Pemerintah Kabupaten OKU Selatan menghadapi tantangan fiskal yang kian berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, aparatur sipil negara dituntut lebih selektif menyusun kebijakan sekaligus menjadi mata rantai pengawas program strategis nasional seperti Makanan Bergizi Gratis.
MUARADUA, NUSALY – Riuh rendah suasana Lebaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKI) Selatan seketika berubah menjadi refleksi kebijakan yang serius.
Senin (30/3/2026) pagi, saat memimpin Apel Gabungan di halaman kantor bupati, Bupati OKU Selatan Abusama tidak sekadar menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ia memanfaatkan momentum silaturahmi tersebut untuk memaparkan realitas pahit: kondisi keuangan daerah sedang mengalami tekanan signifikan.
Abusama mengungkapkan bahwa postur anggaran daerah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang jauh berbeda dibandingkan periode sebelumnya.
Penurunan atau pergeseran struktur keuangan ini memaksa pemerintah kabupaten mengambil langkah ekstra hati-hati. Tidak ada lagi ruang untuk program yang bersifat seremonial atau tanpa dampak terukur; setiap rupiah yang keluar harus melalui saringan prioritas yang sangat ketat.
Kebijakan Selektif
Tekanan fiskal ini mengharuskan seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lebih bijak menentukan arah kebijakan.
Abusama menekankan bahwa efisiensi bukan berarti penghentian pembangunan, melainkan penajaman fokus pada skala prioritas yang paling mendesak untuk kepentingan publik.
Para pengambil keputusan di lingkungan Pemkab OKU Selatan diinstruksikan membedah kembali program kerja mereka agar selaras dengan kemampuan kantong daerah saat ini.
“Tentukan kebijakan yang memang harus dilaksanakan, mengingat kondisi keuangan daerah sekarang,” ujar Abusama dengan nada tegas di hadapan jajaran ASN.
Pesan ini menjadi instruksi langsung agar birokrasi tidak lagi bekerja dengan pola rutinitas yang membosankan. Kehadiran aparatur di tengah masyarakat diharapkan menjadi solusi konkret, bukan justru menambah beban administrasi yang tidak perlu.
Pengawalan Program
Di tengah upaya pengetatan anggaran internal, Pemkab OKU Selatan juga memikul tanggung jawab besar menyukseskan agenda strategis dari Pemerintah Pusat. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah implementasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Abusama meminta para ASN tidak hanya duduk di balik meja, melainkan aktif memantau realisasi program tersebut di lapangan guna memastikan distribusi yang tepat sasaran dan meminimalisir kendala teknis.
Peran pengawasan dari aparatur daerah menjadi kunci agar program nasional ini memberikan dampak gizi yang nyata untuk warga di pelosok OKU Selatan.
“Harapan kita tentu program ini berjalan dengan baik. ASN harus memantau sehingga bisa menjadi koreksi jika terjadi kendala. Terus berikan kinerja yang terbaik untuk daerah dan masyarakat,” jelas Abusama.
Langkah pengawalan ini dianggap sebagai komitmen daerah tetap memberikan pelayanan maksimal meski sedang berada dalam masa ikat pinggang ekonomi.
Nilai Positif
Kegiatan yang ditutup dengan halalbihalal ini turut dihadiri Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, serta jajaran pejabat struktural maupun fungsional. Pertemuan massa aparatur dalam jumlah besar ini diharapkan mampu menyamakan frekuensi kerja pasca-libur panjang.
Abusama meyakini kehadiran ASN di tengah warga harus mampu memberikan nilai positif dan menjadi jawaban atas berbagai persoalan sosial yang muncul di tingkat bawah.
Sinergi kolektif kini menjadi satu-satunya jalan keluar untuk OKU Selatan agar tetap eksis dalam jalur pembangunan.
Dengan mengandalkan kreativitas birokrasi dan ketajaman pengawasan, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang kesejahteraan rakyat.
Kedisiplinan pascalibur Lebaran kali ini menjadi titik berangkat menghadapi tantangan fiskal 2026 yang diprediksi akan semakin kompetitif. (*/andi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





