Scroll untuk baca artikel
Banner Idul Adha Pemprov Sumsel

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

SAYANGI OKU

Pertama Kali dalam Sejarah Daging Dam Jemaah Haji Mekkah Mengalir Sampai ke Dapur Warga Miskin OKU

×

Pertama Kali dalam Sejarah Daging Dam Jemaah Haji Mekkah Mengalir Sampai ke Dapur Warga Miskin OKU

Sebarkan artikel ini
Pertama Kali dalam Sejarah Daging Dam Jemaah Haji Mekkah Mengalir Sampai ke Dapur Warga Miskin OKU
Bupati OKU Teddy Meilwansyah didampingi Ketua Baznas OKU Imam Nuryadin beserta pengurus secara simbolis menyerahkan ribuan paket daging Dam jemaah haji Mekkah ke panti asuhan dan guru ngaji. Dok. Radit/Nusaly.com

Terobosan tata kelola logistik keagamaan berhasil memindahkan pemanfaatan daging denda jemaah haji dari Tanah Suci langsung ke daerah asal untuk menyasar kelompok masyarakat rentan.

BATURAJA, NUSALY – Saluran distribusi filantropi Islam di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, mencatat lompatan baru.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah wilayah tersebut, daging hasil pembayaran denda atau Dam dari jemaah haji yang sedang menunaikan ibadah di Mekkah, Arab Saudi, berhasil dibawa pulang untuk disembelih dan dibagikan langsung di tanah air.

Langkah ini mendobrak pola lama di mana daging denda haji biasanya habis didistribusikan di sekitar wilayah suci atau negara dunia ketiga lainnya.

Melalui skema kemitraan strategis, pasokan protein hewani berprotein tinggi tersebut kini diprioritaskan untuk mengintervensi kebutuhan gizi masyarakat prasejahtera di tingkat lokal.

Urusan logistik kurban kali ini melibatkan kerja kolaboratif berskala besar. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten OKU bergerak bersama Kementerian Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama setempat, PT Karomah Tour, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta Bank Sumsel Babel (BSB) Syariah.

Mengurai jalur distribusi dua gelombang

Penyaluran komoditas keagamaan ini sengaja dirancang dalam dua fase terpisah demi menghindari penumpukan pasokan di gudang penyimpanan.

Pada gelombang pertama, otoritas gabungan mengeksekusi pemotongan 43 ekor hewan kurban yang terdiri dari 42 ekor kambing dan satu ekor sapi. Seluruh proses pemotongan dipusatkan di halaman kantor Baznas OKU.

Dari hasil pemotongan perdana tersebut, tim di lapangan berhasil mengemas 612 bungkus daging segar siap edar. Distribusi paket langsung dipecah menuju sasaran prioritas yang mencakup jaringan panti asuhan, pengurus masjid, taman kanak-kanak, guru ngaji tradisional, penyuluh agama, pondok pesantren, hingga pekerja media massa.

Ketua Baznas OKU Imam Nuryadin mengungkapkan, volume pembagian akan melonjak drastis pada gelombang kedua yang dijadwalkan berjalan pada Juni 2026 mendatang.

Sekitar 2.500 paket daging tambahan diproyeksikan mengalir setelah kelompok jemaah haji mandiri di bawah koordinasi PT Karomah tiba di tanah air.

Total jangkauan pasokan diperkirakan menembus angka 3.000 bungkus daging. Peta sebaran gelombang kedua didesain meluas hingga menyentuh wilayah Kecamatan Lubuk Raja dan Sinar Peninjauan dengan melibatkan jaringan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Narasi kelelahan di balik meja kerja

Di balik kesuksesan operasional berskala lintas negara ini, tersimpan cerita unik mengenai totalitas kerja birokrasi daerah. Nuansa kelelahan fisik namun penuh kelakar mewarnai pidato sambutan pimpinan lembaga amil zakat saat membuka acara seremonial pembagian daging kurban.

Imam Nuryadin sempat memecah kekakuan acara dengan menceritakan perjuangan timnya yang tidak tidur semalaman demi mengurus kedatangan dan kesiapan logistik hewan kurban.

Di hadapan Bupati OKU Teddy Meilwansyah, Imam berkelakar bahwa saking mengantuknya setelah berjaga penuh, ia bahkan sempat kehilangan fokus hingga kekurangan satu rakaat saat melaksanakan ibadah shalat subuh berjamaah pada pagi harinya.

Suasana cair tersebut berlanjut ketika Imam memuji dedikasi pasukannya di Baznas OKU yang bekerja tanpa kenal batasan waktu formal, seolah kantor mereka beroperasi 35 jam sehari.

Sambil berseloroh, ia juga memperlihatkan papan nama kantor berukuran 1×6 meter yang baru dipasang agar masyarakat tidak lagi bingung membedakan antara kantor Baznas dan Basarnas.

Saat ini, di bawah kepemimpinan barunya, Baznas OKU sukses menembus peringkat tiga besar di tingkat Provinsi Sumatera Selatan dan masuk dalam radar sepuluh besar tata kelola terbaik di level nasional.

Narasi kelelahan di balik meja kerja
Ketua Baznas OKU Imam Nuryadin saat menyampaikan kata sambutan di hadapan Bupati OKU Teddy Meilwansyah. Dok. Radit/Nusaly.com

Harmoni milenial dan kepemimpinan inklusif

Respons positif datang dari pucuk pimpinan pemerintahan daerah. Bupati OKU Teddy Meilwansyah menyatakan kebanggaannya atas inisiasi tak biasa yang dimotori oleh barisan anak muda di tubuh Baznas.

Menurutnya, keberhasilan mengelola daging Dam haji ini merupakan bukti nyata efektivitas kolaborasi ketika kelompok milenial yang agresif didukung penuh oleh pengalaman para penasihat senior.

Teddy menekankan, esensi tertinggi dari sebuah kepemimpinan daerah adalah kemampuan melahirkan program yang menyentuh akar rumput meskipun di tengah keterbatasan anggaran belanja daerah.

Keahlian menggerakkan kemitraan dengan lembaga eksternal seperti perbankan syariah dan perusahaan swasta menjadi kunci penting untuk melepaskan OKU dari status kabupaten yang biasa-biasa saja.

Otoritas daerah kini juga tengah menjajaki komitmen dari Direktur Utama PT Semen Baturaja untuk mengalokasikan dana sosial mereka ke wilayah OKU.

Rencana jangka panjang pasca-musim kurban pun mulai dipetakan secara struktural. Berbekal kedekatan jalur koordinasi dengan sisa kepemimpinan di tingkat wilayah, Baznas OKU tengah melakukan verifikasi terhadap data 300 unit rumah tidak layak huni yang berada di luar program kedinasan perumahan pemukiman (Perkim).

Program bedah rumah massal ini ditargetkan menyasar 100 hingga 200 unit hunian pada tahap awal.

Selain pembenahan papan, pemda bersama Dinas Pendidikan juga mulai mengkaji rencana pengambilalihan sebuah Taman Kanak-Kanak (TK) Islam yang telantar untuk dikelola secara penuh di bawah binaan program Sekolah Cendekia Baznas.

Intervensi ini diharapkan mampu mengembalikan hak belajar bagi anak-anak yatim piatu di wilayah tersebut melalui skema beasiswa berkelanjutan. (radit)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang