Scroll untuk baca artikel
MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --

Banner Pemprov Sumsel Ramadhan 1447 H

Banner Ramadan Pemkab MUBA

Banner Ramadan DPRD OKI

Banner Ramadan Perumda Tirta Ogan

Banner Ramadan Pemkab OKU Selatan
Palembang Berdaya

Pemkot Palembang Gali Identitas Sriwijaya dalam Wajah Baru Ruang Publik

×

Pemkot Palembang Gali Identitas Sriwijaya dalam Wajah Baru Ruang Publik

Sebarkan artikel ini
Pemkot Palembang Gali Identitas Sriwijaya dalam Wajah Baru Ruang Publik
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, memimpin langsung pembahasan Detail Engineering Design (DED) yang akan menjadi cetak biru penataan ruang publik di Bumi Sriwijaya. Dok. Diskominfo Palembang

Bukan sekadar beautifikasi fisik, Pemerintah Kota Palembang mulai menyuntikkan filosofi dan sejarah ke dalam setiap sudut pembangunan kota. Langkah strategis ini diambil untuk mempertegas posisi Palembang sebagai kota bersejarah yang bergerak dinamis menuju modernitas.

PALEMBANG, NUSALY – Kota Palembang sedang bersiap melakukan transformasi visual yang tak biasa. Di Ruang Vidcon rumah dinas wali kota, Selasa (3/3/2026), sebuah diskusi panjang mengenai masa depan wajah kota berlangsung hangat. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, memimpin langsung pembahasan Detail Engineering Design (DED) yang akan menjadi cetak biru penataan ruang publik di Bumi Sriwijaya.

Namun, rapat kali ini jauh dari kesan teknis yang kaku. Ratu Dewa justru menarik pembahasan ke ranah yang lebih dalam: filosofi. Baginya, pembangunan ruang terbuka hijau, jembatan, hingga median jalan tidak boleh hanya berhenti pada urusan estetika visual atau sekadar memperindah pandangan mata. Ada beban sejarah sebagai kota tertua di Indonesia yang harus terpancar dari setiap semen dan beton yang tertanam.

“Wajah kota adalah representasi dari karakter masyarakatnya. Bangunan dan ruang publik yang kita hadirkan harus punya makna yang kuat. Harus ada filosofi, ada nilai sejarah, dan yang paling penting, ada identitas Palembang di dalamnya,” tegas Ratu Dewa di hadapan para pengembang dan perencana kota.

Menata Etalase Kota

Fokus beautifikasi kali ini menyasar koridor-koridor utama yang menjadi “urat nadi” sekaligus etalase bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di Palembang. Mulai dari jalur Simpang Polda menuju Bandara, hingga akses utama dari Bundaran Air Mancur Masjid Agung ke arah seberang ulu. Jalur-jalur seperti Jalan Jenderal Ahmad Yani, DI Panjaitan, hingga Jalan Wahid Hasyim akan mendapatkan sentuhan baru yang lebih tematik.

Beberapa proyek besar yang dibahas secara mendetail antara lain rencana pembangunan Jembatan dan Air Terjun Menari yang ikonik, revitalisasi kawasan Kambang Iwak, hingga penataan Keramasan Park. Proyek-proyek ini dirancang untuk menciptakan pengalaman visual yang khas. Palembang ingin dikenal bukan hanya karena Jembatan Ampera, tetapi juga karena ruang-ruang publiknya yang nyaman, hijau, dan bercerita.

Ratu Dewa tampak sangat teliti membedah desain yang disodorkan para rekanan. Ia tak segan meminta revisi jika sebuah desain dianggap terlalu “kosmetik” atau kehilangan unsur lokalitas. Harmonisasi lanskap menjadi poin krusial. Ia ingin setiap ornamen baru yang dibangun tetap selaras dengan struktur eksisting, namun mampu memberikan napas modernitas yang segar.

Filosofi di Balik Pembangunan

Langkah Pemkot Palembang ini menandai pergeseran paradigma dalam city branding. Selama ini, pembangunan kota sering kali terjebak pada fungsi tanpa memperhatikan narasi. Kini, melalui program beautifikasi yang konseptual, Palembang ingin menghadirkan transformasi yang sistematis. Penataan taman tematik dan instalasi air, misalnya, diharapkan bukan hanya jadi tempat berfoto, melainkan ruang interaksi warga yang berkualitas.

Visi besar Ratu Dewa adalah memadukan warisan masa lalu era Sriwijaya dengan dinamika perkotaan masa kini. Sebagai kota yang memiliki jejak sejarah panjang, Palembang memiliki kekayaan arsitektural yang bisa digali kembali. Penggunaan unsur tanjak, songket, atau motif tradisional lainnya dalam elemen arsitektur modern menjadi salah satu cara untuk menjaga agar jati diri kota tidak luntur digerus zaman.

“Program beautifikasi ini bagian dari upaya kita memperkuat citra Palembang. Kita ingin kota ini tertata, bersih, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan, namun tetap membumi dengan akarnya,” tambah Dewa. Analisis dampak jangka panjang terhadap tata ruang dan lingkungan juga menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan yang diambil.

Membangun Budaya Baru

Dampak dari penataan ruang publik yang representatif ini diyakini akan meluas ke aspek sosiologis. Ruang publik yang bersih dan tertata rapi secara tidak langsung akan mendidik masyarakat untuk memiliki budaya tertib dan mencintai lingkungannya. Dengan menghadirkan taman-taman yang indah dan median jalan yang asri, Pemkot Palembang sedang berinvestasi pada peningkatan kualitas hidup warganya.

Daya tarik wisata pun menjadi target yang tak terelakkan. Kota yang memiliki karakter visual kuat akan lebih mudah dikenali secara global. Identitas sebagai kota bersejarah yang modern diharapkan mampu memikat wisatawan untuk tinggal lebih lama dan menjelajahi setiap sudut kota yang kini lebih ramah bagi pejalan kaki.

Di akhir pertemuan, Ratu Dewa berpesan agar setiap proyek fisik dilakukan dengan tahap pengerjaan yang terencana dan estimasi anggaran yang transparan. Ia menginginkan pembangunan yang jujur—pembangunan yang tidak hanya indah saat diresmikan, tetapi juga berumur panjang dan terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Palembang kini bukan lagi sekadar bersolek, ia sedang membangun jiwa baru dalam raga kota yang tua. (desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

error: Content is protected !!