Kariernya terbangun dari jenjang paling dasar hingga dipercaya menduduki berbagai posisi strategis. Bagi Syafaruddin, jabatan adalah proses belajar yang tidak pernah usai untuk melayani masyarakat Bumi Serasan Sekate.
SEKAYU, NUSALY – Bagi Drs Syafaruddin MSi (56), birokrasi bukan sekadar tumpukan berkas atau urutan pangkat di pundak. Selama lebih dari 20 tahun, ia melihat setiap kursi jabatan sebagai ruang kelas untuk memahami denyut nadi pelayanan publik di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Nama Syafaruddin memang bukan sosok asing di jajaran ASN Bumi Serasan Sekate. Kariernya merangkak dari jenjang paling bawah. Ia menempa diri puluhan tahun hingga akhirnya dipercaya memegang kendali administratif tertinggi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Muba.
Pria kelahiran 23 April 1969 ini memulai pengabdiannya sejak resmi diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 1 Maret 1997. Status PNS penuh baru ia sandang pada 1 Juni 1998. Sejak itu, perjalanannya di dunia birokrasi terus diuji lewat berbagai jabatan struktural dan pengalaman lintas sektor.
Puncaknya terjadi pada Kamis (12/3/2026). Ia dilantik oleh Bupati Muba HM Toha Tohet SH di Ruang Rapat Guest House Griya Bumi Serasan Sekate. Momen ini jadi babak baru sekaligus pembuktian atas dedikasinya yang tak pernah surut selama puluhan tahun mengabdi di daerah.
”Perjalanan panjang dalam birokrasi ini bagi saya adalah proses belajar yang tidak pernah selesai. Saya memulai dari jabatan yang sederhana, belajar memahami dinamika pelayanan publik, hingga akhirnya dipercaya memimpin beberapa perangkat daerah. Semua itu membentuk saya untuk terus bekerja dengan integritas dan tanggung jawab,” ungkap suami Siti Fatimah itu saat ditemui di Sekayu, Jumat (13/3/2026).
Meniti Tangga Karier
Syafaruddin merupakan alumnus STISIPOL Candradimuka. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Politik pada 1995. Tak puas, ia terus mengasah kapasitas akademik hingga merengkuh gelar Magister Administrasi Publik dari Universitas Sjakhyakirti Palembang pada tahun 2022. Pendidikan baginya modal mutlak menjawab tantangan tata kelola pemerintahan yang kian pelik.
Jejak birokrasinya bermula dari level bawah sebagai Kepala Seksi Bantuan Sosial pada 1999. Setahun kemudian, ia memimpin Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Ia sempat kembali mengurusi urusan teknis sebagai Kepala Seksi Sumber Daya Mineral pada awal era 2000-an.
Pengalaman di lapangan kian memperkaya rekam jejaknya. Tahun 2006, ia menjabat Kepala Sub Dinas Program dan Informasi. Tak lama berselang, ia diamanahkan jadi Kepala Bagian Tata Usaha pada 2007 dan menjabat Sekretaris di tahun berikutnya. Setiap perpindahan tugas ia maknai sebagai pendewasaan diri.
Momentum penting terjadi pada 2010 saat ia dipercaya sebagai Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Muba. Jabatan ini jadi titik awal Syafaruddin memimpin sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Tahun 2012, ia pindah tugas menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
Tiga tahun berselang, tepatnya pada 2015, Syafaruddin memimpin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Posisi strategis ini menguras energi karena menuntut koordinasi tinggi dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Muba yang luas.
Amanah Pengabdian
Kematangan manajerialnya kian teruji di sektor pendidikan. Ia ditunjuk sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada 2016. Jabatan ini kembali ia pegang pada 2017, bukti kepercayaan pimpinan atas kapasitasnya mengelola fondasi masa depan daerah.
Tahun 2018, Syafaruddin mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Pengalaman lintas sektor ini memperluas sudut pandangnya dalam mengelola beragam urusan pemerintahan. Tanggung jawabnya kian berat saat ditarik ke pusat administrasi daerah.
Pada 2 Februari 2022, ia menjabat Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Muba. Ia punya peran sentral dalam koordinasi administrasi pemerintahan. Ia juga sempat memegang posisi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan pada Agustus 2025 serta Pelaksana Harian (Plh) Sekda Muba pada November 2025.
Kini, dengan pangkat Pembina Utama Muda (IV/c), ia masih tercatat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muba sejak 11 Agustus 2025. Pangkat tinggi ini jadi cermin pengalaman panjang dan kompetensi birokrasi yang matang di level tinggi ASN.
Bagi ayah tiga anak ini, pengabdian adalah hal utama. Jabatan bisa datang dan pergi, tapi tanggung jawab kepada warga harus dijaga. Selama masih diberi kepercayaan, ia berkomitmen untuk terus berkolaborasi demi kemajuan Muba.
”Jabatan hanyalah amanah, tetapi pengabdian kepada masyarakat harus selalu menjadi tujuan utama. Saya berkomitmen untuk terus bekerja, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan Muba,” tegas Syafaruddin menutup pembicaraan.
Kini, sebagai jenderal ASN di Musi Banyuasin, tantangannya adalah menyelaraskan gerak seluruh OPD demi kesejahteraan warga. Setiap posisi yang pernah didudukinya kini menjadi modal berharga untuk merumuskan kebijakan yang lebih membumi.
- BIODATA
- Drs Syafaruddin MSi
- Lahir: 23 April 1969
- Pangkat: Pembina Utama Muda (IV/c)
- Pendidikan:
- S-1 Ilmu Politik STISIPOL Candradimuka (1995)
- S-2 Magister Administrasi Publik Universitas Sjakhyakirti (2022)
- Keluarga: Istri (Siti Fatimah)
(*.dhi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





