Di samping merencanakan pengadaan drum band perdana, sekolah juga memetakan kebutuhan penambahan ruang kelas, sanitasi, dan pembenahan ruang seni.
BATURAJA, NUSALY – Usai menuntaskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SMA Negeri 1 Ogan Komering Ulu mulai memetakan kebutuhan pengembangan sarana pendidikan.
Kepala SMAN 1 OKU Muhammad Nasir menilai pembangunan fisik maupun sarana penunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolahnya masih perlu ditingkatkan.
“Harapannya untuk ke depan ini banyak sekali, termasuk pembangunan fisik masih sangat minim, begitu juga sarana KBM,” kata Nasir saat diwawancarai di SMAN 1 OKU, Baturaja.
Pengadaan drum band perdana
Salah satu rencana sarana yang tengah disiapkan sekolah adalah pengadaan perlengkapan unit drum band. Nasir menilai keberadaan drum band perlu dilengkapi karena hingga kini SMAN 1 OKU belum memiliki kegiatan ekstrakurikuler tersebut.
Guna merealisasikan rencana tersebut, pihak sekolah menempuh mekanisme administratif internal terlebih dahulu melalui pembahasan anggaran bersama bendahara sekolah. Pengadaan instrumen tersebut akan diajukan lewat mekanisme perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS).
“Untuk drum band baru saya rencanakan. Sekolah ini belum ada drum band. Prosesnya belum diajukan ke dinas atau provinsi, nanti kita bicarakan dulu dengan bendahara, Bu Syaoda, mengenai perubahan RKAS dan lain sebagainya. Baru rencana, diwawancara dan diajukan dulu bagaimana realisasi pembeliannya,” ujar Nasir.
Nasir menambahkan, jika pembahasan perubahan anggaran berjalan lancar dan pendanaan memungkinkan, pengadaan instrumen drum band tersebut ditargetkan dapat terealisasi pada semester ini.
“Kalau terealisasi nanti di bulan September lah,” tuturnya.
Peningkatan kapasitas ruang belajar
Selain perlengkapan ekstrakurikuler, sekolah juga berencana mengembangkan kapasitas ruang belajar melalui peningkatan bangunan yang telah ada. Pihak sekolah mengidentifikasi adanya kebutuhan penambahan ruang kelas baru untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
Rencana pengembangan fisik gedung tersebut diarahkan pada peningkatan konstruksi empat ruang kelas yang saat ini masih berlantai satu menjadi bangunan dua lantai.
“Bangunan ada empat kelas lagi yang masih satu lantai. Rencananya kalau dijadikan dua lantai, jadi bisa menambah empat kelas,” jelas Nasir.
Perbaikan sanitasi dan ruang seni
Di samping penambahan ruang kelas, inventarisasi sekolah turut mencakup pembenahan fasilitas penunjang harian. Fasilitas sanitasi seperti kamar mandi atau WC siswa menjadi salah satu perhatian perbaikan agar lebih layak digunakan.
Sekolah juga mengidentifikasi ruang seni yang saat ini kondisinya belum memadai untuk pembelajaran. Lapangan sekolah pun masuk dalam rencana pengecatan jika alokasi anggaran mencukupi.
“Lapangan ada rencana mau dicat kalau ada dananya. Terus faktor penunjang seperti WC yang kurang bagus, serta ruang-ruang yang belum layak ditempati seperti ruang seni itu bisa dibenahi,” kata Nasir.
Seluruh rencana pengembangan tersebut, menurut Nasir, akan disusun secara bertahap sesuai kemampuan anggaran sekolah. Mulai dari pengadaan drum band, penambahan ruang kelas, hingga pembenahan fasilitas penunjang diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan belajar bagi siswa SMAN 1 OKU. (radit)




