Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Pemprov Sumsel

Palembang Berdaya

Penataan Stadion Kamboja Bergulir, Pemkot Pastikan Tak Ada Penggusuran PKL

×

Penataan Stadion Kamboja Bergulir, Pemkot Pastikan Tak Ada Penggusuran PKL

Sebarkan artikel ini
Penataan Stadion Kamboja Bergulir, Pemkot Pastikan Tak Ada Penggusuran PKL
Wali Kota Palembang Ratu Dewa pastikan penataan PKL dan UMKM di seputaran Stadion Kamboja tidak menggunakan sistem penggusuran yang merugikan warga. Dok. Istimewa/nusaly.com

Pemerintah Kota Palembang memastikan rencana penertiban arus lalu lintas dan kekumuhan di seputaran stadion tidak akan menggunakan metode penggusuran paksa.

PALEMBANG, NUSALY – Rencana penataan kawasan di seputaran Stadion Kamboja, Palembang, mulai bergulir. Di tengah langkah Pemerintah Kota Palembang yang ingin merapikan area tersebut, jaminan keberlangsungan ruang hidup bagi puluhan pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku UMKM yang sudah lama beroperasi di sana menjadi sorotan utama.

Penataan kawasan ini tidak hanya menyangkut urusan ketertiban kota. Di saat yang sama, pemerintah juga dihadapkan pada kebutuhan menjaga ruang usaha bagi pedagang yang selama bertahun-tahun menggantungkan penghasilan di kawasan tersebut.

Kepastian terkait perlindungan pedagang tersebut disampaikan oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa setelah melakukan peninjauan rencana penataan kawasan di Palembang, Rabu (24/6/2026).

Menertibkan ruang jalan

Selama beberapa tahun terakhir, seputaran Stadion Kamboja dikenal sebagai salah satu konsentrasi pedagang informal di Palembang. Namun, aktivitas perdagangan yang padat di lokasi tersebut kerap memicu persoalan ketertiban umum dan kebersihan lingkungan.

Pada waktu-waktu tertentu, lapak pedagang meluber hingga memakan sebagian badan jalan sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan yang melintas.

Kondisi kepadatan arus lalu lintas dan kesan kumuh inilah yang menjadi alasan Pemerintah Kota Palembang menurunkan instruksi penataan kepada jajaran dinas terkait.

Meskipun demikian, Wali Kota Palembang mewanti-wanti bawahannya agar tidak bertindak represif di lapangan. Jajaran dinas diinstruksikan untuk terlebih dahulu mencarikan tempat relokasi yang layak di sekitar area stadion sebelum memindahkan lapak pedagang.

”Penataan pedagang di Stadion Kamboja, jangan sampai merugikan dari PKL yang sudah ada. Tetap harus dicarikan solusi. Dicarikan tempat yang rapi dan baik,” kata Ratu Dewa.

Jaminan ruang dagang

Kebijakan untuk tidak menggusur para pedagang ini didasarkan pada pertimbangan bahwa sektor PKL dan UMKM merupakan salah satu tulang punggung ekonomi kerakyatan di Palembang. Penghapusan ruang dagang secara sepihak dinilai dapat langsung memukul daya beli masyarakat di tingkat bawah.

Oleh karena itu, Pemkot Palembang memilih opsi merapikan zonasi dagang, bukan menghapuskannya dari kawasan stadion. Pemkot memastikan tidak ada penghentian paksa terhadap aktivitas ekonomi warga.

Sejauh ini, Pemkot Palembang belum merinci lokasi maupun skema penataan yang akan diterapkan bagi para pedagang. Kejelasan mengenai tempat baru tersebut akan menjadi salah satu faktor yang menentukan penerimaan pedagang terhadap program penataan kawasan.

”Yang penting bagi saya, tidak membuat ruang sempit bagi pengguna jalan. Jadi semua akan ditata dan dirapikan tanpa harus mengorbankan salah satu pihak,” kata Ratu Dewa. (desta)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang