Scroll untuk baca artikel
MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --

Banner Pemprov Sumsel Idul Fitri 1447 H

Banner Ucapan Sekda MUBA

Banner Idul Ftri DPRD OKI

Banner Idul Fitri Perumda Tirta Ogan
Palembang Berdaya

Lautan Warga Palembang Tumpah Ruah di Kediaman Ratu Dewa

×

Lautan Warga Palembang Tumpah Ruah di Kediaman Ratu Dewa

Sebarkan artikel ini
Lautan Warga Palembang Tumpah Ruah di Kediaman Ratu Dewa
Ribuan warga Palembang memadati Rumah Dinas Wali Kota Ratu Dewa dalam agenda Halalbihalal Idul Fitri 1447 H di Jalan Tasik. Dok. Diskominfo Palembang

Hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi saksi betapa tipisnya jarak antara pemimpin dan rakyat di Bumi Sriwijaya. Ribuan warga dari berbagai pelosok kecamatan mendatangi kediaman dinas di Jalan Tasik guna merayakan kemenangan dalam suasana yang emosional dan penuh kehangatan.

PALEMBANG, NUSALY – Mentari Minggu (22/3/2026) pagi belum terlalu tinggi saat gerbang Rumah Dinas Wali Kota Palembang mulai diserbu massa. Arus manusia mengalir tanpa henti dari berbagai penjuru mata angin. Tidak ada barikade protokoler yang kaku. Ribuan warga datang dengan satu tujuan sederhana namun mendalam: menjabat tangan pemimpin mereka di momen suci Idul Fitri.

Ratu Dewa berdiri di garis depan dengan senyum yang tidak luntur sejak fajar menyingsing. Didampingi sang istri, ia menyambut setiap tamu seolah mereka adalah keluarga jauh yang baru pulang mudik. Bagi warga yang datang dari pelosok kecamatan seperti Kertapati hingga ujung Gandus, kesempatan berfoto bersama Wali Kota adalah kado Lebaran yang jauh lebih berkesan daripada sekadar hidangan ketupat di rumah.

Mendobrak Sekat Sosial di Jalan Tasik

Antusiasme warga ini bukan sekadar angka dalam laporan kegiatan. Sejak pagi hingga siang, gelombang massa tidak menunjukkan tanda-tanda surut. Warga yang tinggal di sekitar lingkungan rumah dinas berbaur tanpa sekat dengan mereka yang datang menggunakan angkutan umum dari kelurahan terjauh. Ratu Dewa menyambut mereka dengan kegembiraan yang sangat personal, jauh dari kesan angkuh yang sering membentengi seorang pejabat tinggi daerah.

Fikri (32), seorang warga dari Kertapati, menjadi salah satu dari ribuan orang yang rela mengantre di bawah terik matahari. Baginya, Halalbihalal yang digelar Pemerintah Kota Palembang ini merupakan oase di tengah kesibukan birokrasi. Ia merasa suaranya sebagai rakyat kecil dihargai saat pintu rumah dinas dibuka selebar-lebarnya. Kebahagiaan Fikri mencerminkan kerinduan kolektif masyarakat akan sosok pemimpin yang mau berdiri sejajar dengan rakyatnya tanpa memandang status sosial.

Bagi Ratu Dewa, momen Idul Fitri kali ini adalah sarana introspeksi diri yang paling nyata. Ia berkali-kali menekankan bahwa Ramadhan yang baru saja berlalu harus menjadi fondasi untuk membangun karakter yang lebih kuat. Di tengah keriuhan itu, pesan spiritual tetap ia selipkan dengan tenang. Idul Fitri jangan hanya menjadi perayaan seremoni yang menguap begitu saja setelah masa libur usai, melainkan harus meninggalkan jejak perubahan perilaku yang positif.

Mandat Perubahan Pasca Ramadhan

“Semoga Ramadhan yang telah kita lalui menjadi pembelajaran untuk kita lebih baik lagi ke depannya,” ujar Ratu Dewa dengan nada bicara yang penuh penekanan. Ucapan ini bukan sekadar basa-basi khas pejabat saat hari raya. Sebagai pucuk pimpinan di Palembang, ia melihat silaturahmi ini sebagai momentum untuk menyerap energi rakyat. Ia ingin semangat kemenangan ini bertransformasi menjadi energi bekerja untuk melayani publik dengan lebih cepat dan transparan.

Atas nama pribadi dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Palembang, Ratu Dewa menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh warga. Kalimat maaf darinya terdengar seperti janji untuk terus memperbaiki kualitas birokrasi di kota metropolitan ini. Ia sadar betul bahwa ekspektasi ribuan orang yang hadir di rumahnya adalah beban moral sekaligus motivasi untuk memberikan hasil kerja yang lebih konkret bagi kemajuan Palembang.

Keceriaan di Jalan Tasik hari itu menjadi bukti nyata bahwa pola kepemimpinan Ratu Dewa yang menyentuh akar rumput sangat diterima oleh masyarakat. Ribuan foto yang diambil warga akan memenuhi ruang digital media sosial, menjadi promosi organik bahwa Palembang dipimpin oleh sosok yang hangat dan bisa disentuh. Ini adalah modal sosial yang luar biasa besar untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan publik terhadap pemerintah kota.

Menatap Harapan Baru Palembang

Seiring siang yang mulai menyengat, arus kedatangan warga masih saja mengalir deras. Pihak keluarga Wali Kota tetap konsisten menyambut setiap tamu dengan perlakuan yang sama rata. Tidak ada jalur istimewa bagi pejabat; semua orang duduk di kursi yang sama dan menikmati hidangan yang serupa di bawah tenda besar yang telah disiapkan. Inilah esensi sejati dari hari kemenangan: meruntuhkan tembok pemisah dan membangun jembatan persaudaraan yang lebih kokoh.

Harapan besar kini tersampir di pundak Ratu Dewa setelah rangkaian silaturahmi ini berakhir. Warga seperti Fikri pulang ke rumah mereka dengan perasaan bangga telah bersua langsung dengan pemimpinnya. Sementara bagi Ratu Dewa, kerumunan warga ini adalah pengingat keras bahwa setiap kebijakan yang ia ambil di meja kerja nanti harus selalu berorientasi pada kepentingan mereka yang telah sudi mampir dan mendoakannya.

Idul Fitri 1447 Hijriah di kediaman Wali Kota Palembang ditutup dengan catatan manis tentang kebersamaan yang tulus. Dengan jiwa yang kembali fitri, Pemerintah Kota Palembang siap kembali tancap gas menjalankan roda pembangunan. Semangat dari Jalan Tasik ini diharapkan mampu menular ke seluruh sendi birokrasi, menciptakan pelayanan publik yang lebih hangat, responsif, dan penuh dedikasi bagi seluruh warga Kota Palembang tanpa terkecuali. (*/desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.