Scroll untuk baca artikel
MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --

Banner Pemprov Sumsel Idul Fitri 1447 H

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Banner Idul Ftri DPRD OKI

Banner Idul Fitri Perumda Tirta Ogan
Muba Maju Lebih Cepat

Ancaman Karhutla 2026 Meluas Musi Banyuasin Siapkan Status Siaga

×

Ancaman Karhutla 2026 Meluas Musi Banyuasin Siapkan Status Siaga

Sebarkan artikel ini
Ancaman Karhutla 2026 Meluas Musi Banyuasin Siapkan Status Siaga
Wabup Muba Kyai Abdur Rohman Husen siapkan penetapan status siaga Karhutla 2026 menyusul ancaman El Nino dan lonjakan titik panas. Dok. Diskominfo Muba

Lonjakan titik panas di awal tahun memaksa daerah memperketat koordinasi guna mengunci intervensi bantuan pusat.

JAKARTA, NUSALY – Musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal pada Juli 2026 menempatkan Sumatera Selatan dalam zona merah kebakaran hutan dan lahan. Wakil Bupati Musi Banyuasin Kyai Abdur Rohman Husen mengonfirmasi kesiapan daerahnya untuk mempercepat penetapan status siaga darurat karhutla.

Langkah ini diambil menyusul instruksi pusat dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla di Plaza Kuningan, Jakarta, Selasa 7 April 2026. Penetapan status menjadi syarat mutlak bagi daerah untuk mengakses dukungan pendanaan dan peralatan dari BNPB.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memaparkan data yang mengkhawatirkan. Hingga April 2026, titik panas di Indonesia menembus angka 700 titik atau naik signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Luas lahan terbakar bahkan melonjak tajam mencapai 32.600 hektare. Hanif mendesak pemerintah daerah tidak menunda penetapan status siaga agar intervensi modifikasi cuaca maupun operasi udara bisa segera dikerahkan sebelum puncak kemarau pada Agustus mendatang.

Mitigasi gambut

Ancaman tahun ini diperparah oleh fenomena El Nino lemah hingga moderate yang berpotensi memperpanjang durasi kekeringan. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut Sumatera Selatan sebagai satu dari lima provinsi yang menjadi perhatian utama.

Fokus mitigasi kini diarahkan pada pembasahan lahan gambut dan sistem peringatan dini guna mencegah api menjalar tak terkendali. Tanpa pencegahan sejak dini, risiko kebakaran hebat di lahan produktif maupun kawasan konservasi sulit dihindari.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan menyatakan kesiapan bantuan operasional darat dan udara. Namun, ia menegaskan bahwa tangan pusat terikat selama pemerintah daerah belum menetapkan payung hukum siaga darurat.

Bantuan anggaran dan peralatan baru bisa dikucurkan maksimal setelah status legal tersebut dikantongi daerah. Oleh karena itu, patroli rutin dan sosialisasi pelarangan pembakaran lahan di tingkat desa harus diperkuat sebagai langkah mandiri sebelum bantuan udara tiba.

Sinergi lapangan

Merespons tekanan tersebut, Wakil Bupati Muba Kyai Abdur Rohman Husen berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor bersama TNI dan Polri. Fokus utama Muba adalah mengedukasi masyarakat agar meninggalkan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

Pemkab Muba menyadari bahwa sinergi hingga tingkat desa adalah kunci utama untuk menekan potensi karhutla serendah mungkin.

”Kami di Muba akan meningkatkan koordinasi lintas sektor. Upaya pencegahan menjadi fokus utama, termasuk patroli rutin dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Abdur Rohman usai rakor di Jakarta.

Pemkab Muba siap menindaklanjuti arahan pusat terkait percepatan penetapan status siaga darurat. Sinergi ini diharapkan mampu mengunci titik api sejak dini sebelum fenomena El Nino mencapai puncaknya pada pertengahan tahun ini. (*/dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.