Satu lagi nyawa melayang dalam rentetan panjang tragedi kecelakaan maut di Jalur Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara. Setelah tiga hari bertaruh nyawa di ruang ICU akibat luka bakar ekstrem, M Tahrul Junaidi menjadi korban ke-17 yang gagal diselamatkan tim medis.
MURATARA, NUSALY – Angka korban jiwa akibat tabrakan maut Bus ALS dan mobil tangki BBM PT Serelaya terus bertambah.
Jumat (8/5/2026), RSUD Rupit mengonfirmasi wafatnya M Tahrul Junaidi (31), penumpang asal Tegal yang sejak Rabu lalu berada dalam kondisi kritis. Meninggalnya Tahrul menggenapkan jumlah korban yang kehilangan nyawa dalam insiden ini menjadi 17 orang.
Pria ini mengembuskan napas terakhirnya di ruang ICU sekitar pukul 11.55 WIB. Kondisinya sejak awal memang menjadi perhatian khusus tim medis karena luka bakar yang menyelimuti hampir seluruh permukaan kulitnya.
Perjuangan Terakhir di Ruang Isolasi
Upaya penyelamatan terhadap Tahrul sebenarnya telah melewati fase krusial, termasuk tindakan operasi darurat segera setelah ia dievakuasi dari lokasi kejadian di Kelurahan Karang Jaya.
Kasi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Rupit, Riska Dwi, menyebutkan bahwa secercah harapan sempat muncul saat kondisi pasien mulai stabil pascaoperasi.
Namun, luka bakar mencapai 99 persen menjadi beban yang terlalu berat bagi daya tahan tubuh manusia. Rencana tim medis untuk merujuk korban ke RS Bhayangkara Palembang guna penanganan lebih lanjut terus menemui jalan buntu.
Kondisi fisiknya terus melemah setiap kali akan dipindahkan, sehingga risiko perjalanan jauh dianggap terlalu berbahaya.
Komplikasi Inhalasi yang Fatal
Selain kerusakan jaringan kulit yang masif, Tahrul didiagnosis mengalami trauma inhalasi berat. Saat benturan hebat terjadi dua hari lalu, ia diduga terjebak dalam kabin bus yang terkepung api dan menghirup uap panas dalam konsentrasi tinggi.
Kerusakan pada saluran pernapasan inilah yang memicu infeksi sistemik dan membuat fungsi organ vitalnya menurun drastis.
Kasatlantas Polres Muratara AKP M Karim mengonfirmasi bahwa bertambahnya korban meninggal ini telah masuk dalam pembaruan data penanganan kecelakaan Jalinsum tersebut.
Kepolisian bersama otoritas kesehatan masih terus memantau perkembangan korban luka lainnya yang saat ini masih berjuang di ruang perawatan.
Kini, pihak rumah sakit sedang berkoordinasi untuk memulangkan jenazah Tahrul ke Jawa Tengah. Perjalanan pulang ke Kabupaten Pati ini menjadi akhir yang memilukan dari sebuah perjalanan lintas provinsi yang berakhir di tengah kobaran api.
Penambahan angka korban ini sekaligus mempertegas bahwa dampak kecelakaan transportasi di jantung Sumatera Selatan ini merupakan salah satu yang paling fatal dalam beberapa tahun terakhir. (nvr)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





