Pemerataan infrastruktur digital mulai menyasar kawasan perbukitan pelosok kecamatan melalui kolaborasi menara gotong royong dan penguatan sistem keamanan siber
BATURAJA, NUSALY – Pemerataan akses digital kini mulai menyentuh wilayah pedalaman di seluruh pelosok Kabupaten Ogan Komering Ulu. Pemerintah kabupaten setempat tidak hanya memfokuskan penyediaan internet gratis di pusat keramaian kota saja, melainkan mulai bergerak agresif membangun infrastruktur menara pemancar gotong royong demi mengubur area tanpa sinyal di kawasan perbukitan dan pedesaan.
Langkah taktis ini diambil guna memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati lompatan pelayanan digital secara merata.
Saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (4/6/2026), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten OKU, Mirdaili, menegaskan bahwa integrasi aplikasi kini telah bertransformasi menjadi program prioritas utama dalam agenda digitalisasi pemerintahan daerah.
Sejak tahun 2024 hingga memasuki pertengahan 2026, Dinas Kominfo OKU menargetkan peleburan seluruh aplikasi milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke dalam satu ekosistem layanan terpadu.
Sejauh ini, fondasi jaringan intra-pemerintah telah berjalan optimal. Sedikitnya 67 titik yang mencakup instansi OPD serta organisasi pemerintahan dan kemasyarakatan di OKU telah terhubung langsung menggunakan Jaringan Internet Terpadu.
Konsolidasi sistem ini memanfaatkan aplikasi skala nasional seperti SRIKANDI untuk urusan persuratan dan kearsipan elektronik, penguatan implementasi Satu Data Indonesia (SDI), serta optimalisasi platform E-Office.
”Nilai indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE Kabupaten OKU saat ini berada di kategori baik dengan skor 2,67. Kami mematok target realistis pada tahun 2027 nanti skor ini bisa melonjak ke angka 3,1 dengan predikat sangat baik,” ujar Mirdaili.
Melalui komitmen mewujudkan Smart City, integrasi satu pintu digital ini mendatangkan sejumlah dampak positif, mulai dari pertukaran data antar-instansi secara otomatis, pengambilan keputusan kepala daerah yang berbasis data aktual, hingga pemangkasan duplikasi aplikasi yang selama ini kerap memboroskan anggaran teknologi informasi.
Untuk sektor keamanan wilayah, sebanyak 22 titik kamera pemantau (CCTV) di area strategis kota kini telah terintegrasi penuh dengan pusat komando Polres OKU.
Membentengi pusat data dari ancaman peretasan
Seiring dengan lompatan integrasi sistem yang makin masif, risiko serangan siber juga menjadi perhatian serius. Menghadapi maraknya isu peretasan situs kelembagaan pemerintah, Bidang Persandian Diskominfo OKU menerapkan strategi perlindungan berlapis yang tidak hanya bersandar pada pemasangan antivirus atau dinding api (firewall) standar.
Pemkab OKU kini fokus membangun tata kelola keamanan informasi yang terintegrasi di seluruh lini. Berkolaborasi dengan Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) di bawah naungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Diskominfo secara berkala menggelar audit keamanan dan penilaian kerentanan (vulnerability assessment) terhadap seluruh aplikasi daerah.
Langkah konkret tersebut diperkuat lewat sentralisasi infrastruktur jaringan, pengamanan ketat ruang server (data center), penguatan sertifikat dan Tanda Tangan Elektronik (TTE) bagi pemangku kebijakan, hingga penyiapan sistem cadangan data (backup) dan pemulihan bencana (disaster recovery).
Selain membentuk Tim Respons Insiden Siber (CSIRT), pemkab juga terus mengedukasi para aparatur sipil negara (ASN) demi meningkatkan kesadaran kolektif terhadap keamanan siber.
Menembus batas geografis lewat menara gotong royong
Tantangan paling kompleks dalam pemerataan digital di wilayah OKU berada pada kondisi topografi daerah. Kawasan yang dikelilingi perbukitan, lembah, dan sebaran permukiman yang berjauhan seperti di Kecamatan Ulu Ogan, Lengkiti, dan Muara Jaya membuat pembangunan infrastruktur telekomunikasi memerlukan biaya investasi yang sangat tinggi.
