Marco Bezzecchi menebus kegagalannya di sesi sprint dengan memenangi MotoGP Thailand 2026 secara dominan. Namun, sorotan tertuju pada insiden ban yang nyaris mencelakai Marc Marquez dan hancurnya rekor podium panjang Ducati.
BURIRAM, NUSALY – Marco Bezzecchi tidak membiarkan kesalahan yang sama terulang dua kali. Setelah tersungkur saat memimpin di balapan sprint Sabtu kemarin, pebalap utama Aprilia itu tampil sempurna dalam balapan utama di Sirkuit Buriram, Minggu (1/3/2026). Memulai dari posisi terdepan, Bezzecchi langsung melesat dan menyentuh garis finis dengan keunggulan telak lebih dari lima detik.
Kemenangan ini mencatatkan sejarah bagi Aprilia. Bezzecchi menjadi pebalap pertama pabrikan asal Noale tersebut yang mampu memenangi tiga balapan berturut-turut. Namun, di balik kejayaan Aprilia yang menempatkan empat motor RS-GP di posisi lima besar, aroma kengerian sempat menyelimuti lintasan pada lap ke-21.
Marc Marquez, yang tengah berjuang mengamankan posisi ketiga demi menjaga napas Ducati, nyaris terpelanting dari motor GP26 miliknya. Ban belakang Marquez mengalami pecah ban (puncture) saat melibas tikungan ke-4 dalam kecepatan tinggi. Beruntung, sang juara dunia delapan kali itu mampu mengendalikan motornya yang bergoyang hebat dan keluar dari lintasan tanpa cedera.
Runtuhnya dominasi Ducati
Insiden Marquez menjadi puncak dari akhir pekan kelam bagi Ducati. Pabrikan Borgo Panigale tersebut harus merelakan rekor mentereng 88 podium berturut-turut mereka terhenti di Thailand. Tidak ada satu pun motor merah yang mampu menembus lima besar.
Fabio Di Giannantonio dari tim VR46 menjadi pebalap Ducati terbaik dengan finis di posisi keenam, tertinggal 16,8 detik dari Bezzecchi. Sementara itu, juara bertahan Pecco Bagnaia semakin merana setelah hanya mampu finis di posisi kesembilan, bahkan harus mengakui keunggulan Franco Morbidelli di tikungan terakhir.
Masalah ban tampaknya menjadi isu serius bagi pemasok tunggal, Michelin. Tak lama setelah insiden Marquez, Joan Mir dari tim Honda juga terpaksa mundur dari balapan dengan kecurigaan masalah ban yang serupa.
Bocah ajaib pimpin klasemen
Di tengah kemelut tersebut, Pedro Acosta kembali menunjukkan kematangannya. Pebalap muda KTM itu finis di posisi kedua setelah memenangi duel panjang melawan duo Aprilia, Jorge Martin dan Raul Fernandez.
Acosta sempat beberapa kali melebar di tikungan ke-12 dan ke-3 saat berusaha menyalip, namun kegigihannya membuahkan hasil pada lap ke-23 saat ia berhasil menyalip Fernandez yang mulai kehabisan daya cengkeram ban. Dengan hasil ini, Acosta resmi memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 dengan keunggulan tujuh poin meninggalkan Thailand.
”Saya mencoba mengontrol kecepatan balapan. Setiap kali saya disalip, saya mencoba membalas di tikungan berikutnya. Memimpin klasemen di awal musim adalah awal yang luar biasa,” ungkap Acosta.
Sementara itu, Raul Fernandez melengkapi podium di posisi ketiga, disusul Jorge Martin dan Ai Ogura yang memastikan dominasi Aprilia tetap terjaga. Di papan tengah, Luca Marini membawa Honda ke posisi ke-10, sementara Toprak Razgatlioglu menyelesaikan debut grand prix-nya di posisi ke-17 di depan Jack Miller.
Seri pembuka di Buriram ini menjadi alarm keras bagi Ducati dan bukti bahwa peta kekuatan MotoGP 2026 telah bergeser. Saat Aprilia merayakan pesta kemenangan tiga kali beruntun, Michelin dan Ducati pulang dengan segudang evaluasi terkait ketahanan ban dan performa motor yang mendadak hilang di aspal Thailand. (dhi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





