewa melihat kolaborasi ini sebagai pola yang harus diduplikasi. Ia tidak ingin gedung FT Unsri ini menjadi “menara gading” yang hebat sendirian.

Dewa menaruh harapan besar agar para pengembang properti dan pengelola gedung pemerintah di Palembang segera melakukan studi banding ke Unsri. Baginya, pembangunan hijau harus menjadi gerakan massal, bukan sekadar gaya hidup elit akademisi. Ia ingin sinergi birokrasi yang sudah terjalin dalam proses asesmen ini menjadi pintu masuk bagi kemudahan perizinan gedung-gedung hijau lainnya di masa depan.

“Capaian ini harus jadi role model. Saya ingin gedung perkantoran pemerintah dan swasta di Palembang mulai berkaca dari sini. Kita butuh media edukasi yang nyata, dan FT Unsri sudah menyediakannya. Mari kita lahirkan lebih banyak inovasi teknologi yang tidak memusuhi alam,” pungkas Dewa menutup arahannya.

Dengan hadirnya gedung hijau ini, Palembang seolah menegaskan bahwa modernitas dan kelestarian lingkungan bisa duduk di satu meja yang sama. Sebuah warisan yang lebih berharga dari sekadar beton dan baja.

(desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.