Struktur Jembatan Ait Serami yang ringkih sejak zaman kolonial akhirnya diganti dengan beton modern oleh Gubernur Herman Deru. Langkah ini menjadi jawaban atas penantian 92 tahun warga Desa Lubuk Rukam, Kabupaten OKU, demi kelancaran urat nadi ekonomi.
OKU, NUSALY – Bau besi tua dan kecemasan yang selama puluhan tahun menghantui pelintas di Jembatan Ait Serami kini resmi menjadi sejarah. Infrastruktur ikonik di Kabupaten OKU yang berdiri sejak 1934 tersebut telah berganti wajah dengan konstruksi beton kokoh, mengakhiri penantian hampir satu abad masyarakat di Kecamatan Peninjauan.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru hadir langsung memastikan kualitas pembangunan fisik tersebut, Kamis (26/2/2026). Bagi warga Desa Lubuk Rukam, kehadiran jembatan ini bukan sekadar urusan semen dan baja, melainkan tentang martabat hidup yang selama ini tersumbat oleh akses yang rusak parah.
“Dulu jalan di sini hancur dan jembatannya rusak parah. Kini, masyarakat bisa menikmati jembatan baru yang kokoh,” ujar Herman Deru saat berbincang dengan warga di lokasi. Ia menekankan bahwa laporan langsung dari tingkat desa sangat krusial agar pembangunan bisa tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan rakyat.
Standar Modern
Dibangun melalui pendanaan APBD Provinsi Sumatera Selatan, jembatan baru ini memiliki spesifikasi yang jauh lebih mumpuni untuk mendukung arus logistik. Dengan panjang efektif 20,60 meter dan lebar total 9 meter, kendaraan pengangkut hasil bumi kini bisa melintas tanpa lagi rasa waswas.
Lebar badan jalan yang mencapai 7 meter kini membebaskan arus kendaraan dari dua arah secara bersamaan. Tersedianya trotoar masing-masing selebar 1 meter di sisi kanan dan kiri memberikan ruang aman bagi pejalan kaki—sebuah detail kemanusiaan yang sebelumnya absen dari struktur lama warisan kolonial.
Sentuhan Sosial
Suasana peninjauan terasa hangat ketika Herman Deru menyapa warga sekaligus menyalurkan bantuan beras. Di tengah tantangan ekonomi, langkah kecil ini menjadi penawar beban bagi masyarakat desa yang sebagian besar menggantungkan hidup dari hasil ladang.
Selain infrastruktur fisik, Gubernur juga menitipkan pesan agar identitas budaya desa tetap dirawat. Ia meminta perangkat desa tidak ragu mengajukan bantuan jika ada kebutuhan untuk pelestarian adat istiadat setempat.
Kepala Desa Lubuk Rukam, Izahrullah, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia mengakui bahwa jembatan ini adalah mimpi kolektif warga desa yang selama ini merasa terisolasi akibat infrastruktur yang tidak layak.
“Kami sangat bahagia. Jembatan yang dulunya rusak parah sekarang sudah bagus dan mudah dilalui. Terima kasih Pak Gubernur, semoga pembangunan ini membawa berkah bagi ekonomi kami,” tutur Izahrullah. (desta)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