Untuk mengikis kendala ruang berjarak tersebut, Pemkab OKU mengandalkan pembangunan unit Mini BTS (Base Transceiver Station) untuk menyuplai sinyal di desa-desa terpencil. Program ini berjalan secara konsisten dengan rekam jejak perluasan jaringan sebagai berikut:
- Tahun 2024: Pembangunan awal dua unit Mini BTS di Desa Segara Kembang dan Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Lengkiti.
- Tahun 2025: Perluasan jaringan menyasar Desa Negeri Sindang (Kecamatan Sosoh Buay Rayap) dan Desa Muara Saeh (Kecamatan Muara Jaya).
- Tahun 2026: Target eksekusi berjalan difokuskan pada tiga desa penunjang, yakni Desa Negeri Agung, Desa Goa Putri, dan Desa Panji Jaya.
Guna mempercepat pembebasan wilayah dari status blank spot, Diskominfo OKU menelurkan inovasi kerja sama bertajuk “BTS Gotong Royong” dengan menggandeng operator seluler Telkomsel.
Melalui skema kolaboratif ini, Dinas Kominfo OKU bertugas menyediakan perangkat menara kaki tiga (triangle tower), pihak pemerintah desa menyiapkan lahan tapak menara, sedangkan Telkomsel memasok seluruh perangkat telekomunikasi beserta sistem transmisinya.

Menyebarkan akses internet gratis ke ruang publik
Akselerasi jaringan digital ini selaras dengan visi dan misi pembangunan yang diusung oleh Penjabat Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah bersama H. Marjito Bahri. Pemerintah daerah berkomitmen agar pemanfaatan teknologi informasi dapat diakses secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat pedesaan demi mendongkrak literasi digital.
Saat ini, program internet gratis telah aktif beroperasi di sedikitnya 19 titik yang memayungi ruang publik, pusat ekonomi, serta kawasan pendidikan. Warga dapat mengakses jaringan cuma-cuma ini di area terbuka seperti Taman atau Lapangan Ahmad Yani, Pasar Atas (Pucuk), area kantor Samsat, Kantor Imigrasi, hingga lingkungan Islamic Center.
Fasilitas penguat sinyal gratis juga dipasang di area olahraga seperti Gedung Olahraga (GOR), Stadion Baturaja, dan kompleks kolam renang daerah.
Sementara di sektor edukasi, akses internet gratis diarahkan untuk menyokong aktivitas akademik di lingkungan Universitas Baturaja serta jaringan sekolah Muhammadiyah mulai dari jenjang SMP hingga SMA. Lewat ketersediaan infrastruktur ini, sekat keterbatasan informasi antara kota dan desa di Bumi Sebimbing Sekundang diharapkan bisa runtuh sepenuhnya. (radit)
Data Capaian Transformasi Digital dan Konektivitas Kabupaten OKU 2026
| Sektor Program | Realitas Capaian Lapangan | Target Penguatan ke Depan |
| Nilai Indeks SPBE | Skor 2,67 (Predikat Baik) | Target skor 3,1 (Sangat Baik) pada tahun 2027 melalui integrasi total. |
| Konektivitas Intra-OPD | 67 Titik Instansi terhubung jaringan terpadu | Standardisasi persuratan digital lewat SRIKANDI dan E-Office. |
| Keamanan Kota Cerdas | 22 Titik CCTV terkoneksi ke Polres OKU | Perluasan titik pantau di area rawan kemacetan dan kamtibmas. |
| Sebaran Internet Gratis | 19 Titik di area publik, pasar, dan sekolah | Penambahan titik di kawasan wisata lokal dan balai desa. |
| Solusi Sinyal Lelet | Mini BTS APBD dan Skema Gotong Royong | Sinergi lahan desa, menara Pemkab, dan perangkat transmisi Telkomsel. |
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang





