Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru apresiasi sinergi lintas instansi dalam menjaga inflasi dan gerak pangan di sela agenda religi di Griya Agung.
PALEMBANG, NUSALY – Rangkaian Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan 1447 Hijriah resmi berakhir. Di balik kekhusyukan agenda religi ini, terselip pesan krusial mengenai ketahanan ekonomi warga. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menutup rangkaian pengajian tersebut dengan menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan menjelang Idul Fitri di hadapan jajaran Forkopimda dan OPD di Griya Agung Palembang, Senin (16/3/2026).
Bagi Herman Deru, Ramadhan bukan sekadar urusan ritual, tapi juga ujian bagi birokrasi dalam menjaga “perut” masyarakat. Ia mengapresiasi kerja keras TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan yang berhasil menjinakkan laju inflasi melalui gerakan pangan murah. Sinergi ini dianggap sebagai kunci utama yang membuat warga Sumatera Selatan bisa menghadapi Lebaran dengan perasaan tenang tanpa dihantui lonjakan harga kebutuhan pokok.
Jinakkan Inflasi
Keberhasilan menjaga stabilitas harga di tengah tingginya konsumsi masyarakat menjadi catatan penting Gubernur. Herman Deru blak-blakan berterima kasih kepada Pangdam II/Sriwijaya dan Kapolda Sumsel atas pengawalan distribusi pangan di lapangan. Koordinasi yang tidak tersumbat inilah yang membuat kondisi pasar di 17 kabupaten/kota tetap terkendali.
“Alhamdulillah kondisi tetap stabil. Terima kasih kepada Pangdam, Kapolda, dan seluruh stakeholder atas gerakan pangan ini. Masyarakat kita jadi tenang menghadapi Lebaran,” ujar Herman Deru dengan nada lugas.
Tak hanya soal harga pasar, Gubernur juga menyentil urusan kesalehan sosial para pejabatnya. Ia menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak kendor dalam menunaikan zakat. Pengoptimalan zakat melalui Baznas dan Bank Sumsel Babel diharapkan menjadi jaring pengaman sosial bagi warga yang kurang beruntung di momen kemenangan nanti.
Disiplin Kerja
Ibadah sebulan penuh ini diharapkan tidak hanya berhenti pada peningkatan iman, tetapi juga berdampak langsung pada etos kerja birokrasi. Herman Deru ingin semangat Ramadhan bertransformasi menjadi kedisiplinan yang lebih kuat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel. Para penceramah yang mendampingi selama Safari Ramadhan dianggap telah memberikan “nutrisi” mental bagi para jamaah.
“Mudah-mudahan kita semua dipertemukan lagi pada Ramadhan tahun depan dalam keadaan sehat,” pungkasnya.
Penutupan agenda ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, mulai dari Wakil Gubernur H. Cik Ujang, Ketua TP PKK Hj. Feby Herman Deru, hingga Anggota DPD RI Hj. Ratu Tenny Leriva. Kehadiran Sekda Sumsel Edward Candra beserta jajaran Kepala OPD menunjukkan soliditas penuh di penghujung bulan suci. Dengan berakhirnya Safari Ramadhan, fokus pemerintah kini sepenuhnya beralih pada pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri di Bumi Sriwijaya. (desta)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





